Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
28


__ADS_3

Hari hari berlalu tak terasa kini usia kandungan memasuki lima bulan.. Dewa betul betul sangat mencintai istrinya, terlihat sangat jelas bagaimana cara Dewa memanjakan istrinya sehari hari.. Bahkan kadang Dewa tidak ingin pergi bekerja hanya untuk menjaga istrinya.. Dan kadang kala juga Dewa pergi ke kantor hanya sejam saja.. Karna dia tidak ingin jauh jauh dari sang istri dan itu membuat Az harus bekerja lebih extra lagi..


Sayang, hari ini aku ke rumah Mey yah..Aku rindu dengan Mey, terakhir ketemu saat usia kandungan ku baru 3bulan, itu artinya sudah dua bulan ini aku tidak bertemu dengan Mey,..


Sayang, jika kau rindu panggil saja Mey, datang ke rumah kita.. Jangan kamu yang ke rumah Mey,.,, Bahaya kalau kamu kecapean, kasihan kan Dewa junior yang ada di dalam sini.."Ucap Dewa sambil mengelus perut istrinya..


"Tapi aku bosan di rumah sayang,.. Aku ingin keluar, mau ke mall berbelanja dengan Mey.."


Tidak..Tidak boleh.."Tegas, Dewa..


Kau jahat mas,, sampai kapan kau mau mengurungku,, aku hanya pergi sejam atau dua jam saja.. dan itupun tidak setiap hari.."Ucap Aurel, lalu berjalan meninggalkan Dewa,.."


Sayang,sayang...!!!"Panggil Dewa, namun tak di gubris sama sekali oleh Aurel.."


Sehari, Aurel mendiami Dewa .. Meskipun begitu Aurel tetap menyiapkan makanan untuk Dewa hanya saja Aurel tidak ingin makan bersama apalagi berbicara bersama Dewa.. Dan Dewa yang melihat istrinya seperti itu merasa gelisa,,.. Bagaimana tidak, semenjak menikah ini pertama kalinya Aurel marah kepadanya dan mendiami nya..


Sayang, sampai kapan kau akan mendiamiku seperti ini...???"Tanya Dewa saat duduk di samping Aurel,, Aurel hanya terdiam sambil menonton tak menjawab ucapan suaminya..


Apa kau ingin sekali berjalan jalan bersama Mey...????"Tanya Dewa kembali.."


"Ingin sekali.."Jawab Aurel singkat.


Baikalah sayang, besok kau pergi bersama Mey tapi ingat harus berhati hati, jika melangka harus melihat sekitar, jika ingin membeli sesuatu harus yang terbaik dan jika...."Ucapan Dewa terputus karn a Aurel menyambungnya


Dan jika kau melihat pria segerahlah menjauh sayang.."Itukan yang mau kau ucapkan..??"Tanya Aurel..

__ADS_1


Ternyata istriku sangat pintar.."Ucap Dewa lalu mencium kening istrinya".. Sayang sudah yah ngambek nya.. Toh kan sekarang sudah dapat izin..


Iya sayang,, kalau begitu aku telpon Mey dulu..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Mey, lo di mana sih...??? Dari tadi gue nunggu lo di sini tapi ngak nongol nongol.. Kalau Dewa tahu lo buat gue nunggu kaya gini, gue yakin lo bakalan kena semprot..""Ucap Aurel saat sambungan telponya terhubung.."


Hahaha sory yah Rel, gue masih di jalan nih.. Sabar dikit yah,, dan ingat jagan lapor sama suami lo.. Bisa bisa nafas gue sesak kalau dengar dia teriak teriak..


Oke, gue tunggu,.."Lalu Aurel mematikan sambungannya.."


Aurel....????"Panggil seorang pria yang tak lain adalah Fahmi.."


Aurel menoleh ke sumber suara.. "Fahmi."


Baik,.. "Jawab Aurel singkat"..


Aurel, tolong maafkan aku Rel.. Maaf atas kesalahan yang dulu telah ku buat.. Aku menyesal Rel,, sangat sangat menyesal.."Ucap Fahmi lalu menggenggam tangan Aurel..


Fahmi tolong lepaskan, aku tidak ingin orang yang meihat berpikir macam macam..


"Aurel, tolong kasi aku kesempatan".


Fahmi,, kesempatan itu sudah tidak ada lagi, bukan kah kau sendiri yang pergi meninggalkan ku.. Bahkan dulu aku seperti seorang pengemis yang menunggu mu memberi alasan tapi kau malah mengusirku dari rumah mu.."Ucap Aurel, mencoba menahan air matanya,, sakit yah sangat sakit kala mengingat masa itu.."

__ADS_1


Aurel aku akan menjelaskan semuanya,,, Semua alasan kenapa aku meninggalkan mu.."Ucap Fahmi


"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi Fahmi semua sudah berakhir.."


Aku mohon Aurel,, dengar kan aku.. Tinggalkan Dewa dan kembali lah padaku..


Hahhah Fahmi apa kau sedang bermimpi di siang bolong...??? Kau ingin aku meningglkan orang yang mencintaiku.."Ucap Aurel..


Tapi nyatanya memang Dewa tidak mencinta mu Aurel.. Kau hanya sebagai wanita taruhan saja.. Itu sebab nya aku menceraikan mu saat itu.. Karna itu semua adalah taruhan, dan Dewa lah yang membuat taruhan itu...


Dekkk.......


Bagai di sambar petir di siang bolong, hati Aurel merasa sakit mendengar ucapa Fahmi, namun sebisa mungkin Aurel menutupinya..


Kau salah, Dewa mencintai ku dan tidak mungkin bertindak seperti itu..


Dewa tidak mencintai mu Aurel.. Kau harusnya sadar itu, dia hanya menganggapmu sebagai wanita taruhan saja,, kalau kau tidak percaya ini buktinya..Bukti bahwa kau memang wanita taruhan.."Ucap Fahmi lalu menyerahkan sebuah amplop ke Aurel, bukti tentang taruhan yang dulu di lakukan nya.."


Aurel, membaca dari atas hingga ke bawah dan benar saja, semua ucapan Fahmi benar ada nya bahwa dia hanya sekedar wanita taruhan saja..


"Kau percaya kan dengan ucapak ku Aurel.., Maka dari itu tinggalkan Dewa dan kembali lah kepadaku.."


Setidaknya Dewa berbeda dengan mu Fahmi... Kau lebih memilih harta dari pada istrimu sendiri.."Ucap Aurel lalu meninggalkan Fahmi yang tengah terduduk."


Aurel,, "Panggil Fahmi, namun Aurel tetap terus saja berjalan, tak menggubris sama sekali..

__ADS_1


Kalau cara ini tidak berhasil membuatmu kembali padaku, maka aku akan menemukan cara lain lagi, agar kau bisa kembali bersama ku.."Batin Fahm**i


__ADS_2