
Perkelahian antara ke dua pria tersebut terus saja berlanjut,, tidak ada sama sekali orang yang berani menghentikan nya,, sehingga kedua nya saling baku hantam sampe keduanya pun jatuh akibat kelelahan.. Dewa dan Anzel bisa di kata kan seri dalam hal ini, terlihat dari wajah mereka sama sama terluka dan dari sudut bibir mereka sudah mengeluarkan darah yang segar..
"Setelah ini, gue harap lo ngak bakalan pernah lagi muncul di hadapan Aurel." Ucap Anzel dengan gos gosan, akibat kelelahan.. "Gue ngak nyangka lo bakalan tegah buat Aurel seperti ini,, dimana hati nurani lo..??????
"Gue juga ngak nyangka, ternyata anak yang Aurel kandung bukan anak ku, dan ternyata dia berselingkuh di belakang ku selama ini." Ucap Dewa yang tak kalah gos gosan nya karna kelelahan akibat perkelahian nya dengan Anzel.
"Hari ini gue tahu, kalau ternyata lo adalah orang yang paling bodoh yang gue kenal, yang tidak tahu masalah dan dengan mudah nya langsung memulai masalah dengan memukuli Aurel,.. Jangan harap setelah ini lo bakalan nyesal jika tahu semua nya,,. Gue orang yang paling pertama bakalan bunuh lo, kalau berani mendekati Aurel lagi..." Kini Anzel berjalan meninggalkan Dewa yang masih dengan posisi terduduk di bawah lantai..
Dengan wajah yang babak belur, Anzel mengendarai mobilnya bertujuan untuk menjemput ibu Aurel di rumahnya.., Dan selang beberapa saat Anzel pun tiba di rumah ibu Aurel.. Anzel mengetuk pintu dengan sangat keras, membuat ibu Aurel segerah membuka pintu..
"Nak Anzel.., Apa yang terjadi, kenapa wajah mu seperti ini nak...????" Tanya ibu saat membuka pintu, dan melihat waja Anzel yang penuh luka..
"Bu, sebaiknya ibu bergegas, aku datang untuk menjemput ibu ke rumah sakit."
"Siapa yang sakit nak...????"
"Aurel bu, saat ini Aurel tengah menjalani operasi secar.."
Ibu Aurel terlihat sangat panik, bagaimana tidak jika di hitung usia kandungan sang anak masih tujuh bulan lebih, tapi kenapa harus menjalani operasi dengan sangat cepat,.. Pikiran ibu sudah kemana mana,, takut jika sesuatu akan terjadi dengan anak dan calon cucunya.. Tanpa menunggu waktu lama, kini ibu Aurel telah bersiap dan berjalan menaiki mobil Anzel.
Setelah kurang lebih satu jam, mobil yang Anzel kendarai kini telah tiba di rumah sakit.. Ibu Aurel langsung saja turun dan berlarih untuk ke ruangan operasi.. Di sana terlihat jelas Mey sahabat Aurel tengah berdir di depan pintu ruang operasi dengan berurai air mata..
"Mey apa yang terjadi dengan Aurel...??? Kenapa Aurel bisa melakukan operasi...??? Dan di mana Dewa..??" Tanya Ibu Aurel karna melihat tidak ada keberadaan Dewa menantunya..
"Hiksssssss, hikssssss, maaf Mey bu.. Ini semua salah Mey,."
__ADS_1
"Huttssssss, sudah nak jangan mengangis lagi, coba ceritakan semuanya ke ibu, apa yang terjadi.." Ucap ibu sambil memeluk Mey,.
Mey mencerita kan semuanya tentang kebersamaan nya dengan Aurel, tidak ada yang terlewatkan sedikit pun..."Setelah Mey, mengantar Aurel, Mey udah ngah tau apa yang terjadi bu, hiksssss,hiksssss,." Ucap Mey,. "Dan saat Mey, ingin mengembalikan tas Aurel, Mey melihat keadaan Aurel dengan bersimpuh darah di lantai,.."
"Sudah nak, jangan menangis lagi.. Kita serahkan semuanya kepada dokter dan berdoa kepada Allah agar di beri keselamatan untuk Aurel dan bayinya.."
Ibu Aurel memberi ketenangan untuk Mey, mencoba tenang sebisa mungkin. Padahal saat ini hati ibu sangat merasa gelisah dengan keadaan anak nya.. Selang beberapa saat kemudian dokter berserta tim nya membuka pintu ruangan operasi.. Terlihat jelas, raut wajah pucat Aurel saat seorang perawat mendorong bed tempat Aurel berbaring..
"Dok bagaimana keadaan cucu saya...??? Dan anak saya, bagaimana keadaan nya...???" Tanya Ibu Aurel,.
"Anak ibu masih di bawa pengaruh obat bius,, dan untuk cucu ibu, alhamdulillah dia bisa selamat, hanya saja keadaannya sangat lemah karna belum cukup usia untuk di lahirkan, jadi saat ini cucu ibu sedang berada di ruangan nicu." Jelas, dokter..
"Alhamdulillah, terima kasih dok.." Ucap ibu Aurel,.
...πππ...
"Apa dokter bisa jelaskan kenapa keadaan Aurel sampai saat ini belum sadarkan diri...???" Tanya Anzel saat dokter sedang berkunjung ke kamar inap Aurel..
"Biasa pasien yang melakukan operasi secar akan sadar beberapa jam setelahnya, hanya saja untuk kasus sperti Aurel sangat jarang terjadi,, mungkin pasien, mengalami beberapa masalah sehingga dia tidak ingin terbangun dari tidur nya." Jelas dokter .
"Jadi apa yang bisa kami lakukan dok...????" Tanya Anzel kembali.
"Terus saja berada di samping nya,, dan bisikan sesuatu yang sangat ia sukai, yang bisa membuat nya kembali sadar,," Terang dokter..
"Baik dok, terima kasih."
__ADS_1
Ibu Aurel, hanya terus menggenggam tangan Aurel dengan penuh cinta sambil meneteskan air mata nya,, melihat keadaan putri nya seperti ini.." Sayang, ayo bangun,, apa kau tidak rindu dengan ibu dan anak mu..???" Ucap ibu..
"Sayang, apa kau tahu putra mu sangat lucu, meskipun tubuhnya masih sangat kecil tapi dia sangat lucu dan sangat mirip dengan mu.. Dia anak yang kuat seperti diri mu.. Ayo sayang, sadarlah anak mu butuh pelukan dari ibunya." Ucap Ibu Aurel sambil menangis.
Mey yang berada dan melihat semuanya, ikut meneteskan air matanya dan menangis tersedu seduh.. Sedangkan Anzel saat ini dia sedang pergi melihat keadaan baby Aurel yang berada di ruangan Nicu..
"Mey,, tolong jaga Aurel." Ucap ibu lalu berdiri dari duduknya.
"Ibu, ibu mau kemana...???"
"Ibu ingin ke rumah mommy nya Dewa, ada yang ingin ibu bicarakan."
"Baik bu,.."
Sebelum kerumah Mom Ji, ibu Aurel berjalan ke ruangan nicu ingin bertemu dengan Anzel, dan meminta sesuatu..
"Anzel nak, selama ini ibu tidak memintah apa pun dari mu,, kumohon bantu ibu agar membawa jauh Aurel, dan pergi berobat ke luar negeri.. Ibu ingin melihat Aurel kembali seperti dulu, ibu ingin melihat Aurel sembuh.." Ucap ibu sambil menangis.
"Ibu, apa pun akan ku lakukan untuk kesembuhan Aurel,, aku akan berbicara ke dokter agar Aurel bisa di segerah di pindahkan.." Ucap Anzel sambil memeluk ibu Aurel, yang memang Anzel sudah anggap seperti ibu sendiri..
"Terima kasih nak.. Dan satu lagi, ibu mohon jangan beri tahu siapa pun tentang Aurel, dan jika Dewa bertanya tentang anak nya, bilang saja jika anaknya sudah meninggal."
Anzel merasa heran dengan ucapan ibu, hanya saja Anzel sudah tahu sifat ibu Aurel.. Ibu Aurel orang yang sangat baik hati, tidak pernah sedikit pun membuat masalah dengan orang,, tapi jika seseorang membuatnya kecewa maka ibu Aurel pun tidak akan mengampuni orang tersebut, seperti ayah Aurel, hingga kini belum dapat maaf dari ibu Aurel.
"Anzel janji bu,, tidak akan memberi tahu siapa pun."
__ADS_1
*Jangan lupa like, comen dan Vote yah' biar Autor tambah semangat Up nya.."
Dan terima kasih untuk kalian semua sudah setia membaca hingga bab ini..πππ