Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 30


__ADS_3

Seminggu berlalu, hubungan Anzel dan Mey semakin hari semakin harmonis, dan setiap malam pun tak henti hentinya melakukan kegiatan olahraga malam. Anzel dan Mey begitu sangat bersemangat untuk membuat adik untuk Junior.. Tapi sebenarnya Junior hanya menjadi alasan saja, karna sebenarnya mereka berdua sudah sangat ketagihan melakukan itu itu.🤭


Setiap harinya, di pagi hari Mey selalu saja menyiapkan sengala sesuatu untuk sang suami. Anzel yang mendapat perhatian lebih dari sang istri merasa sangat bahagia,. Bahagia bisa memiliki istri yang begitu peduli dan perhatian padanya. Namun Anzel juga merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Karna hingga saat ini Mey tak sekali pun mengutarakan isi hatinya kepada dirinya.


Anzel terus saja bertanya tanya, apakah Mey mencintai nya atau tidak.? Karna sampai saat ini ungkapan cinta Anzel yang selalu Anzel ucapkan belum pernah mendapat balasan. Mey hanya tersenyum jika mendapat ungkapan cinta dari Anzel..


Buktinya pagi ini saat Anzel ingin berangkat bekerja, lagi lagi Anzel mengucapkan kata cinta padanya, dan Mey hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Anzel..


"Aku pamit kerja yah. Baik baik baik di rumah." Ucap Anzel, lalu mencium kening Mey..


"Iya, kamu juga baik baik di perusahaan. Ingat selalu jaga mata. Jangan melirik wanita lain di luar sana." Ucap Mey.


"Iya sayang. Aku janji itu. Aku pamit yah.. I love u." Ucap Anzel kemudian mengecup singkat bibir Mey.. Mey hanya tersenyum mendengar ungkaoan cinta dari Anzel.


Di perjalanan, Anzel termenung memikirkan kenapa hingga saat ini Mey belum menyatakan lerasaan nya pada dirinya.. Padahal mereka sudah seminggu lebih melakukan hubungan suami istri yang seutuhnya.. Pertayaan demi pertayaan terus saja terputar di pikiran Anzel.. Roy yanh melihat tuan nya seperti itu langsung membuka suara.


"Maaf tuan. Kalau boleh tau, tuan kenapa.?" Tanya Roy dengan hati hati..

__ADS_1


"Roy. Apa kau pernah mendengar istrimu mengatakan cintanya padamu.?" Tanya Anzel.


"Jelas lah tuan. Secara istri saya sangat mencitai saya tuan. Jadi istri saya selalu berucap cinta, apalagi jika........." Ucapan Roy terputus kala Anzel menyela..


"Jika apa Roy, cepat katakan." Tanya Anzel dengan antusian.


"Tadi mau di ucapkan, tuan aja yang motong ucapanku." Gumam Roy tapi masih dapat di dengar oleh Anzel..


"Kau bosan bekerja dengan ku.?" Tanya Anzel geram..


"Maaf tuan, tidak, ampun. Saya masih ingin bekerja dengan tuan,."


"Jika saya gajian tuan. Maka istri saya pasti selalu mengucapkan cinta nya.. Apalagi jika ada bonus yang lebih." Jelas Roy sambil tersenyum..


"Astaga." Ucap Anzel..


"Kenapa tuan.? Apa tuan belum dapat ungkapan cinta dari nyonya.?" Tanya Roy, dan Anzel hanya terdiam..

__ADS_1


"Aku kasi saran tuan. Lebih baik jika tuan gajian nanti, semua gaji tuan, tuan berikan kepada nyonya. Agar nyonya mengungkapkan isi hatinya." Jelas Roy, membuat Anzel menepuk jidatnya..


"Roy, kau lupa jika aku yang menggajimu.. Ahhh, sudah lah berbicara dengan mu selaly saja membuat ku pusing." Ucap Anzel. Lalu menoleh ke arah kaca jendela mobil.. "Roy kita mau kemana.?" Tanya Anzel kemudian..


"Kita akan ke cafe xx tuan. Di sana akan ada rapat dengan tuan Sam. Apa tuan lupa.?" Jelas Roy.


"Sam lagi. Apa yang dia ingin kan dariku.?" Gumam Anzel.


sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..🤭🤭


..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...


Autor tunggu yah..😉


Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.


..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...

__ADS_1


Siapkan tisu jika ingin membaca.


MAKASIH SEMUANYA😊😊


__ADS_2