Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
89


__ADS_3

Setelah mendapat telpon dari sang istri yang meminta untuk makan di luar, akhirnya Dewa memanggil Az untuk memesan kan tempat untuk makan malam romantis..


"Az, tolong siapkan semua nya sebaik mungkin." Ucap Dewa.


"Baik tuan."


"Ingat harus seromantis mungkin, dan aku tidak ingin ada pengunjung lain di cafe itu."


"Siap tuan, apa ada lagi..?"


"Dan berhentilah memanggilku tuan."


"Tapi....


"Kau sahabat ku, jangan terlalu kaku seperti itu.. Jika aku mendengar mu memanggilku tuan lagi, maka jangan salah kan aku jika aku memecatmu." Ancam Dewa.


"Siap tuan, eh salah Dewa.."


•••••••


Pukul 6sore.. Dewa yang sudah selesai dengan pekerjaan nya. Kini sedang bersiap siap untuk menuju ke cafe yang Az siapkan.. Dewa sengaja mengendarai mobil nya sendiri. Supaya nanti jika pulang dari makan malam, Az tidak usah mengantar nya..


Di perjalanan.


Dewa menghentikan mobilnya kala melihat toko bunga, ia segerah turun dan membelikan bunga untuk sang istri..


"Bu, tolong beri aku sebuket bunga tulip itu." Unjuk Dewa pada bunga..

__ADS_1


"Baik tuan. Kalau boleh tahu ini untuk siapa.?" Tanya ibu penjaga toko, sambil menyiapkan bunga yang Dewa pesan..


"Ini untuk istriku." Ucapnya sambil tersenyum..


"Waoo, sangat cocok.. Kau tahu arti dan maksa bunga tulip.?" Tanya ibu kembali.


"Tidak.. Hanya saja aku melihat nya begitu cantik, makanya aku memilihnya. Apa ibu tahu arti dari makna nya..?" Tanya Dewa penasaran..


"Ya, ibu tahu.. Artinya, kesempurnaan dan cinta abadi, dan kasih sayang yang tak terhingga.." Jelasnya sambil tersenyum dan menyerahkan bunga ke Dewa.. "Pasti kau sangat mencintai istrimu..?" Tanya nya kembali.


"Sangat, sangat sangat mencintainya.." Dewa mengambil bunganya..


"Istrimu sangat beruntung bisa memiliki suami seperti dirimu."


"Tapi menurutku, aku lah yang sangat beruntung memiliki istri seperti dirinya..,.Ouh ya berapa harga bunga ini bu.?"


"Gratis."


"Tidak usah nak. Itu gratis, spesial untuk kamu yang sangat mencintai istrimu.."


"Tapi bu....."


"Tidak usah nak..Ayo cepat pergi temui istrimu."


"Baik bu, terima kasih." Pamit Dewa.


Dengan tersenyum bahagia, Dewa kembali menjalankan mobilnya menuju tempat ia akan bertemu dengan sang istri.. Beberapa saat kemudian, Dewa telah sampai di cafe, dengan segerah Dewa berjalan masuk, di lihat nya sekeliling cafe, belum ada tanda di mana sang istri berada..

__ADS_1


Dewa memilih duduk sambil memainkan ponselnya menunggu sang istri.. Tiba tiba ponselnya berdering dan istrinya lah yang menelpon.


"Halo sayang, sekarang kamu di mana..?" Tanya Dewa saat panggilanya terhubung..


"Sayang maaf.. Tapi bisakah kita makan di rumah saja..?"


"Kenapa..? Tapi sekarang aku sudah berada di cafe menunggu mu.."


"Kepala ku pusing sayang, maaf aku tidak bisa ke sana."


"Sayang kamu sakit...?" Tanya Dewa khawatir..


"Hhhmmm, kepala ku sakit.. Ouh yah sayang, bisa kah aku meminta tolong, sebelum pulang tolong belikan anak kita buah salak, tapi ingat yang kecut bukan yang manis..?"


"Junior ingin makan buah salak yang kecut.? Apa tidak salah..?" Tanya Dewa memastikan..


"Anak kita ingin makan buah itu sayang, jadi jangan pulang kalau belum mendapatkan buah salak.. Okey sayang, hati hati di jalan yah." Ucap Aurel mematikan ponsel nya..


"Salak....? Sejak kapan Junior suka buah salak..?" Gumam Dewa,..


Tapi demi Junior dan istri tercinta, ia akan berusaha mencarinya.. walaupun sangat susah mendapat salak di malam hari,..


Semoga syukaaaaa🥰🥰


Yang ingin kenal otor khilaf lebih dekat, ketuk pintu GC yah.🤗


Bisa saling bertegur sapa di GC dan seru seruan dengan sesama teman GC.

__ADS_1


Salam syg untuk kalian semua🥰🥰


Kisah Mey dan Anzel akan ku gabung di sini season2.. Jadi sabar yah tunggu Aurel dam Dewa tammat dulu.🙏🙏


__ADS_2