Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
83


__ADS_3

Masih di kamar pengantin.


Kini Mey mulai nampak gelisah, ia berpikir di mana ia akan tidur nanti nya jika Anzel sudah selesai mandi.. Mengingat hotel yang ia tempati saat ini hanya memiliki satu tempat tidur. Walaupun ukuran nya king size, tapi tetap saja Mey merasa malu.. Harus tidur seranjang dengan sahabat sekaligus suaminya itu..


Mey tersadar dari lamunan nya kala mendengar pintu kamar mandi terbuka..


"Ceklek." Anzel berjalan dengan handuk yang di lilit di pinggangnya, dan lagi lagi Mey menelan ludahnya secara kasar..


Melihat pemandangan yang begitu sexi di hadapan nya membuat Mey membulatkan mata, seakan ingin memangsa sahabat nya tersebut. Mey tersadar dari lamunan nya kala Anzel membuka suara..


"Apa tubuh ku sangat mempesona sehingga membuat mu metapan takjub pada diriku." Goda nya.


"Sii-iapa bilang tubuhmu mempesona..?" Ucap Mey terbata..


"Hahah akui saja Mey, aku sudah mengenalmu sejak lama, dan aku tahu jika saat ini kau berbohong.."


"Tidak, aku tidak berbohong.."


"Tapi kau bisa memengang dadaku yang sixpack ini.. Mumpung hari ini aku sangat baik." Ucap Anzel sambil berjalan menghampiri Mey..


"Anzel stop situ."


"Tidak."


"Aku bilang stop Anzel.." Teriak Mey.


"Hahahah, Mey kau sangat lucu.. Aku hanya ingin mengambil sisir yang ada di samping mu." Ucap Anzel dan meraih sisir di samping Mey.. Dan lagi lagi membuat Mey menelan ludahnya secara kasar..


"Hey jangan berpikiran yang tidak tidak.." Unjuk Anzel ke kepala Mey.

__ADS_1


"Anzell..."


"Ingat Mey, aku tidak akan meminta itu, jika kau tidak memintanya terlebih dahulu." Ucap Anzel lalu membuka handuk nya dan melempar ke wajah Mey..


Membuat Mey semakin marah terhadap Anzel..


"Anzel...... Kenapa kau melemparkan ini padaku.?"


"Kau istriku, jadi ingat mulai sekarang tugasmu mengurusku. Termaksud mengurus handuk yang kuberika..."


"Hhhuuuuuufffff." Mey menghela nafas.. "Sabar Mey, sabar." Gumam nya namum masih dapat di dengar oleh Anzel.


Anzel hanya tersenyum mendengar Mey bergumam..


"Mey apa kau melihat baju kaos ku.?" Tanya Anzel.


"Tidak."


Dengan wajah cemberut Mey turun dari ranjang dan mengambilkan baju untuk Anzel.. "Ini baju mu, pakai cepat sebelum kau masuk angin."


"Cieeeee, ada yang sudah mulai perhatian nie sama suaminya." Goda Anzel namum Mey cuek dan kembali ke tempatnya..


"Anzel,, aku sudah memberikan batas pada tempat tidur kita. Jadi awas jangan melewati batasmu. Kalau kau berani, maka akan ku gigit." Ancam nya..


"Maka aku akan melewati batas, suapaya kau menggigitku.. Dan aku berharap gigitanmu mendarat di bibirku." Ucap Anzel lalu merebahkan diri di dekat Mey,..


"Mey.."


"Hhhmmm."

__ADS_1


"Mey.."


"Hhhmmm."


"Mey..."


"Apaan sih Anzel.." Jawab nya geram.


"Balik sini.. Ada yang ingin ku sampaikan."


"Apa...?" Ucap Mey lalu berbalik ke arah Anzel.. Dan kini mereka berbaring sambil berhadapan namum ada guling di antara mereka jadi pemisah..


"Maaf, karna telah mengikatmu dengan hubungan ini.. Tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk melindungi sahabat ku.."


"Terus...?"


"Aku harap kau tidak marah kepadaku Mey, dan aku harap persahabatan kita masih bisa tetap berjalan seperti dulu.."


"Apakah masih bisa..? Secara kau merubahnya menjadi status yang lebih terikat lagi.."


"Pasti bisa.. Aku ingin kau tetap menjadi sahabat ku dan menjadi istriku.. Dan aku berharap kau bisa belajar menerima kenyataan ini. Kenyataan jika sahabatmu menjadi suamimu."


"Anzel, aku mengantuk. Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan maka aku akan tidur.."


"Baiklah, tidurlah Mey, karna besok aku akan membawamu ke rumah baru kita."


"Hhhhmmm." Ucap Mey sambil memunggungi Anzel..


**Apa yang terjadi jika seorang istri bucin kepada suami..?Dan inilah yang akan terjadi nanti dengan Mey.. Bukan suami yang bucin, tapi malahan istrinya.**

__ADS_1


Slm syg untuk kalian semua🥰🥰🥰


__ADS_2