
Sama seperti hari hari biasa. Tak henti hentinya Dewa mencari keberadaan sang istri bahkan Anzel pun sering kena amukan karna hingga saat ini belum juga bisa mendapat info mengenai Aurel. Hingga hari ini Dewa pergi mencari Anzel di kediaman milik Anzel. Tak menunggu waktu lama, Anzel pun berjalan mendekati Dewa yang sedari tadi menunggu nya.
"Untuk apa kau datang mencariku.?" Ucap Anzel tegas.
"Anzel, kumohon bertahu aku di mana Aurel, tolong kumohon Anzel.." Ucapnya sambil memohon,. Dewa yang dulu tegas, kini sudah tak ada lagi, demi ingin mengetahui sang istri berada di mana ia pun harus memohon,. Hal yang tak pernah sedikit pun dulu Dewa lakukan. Tapi demi istri tercinta Dewa rela melakukan apa pun itu.
"Kenapa kau mencarinya, bukan kah dulu sudah ku katakan, kau akan mati di tangan ku jika mencari Aurel lagi."
"Anzel kumohon, kumohon beritahu di mana Aurel,. Aku ingin meminta maaf padanya "
"Hahahahaah Dewa, jangan harap Aurel akan memaafkan mu, mengingat apa yang telah kau lakukan padanya."
"Kumohon, setidak nya biarkan aku bertemu dengan nya.,"
"Sampai matipun kau memohon, aku tidak akan memberitahu kan nya.." Ucap Anzel lalu berjalan meninggalkan Dewa, tapi seketika Anzel berhenti lalu berucap.
"Kau ingat dulu kenapa Aurel menolak mu.? Karna pada saat itu dia takut menjalin hubungan dengan seseorang, karna rasa takut dan trauma,yang disebabkan oleh ayah nya yang dulu juga sering memukuli ibunya. dan sekarang kau telah menambah rasa trauma itu kepada Aurel." Lalu Anzel kembali berjalan.
"Maafkan aku Aurel, maafkan aku.." Lirih Dewa,
Kata kata yang selalu terucap setiap hari nya dari bibir Dewa, "Maaf". Hanya itu yang Dewa bisa katakan saat ini, sembari terus mencari di mana keberadaan Aurel.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
"Sayang, kau mau kemana.?" Tanya Dad Ezra saat melihat istrinya sedang bersiap siap.
"Sayang, maaf tapi hari ini ada anak teman ku yang sedang sakit, dan aku berniat untuk menjenguk nya."
"Mau ku antar sayang?"
"Tidak, aku tidak ingin merepotkan mu, terlebih lagi jika kau harus menunggu, itu sangat membosan kan sayang, kau tahu kan sayang jika ibu ibu sudah berkumpul maka mereka akan berbicara panjang lebar."
"Baiklah sayang, kalau begitu aku menunggu mu di rumah saja,. Cepat pulang dan hati hati lah."
"Baik sayang, aku pergi dulu." Cup, satu ciuman mendarat di kening Dad Ezra.
Di perjalanan Mom Ji terus saja meneteskan air mata bahagianya kala mendengar sendiri ucapan dari Anzel jika anak Aurel saat ini sedang baik baik saja, tapi sekarang masih sedang berada di rumah sakit.
"Anzel, mommy mohon tolong katakan di mana Aurel dan juga cucu ku..??" Tanya mom Ji sambil meneteskan air mata nya di hadapan Anzel.
"Maaf tante Anzel tidak bisa memberitahukan nya."
Secara refleks mom Ji berlutut di hadapan Anzel.
"Kau tahu Anzel, aku menganggap Aurel tidak seperti menantu, melainkan seperti anak kandung ku sendiri. Dan apa yang Dewa lakukan kepada Aurel, membuat Mommy merasakan sakit yang terama dalam, Mommy harap kau mengerti itu Anzel, Mommy harap kau mau memberi tahu di mana Aurel sekarang, mommy ingin meminta maaf padanya." Ucap Mom Ji sambil menangis di hadapan Anzel.
Hati Anzel luluh melihat Mommy nya Dewa yang tengah berlutut di hadapan nya.
__ADS_1
"Apa yang tante lakukan, jangan seperti ini." Ucap Anzel lalu mencoba membantu mom Ji untuk berdiri.
"Tolong mommy Anzel, apa pun akan mommy lakukan jika kau memberi tahu di mana Aurel."
"Tapi tante janji tidak akan memberi tahu Dewa, karna jika tante memberi tahu Dewa maka aku akan membawa Aurel pergi lebih jauh lagi."
"Mommy janji."
"Aurel saat ini sedang berada di negara x, saat ini kondisi tubuhnya baik baik saja, tapi....."
"Tapi apa Anzel.? Apa yang terjadi..??" Mom Ji menyelah ucapan Anzel.
"Tapi saat ini Aurel masih koma, belum sadarkan diri akibat benturan yang ia alami dulu."
Seketika tubuh mom Ji melemas seperti tak bertulang mendengar ucapan Anzel tentang keadaan Aurel, yang sudah beberapa bulan ini tak sadarkan diri.. "Lalu bagaimana dengan kandungan nya? Bagaimana dengan cucuku.?" Tanya mom Ji.
"Bayi Aurel saat ini baik baik saja, dia dirawat di rumah sakit b, karna terjadi nya persalinan sebelum waktunya membuatnya harus berada di ruangan nicu." Terang Anzel., Tapi tante ku mohon jangan beritahu Dewa tentang ini semua.
"Kau percaya mommy kan,? Dan terima kasih sudah memberi tahuku di mana Aurel dan anak nya,." Ucap Mom Ji, lalu memeluk tubuh Anzel, yang ia sudah anggap sebagai anak.
"Terima kasih Anzel, karna sudah berada di sisi Aurel, dan menjaga nya dengan baik. Mommy tidak tahu apa yang harus mom lakukan untuk membalas kebaikan mu."
*Sesuai janji autor Up setiap hari.*
__ADS_1
Jangan lupa di like, comen dan Vote yah',. Biar autor tambah semangat Up nya.🙏🥰🥰😘😘😘