
"Cepat katakan di mana nyonya ku..???" Bentak Roy di hadapan Fadisah..
"Az, sepertinya sih mulut mak mak komplek bisa juga yah membentak." Bisik Dewa pada Az.
"Yah ampun, sepertinya tuan ku tidak sadar kalau dia sudah seperti Roy." Batin Az.
"Cepat katakan dimana nyonya ku.? Kalau tidak maka akan ku potong rambut mu ini."
"Ciihh, kau sama seperti wanita bar bar itu. Yang hanya mampu mengancam untuk memotong rambut." Ucap Fadisah.
"Sudah Roy, tidak usah kau gubris dia." Ucap Az. Lalu menarik paksa lengan Fadisah, untuk di bawa ke dalam mobilnya.
Sedangkan Anzel saat ini, iya justru sangat khawatir dengan sang istri. Karna sampai saat ini belum ada tanda tanda di mana sang istri berada..
"Kau tenang saja, pasti Mey akan segerah di temukan." Ucap Dewa.
"Aku takut jika sampai terjadi apa apa dengan istriku. Aku takut jika Sam membawa nya dan menyembunyikan nya ke tempat lain.."
__ADS_1
"Tenang lah. Aku yakin Mey bukan wanita yang mudah untuk menyerah." Ucap Dewa kembali.
"Tuan." Ucap Az.
"Ada apa Az.."
"Fadisah dan anggota Sam sudah ku aman kan. Sebaiknya kita kembali lagi."
"Baiklah." Ucap Dewa. Lalu menoleh ke Anzel. "Zel lebih baik kita pulang dulu. Kita bisa berpikir jernih jika dirumah, kalau di sini yang ada pikiran kita tambah ruyem.. Apalagi jika sekretaris mu itu terus saja berucap yang tidak tidak." Ucap Dewa.
"Maaf tuan, saya tidak berucap yang tidak tidak.Tapi saya tadi sedang menanyakan di mana nyonya saya pada Fadisah. Jadi tuan harus bisa membedakan mana yang tidak, dan mana yang khawatir. "Jelas Roy, membuat Dewa membulat kan matanya.
"Roy diam, sebaiknya kau ke mobil sekarang." Bentak Anzel.
"Tuan, jangan di gubris ucapan Roy." Ucap Azraf
ππππππππππ
__ADS_1
Di perjalanan, Mobil yang Roy kendarai telah berpisah dengan mobil yang Anzel kendarai.. Roy langsung mengantar tuan nya pulang kerumah.. Roy yang melihat tuan nya dari kaca spion tengah, merasa ikut bersedih. Apalagi saat ini tuan nya Anzel hanya diam dengan raut wajah khawatir dan matanya sudah mulai berkaca kaca, mungkin karna tuan nya takut jika sesuatu terjadi dengan sitri tercinta nya..
Roy yang melihat itu. Berinisiatif untuk menghibur tuan nya.. "Tuan aku punya teka teki. Jika tuan bisa menjawab, maka aku tidak akan meminta gajiku bulan depan. Tapi jika tidak, maka aku minta gajiku di doubel." Ucap Roy.
"Dihh, dalam keadaan seperti ini, bisa bisa nya kau mengajak ku bermain teka teki. Dan mengambil keuntungan." Ucap Anzel kesal..
"Maaf tuan, tapi kan ini hanya untuk menghibur tuan.. Jadi mau atau tidak."
"Baiklah, apa teka teki mu itu.. Tapi tunggu dulu, kalau aku berhasil menjawab, kau bisa berhenti jadi sekretaris ku."
"Baiklah."
"Oke deal." Ucap Anzel, sejujurnya Anzel saat ini tengah merasa khawatir tapi jika dia diam terus maka Roy pasti tika akan berhenti berbicara jika kemauan nya tidak di ikuti. "Sepertinya di sini yang bos bukan aku, tapi justru sih Roy." Batin Anzel..
"Pertanyaan nya. Apa beda nya pengantin baru dan mobil baru.?" Tanya Roy,. Dan Anzel diam terus perpikir,..
Roy tersenyum penuh arti. "Yessss, bulan depan gajiku doubel." Gumam Roy.
__ADS_1
Hahahahh, ayooo reader jawab pertanyaan Roy...