
Seminggu berlalu, kini penampilan Anzel sudah kembali seperti semula, tak ada lagi rambut blateng dan tak ada lagi celana yang jojon.. Semua karyawan memandang takjub kepada sang pemilkk perusahaan, karna semakin hari kharisma sang pemipin semakin mempesona.. Roy, kembali merasa tenang dengan penglihatan nya,. Tak ada lagi penampilan culun yang merusak pemandangan matanya.. "Nah kan tuan, begini lebih baik, setidaknya aku tidak akan menertawakan tuan lagi." Ucap Roy, saat berjalam di belakang Anzel..
Anzel terus saja berjalan tanpa memedulikan Roy yang berbicara di belakang nya..
Beberapa saat kemudian.
"Roy, apa saja jadwal ku hari ini.?" Tanya Anzel pada Roy, saat berada di ruangannya..
"Hari ini tuan ada rapat, dengan tuan Sam.."
"Sam..???"
"Iya tuan,."
"Apa lagi yang sih licik itu inginkan dariku.?" Batin Anzel. "Ouh yah Roy, jam berapa pertemuan nya.?" Tanya Anzel.
"Jam 11.00 wib tuan.."
"Baiklah, kalau begitu suruh Indah menyiapkan semua berkas untuk keperluan rapat nanti."
"Baik tuan." Ucap Roy, dan menunduk permisi keluar dari ruangan Anzel..
πππππππππ
__ADS_1
"Aurel ayolah, masa ia aku harus seperti itu.." Ucap Mey yang merasa malu melihat Aurel yang memberi contoh di hadapan nya..
"Itu harus Mey.. Laki laki suka gaya seperti itu." Ucap Aurel.
"Tapi Rel....." Ucapan Mey terputus kala Aurel menyelah..
"Tidak ada tapi tapi. Kau harus mengikuti saran ku. Dan kau juga harus memakai lingerie ini." Ucap Aurel sambil menyerahkan lingerie ke hadapan Mey..
"Yah ampul Rel.. Ini lingerie atau apa.?? Kenapa ini lebih terbuka, dari lingerie yang pertama kamu kasih ke aku..?"
"Itu sengaja ku berikan, biar Anzel cepat on, hahahahha." Ucap Aurel sambil tertawa.. "Ouh yah ingat, kamu jangan sampe mau di kalah oleh Anzel. Ingat yah Mey, kamu harus menang dalam pertempuran ini.. Semangat." Ucap Aurel memberi semangat pada Mey..
"Ya semangat." Jawab Mey, dan Aurel tersenyum..
"Apaan sih Rel, udah deh.. Kamu pulang gi sana, ntar Junior nyari kamu. Aku juga mau siap-siap untuk pertempuran nanti malam."
"Oke, oke. Aku pamit. Tapi ingat gaya yang ku ajarkan tadi, jangan sampe kamu melupakan nya.."
"Siap ibu guru." Jawab Mey sambil tersenyum malu..
πππππππππ
"Hahahahaahhhaha." Suara tawa terdengar mengelegar di dalam ruangan rapat..
__ADS_1
"Jangan tertawa. Cepat katakan apa maksud mu dengan semua ini.?" Tanya Anzel pada Sam yang sedsri tadi terus saja tertawa..
"Anzel, Anzel.. Kau lupa bukan.?? Atau kau amnesiah..?" Tanya Sam.
"Jangan terlalu berbelit belit padaku Sam.. aku tidak ingin, berlaku kasar padamu. Jadi katakan apa maksud dan tujuan mu saat ini.?"
"Kau lupa jika aku menginginkan apa pun yang kau punya..? Apa pun yang menjadi milik mu akan menjadi milik ku, dan aku akan merampas semuanya, semua yang ada pada dirimu.." Jelas Sam.
"Kau......!!!!!!"
"Hahahahaha,, ingat separuh perusahan ini adalah milik ku.. Dan aku bisa mengambil kapan pun aku mau." Ancam Sam..
"Hahahahh, Sam kau bukan apa apa, dan bukan ancaman bagiku. Jika kau ingin mengambilnya, silahkan. Aku tidak takut padamu, sama sekali tidak takut." Tantang Anzel kembali.. Lalu Sam berdiri berjalan keluar dari ruangan, namun langkah nya terhenti dan Sam menoleh ke arah Anzel.
"Istrimu. Aku lihat dia cantik juga.. Aku tidak sabar bagaimana perasaan mu, jika aku merebut istrimu itu." Ucap Sam, lalu kembali melangkah keluar.
"Sam....." Teriak Anzel geram.. "Kau bisa mengambil semuanya dariku, tapi jangan mengambil istriku." Gumam Anzel sambil mengepal kedua tangan nya..
Semoga kalian suka..π₯°π₯°
Jangan lupa like dan comen yah kesanyangan autor semuaπ₯°. Sambil menunggu UP, yukk mampir dulu ke novel baruku.. Dan jangan lupa siapakan tisu jika ingin membacanya..π€π€π€
__ADS_1
Autor tunggu kalian semuaπ₯°π₯°