
Selesai membersihkan diri.. Dewa berjalan keluar kamar untuk menuju ke meja makan, tapi sebelum ia keluar, terlebih dahulu ia menyimpan pil kb yang ia dapat di tempat yang lain.. Dewa duduk di kursinya sambil menatap Aurel dan Junior secara bergantian sambil tersenyum..
"Mau makan apa sayang.?" Tanya Aurel pada Dewa,.
"Apa saja.. Asal itu masakan mu, aku akan suka." Jawab nya lembut.
Aurel menyedokkan menu ke piring Dewa,. "Di makan yah, ini semua menu kesukaan mu dan Junior."
"Makasih sayang.." Ucap Dewa lalu beralih menatap Junior.. "Junior, habis makan temani daddy di perpus yah, ada yang daddy ingin tunjukkan ke kamu."
"Iya dad.." Ucapnya sambil mengunyah makanan..
Tidak ada lagi perbincangan setelah itu.. Dan setelah selesai makan. Dewa menggendong Junior menuju ke perpus yang ada di rumah nya.. Aurel hanya tersenyum melihat suami dan anak nya yang begitu kompak..
πππππ
"Apa yang ingin dad tunjukkan.?" Tanya Junior, saat berada di perpus..
"Ini. Lihat lah.." Ucap Dewa menyerahkan album foto..
Junior membuka album foto, di mana semua foto itu terlihat wajah sang mommy dari berbagai macam ekspresi.. "Dad ini mommy..?"
"Iya sayang itu mommy.. Foto itu dad kumpulkan semenjak dad kuliah dan jatuh cinta pada mommy mu."
__ADS_1
"Apa mommy tahu, wkatu daddy mengambil foto ini, dan menyimpan nya.?"
"Tidak.. Dad memotret mommy mu secara diam diam dulu."
"Wah pasti daddy sangat mencintai mommy.."
"Sangat sayang.." Ucap Dewa kemudian berjongkok di hadapan Junior yang sedang duduk di sofa..
"Mungkin belum waktunya, tapi daddy hanya mau bilang, jika kelak Junior dewasa dan mencintai seorang gadis.. Tolong jaga gadis itu jangan membuat nya menangis. Sayangi gadis itu seperti Junior menyayangi mommy.."
"Daddy kenapa..?" Tanya Junior yang penasaran melihat kesedihan di mata Daddy nya..
"Tidak apa sayang.."
"Maafkan daddy sayang.. Maafkan daddy.. Daddy belum bisa memberimu adik.."
"Kenapa dad..?" Tanya Junior sambil melepas pelukan nya..
"Daddy pernah jahat ke mommy, waktu Junior masih di dalam perut mommy,. Dan mommy masih trauma. Mommy takut jika dad akan jahat kepada mommy lagi, jika mom hamil." Lirih Dewa, sambil meneteskan air matanya.
"Junior, tidak minta adik lagi Dad. Asal dad janji akan membuat mommy bahagia.. Junior pasti akan ikut bahagia, walau tanpa adik."
"Maafkan daddy sayang.. Maafkan daddy." Sesal Dewa sambil memeluk tubuh Junior..
__ADS_1
"Junior sayang daddy.."
ππππππ
Malam harinya di dalam kamar.. Aurel sedang duduk di sofa, menonton sambil mengelus lembut kepala Dewa yang berbaring di atas sofa dengan kepala di atas kedua paha Aurel..
"Sayang.." Panggil Aurel.
"Hhhmm." Ucap Dewa sambil memejamkan matanya..
"Apa yang kau dan Junior bahas tadi.?" Tanya Aurel penasaran..
"Aku hanya menenangkan Junior.."
"Menenangkan untuk apa.? Apa dia meminta sesuatu lagi.?"
"Ya, dia meminta sesuatu yang belum bisa ku berikan."
"Aku penasaran apa yang Junior minta, sampai suamiku yang kaya ini tidak bisa memberikan nya.."
"Adik." Jawab nya singkat.. Membuat Aurel menghentikan tangan nya mengusap rambut Dewa..
"Junior ingin adik.. Tapi aku sudah memberi tahu nya, jika prosesnya sangat sulit untuk saat ini. Jadi aku menyuruh Junior untuk sabar.."
__ADS_1
"Maaf." Ucap Aurel pelan.