
"Sayang, ayo bangun jangan tidur di sini, nanti kau akan sakit". Ucap Aurel sambil membelai pipi sang suami tercinta.
Cup.. Aurel mengecup kening Dewa dengan lembut,. " Aku mencintaimu Dewa."
"Aku juga sangat mencintai mu sayang." Lirik Dewa sambil mengeluarkan air matanya.
"Tuhan jika ini mimpi, ku mohon jangan bangunkan aku dari tidur ku ini.." Batin Dewa,
••••••••••
"Ibu, kenapa Aurel sampai saat ini belum juga sadar bu.?" Ucap Mey,
Saat ini Mey, dan ibu Aurel sedang berada di salah satu rumah sakit terbesar di negara s. Anzel memberikan fasilitas yang sangat luar biasa untuk Aurel, agar Aurel bisa segerah sadarkan diri dari koma nya.
"Ibu tidak tahu nak. Tapi kata dokter kondisi Aurel baik baik saja saat ini, dan kita hanya di suruh untuk membisikkan sesuatu yang membuat nya semangat agar bisa sadar dari koma nya." Ucap ibu yang masih setia duduk di samping brangkar Aurel.
"Rel, lo dengar gue kan.? Lo ngak rindu yah jalan bareng ma gue, loh ngak rindu apa liburan bareng ma gue lagi.?" Ucap Mey,. Namun tetap tak ada respon dari Aurel.
"Rel, bayi lo udah sehat, dia rindu sama lo Rel, lo tahu kan sampai sekarang bayi lo belum juga punya nama,! Gue harap lo cepat sadar Rel, biar lo bisa memberi nama untuk jagoan lo."
Air mata Aurel menetes kala Mey membisikkan kata kata tadi.. Aurel yang memang tidak sadar tapi bisa mendengar ucapan semua orang, hanya saja untuk membuka mata Aurel tak mampu.
"Aurel, Anzel janji kalau baby sudah bisa naik pesawat, maka Anzel akan membawa nya kesini."
🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu, semenjak kejadian itu Mom Ji, tidak pernah lagi bertemu dengan Dewa, tidak pernah lagi ingin mendengar kabar tentang anak nya. Karna masih merasa sangat kecewa.. Secara diam diam Mom Ji mencari tahu keberadaan Aurel menantu nya.
"Sayang, apa kau tidak kasihan dengan Dewa kita.? Sudah berapa lama kau tidak melihat putra mu.? Apa kau tidak merasa kasihan.? Ucap Dad Ezra saat mereka sedang duduk santai di taman belakang rumah.
"Sayang, bibi art Dewa tadi menelpon, kata nya Dewa sedang tidak baik baik saja. Dia lupa akan menjaga kesehatan nya. Karna terlalu sibuk mencari keberadaan Aurel, bahkan perusahaan papi pun terbengkalai,."
"Sayang, kau tahu kan apa yang Dewa lakukan sudah tidak wajar. Dan aku sangat membenci itu."
"Aku tahu sayang, tapi Dewa anak kita bagaimana pun kita sebagai orang tua harus selalu berada di sampingnya dan memberi dukungan, apa lagi saat ini Dewa sangat membutuhkan mu sayang."
Sejujurnya Mom Ji juga merasa kasihan mendengar bahwa Dewa saat ini sudah sangat kacau, tidak pernah lagi tidur dan makan secara teratur..
"Baiklah sayang, sekarang antar aku ke rumah Dewa,. Tapi biarkan aku berdua berbicara dengan Dewa."
🍂🍂🍂
"Tuan ada di kamar nyonya. Dari tadi saya panggil makan tapi tidak keluar keluar juga."
"Siapkan makanan nya bi, biar saya yang mebawakan nya."
Mom Ji membawa nampan yang berisi makanan untuk di berikan kepada Dewa. Saat Mom Ji membuka pintu kamar Dewa, mom Ji merasa sangat bersedih melihat keadaan Dewa yang sedang duduk di lantai sambil bersandar di dinding kamarnya.
"Sayang". Ucap Mom Ji, menyimpan nampan di atas nakas lalu menghampiri Dewa.
"Sayang, Hey kenapa penampilan mu seperti ini.? Kemana Dewa nya Mommy yang selalu menjaga penampilannya." Ucap Mom Ji, yang tengah berjongkok di hadapan Dewa lalu menyeka air mata di waja Dewa.
__ADS_1
"Mom". Lirih Dewa.
"Sayang, ayo bersihkan dirimu setelah itu kita makan."
"Mom". Lirih Dewa kembali, yang masih setia mengeluarkan air matanya.
Mom Ji yang melihat keadaan Dewa yang seperti itu juga langsung menitikan air matanya.. Oerasaan mom Ji seketika menjadi sesak, melihat sang anak yang sudah tidak seperti dulu lagi. Dewa hanya tinggal sebuah nama, Dewa yang duly tak lagi ada di dirinya. Yang ada saat ini hanya Dewa yang penuh dengan luka, yang setiap harinya di isi dengan penyesalan.
"Mom, aku merindukan Aurel." Lirih nya kembali.
Mom Ji meraih tubuh Dewa kedalam pelukan nya.
"Sayang, jika kau rindu teruslah berusaha mencarinya, buktikan jika kau menyesali oerbhatan mu itu, Mom akan mendukungmu dan membantu mu sayang."
Seketika tangis Dewa kembali pecah mendengar ucapan Mom nya. Ternya mom nya masih memaafkan kesalahan yang telah ia perbuat dan berharap Aurel pun juga akan memaafkan nya kelak.
"Mom,. Apa aku laki laki yang lemah karna sering menangis.?" Tanya Dewa di sela isak tangisnya.
"Tidak sayang, justru mom bangga padamu karna telah menyesali perbuatan mu, dan berusaha mencari Aurel untuk meminta maaf".
"Mom, apa Aurel akan memaafkan ku.?"
"Percayakan pada hatimu sayang, jika kau mencintai Aurel, maka buktikan kah dan raih maaf itu,. Apa pun harus kau lakukan agar Aurel bisa memaafkan mu."
"Sayang, ayo bersihakan diri mu, lihat keadaan mu sekarang ini sangat kacau. Jika Aurel melihat mu seperti ini, Mom yakin Aurel akan menertawakan mu., Lihat janggot mu sudah mulai tumbuh, kau bahkan lebih kelihatan tua Dari Dad mu."
__ADS_1
"Terima kasih mom,. Sudah datang menemui ku dan memberikan ku dukungan."