
Benar saja setelah Az mengaktifkan ponsel Dewa, bebrapa menit kemudian hp Dewa pun berdering.. Dengan segerah Az menggeser tombol hijau, dan memberikan ponsel itu ke Dewa. Dan meninggalkan Dewa sendiri di dalam kamar hotelnya.. "Semoga tuan bisa kembali lagi bersama dengan istrinya." Gumam Az, saat melangkah keluar dari kamar..
Hening...... Hanya ada keheningan yang terjadi di antara Dewa dan Aurel. Walaupun telpon mereka terhubung, namun tak ada yang dari mereka memulai pembicaraan.. Hanya terdengar nafas berat dari mereka berdua, nafas yang menahan rindu, nafas yang menahan isak tangis. Nafas yang saling memburu akibat perih di dada mereka berdua..
Setelah sekian menit saling terdiam, akhirnya Aurel membuka suara.. "Apa kamu sudah sarapan.?" Tanya Aurel dengan lembut. Namun tak ada jawaban dari Dewa..
"Apa kamu sudah sarapan.?" Tanya Aurel kembali..
"Ya." Jawab Dewa berbohong.. Dan Aurel tahu itu jika saat ini Dewa sedang berbohong.
"Kapan kamu pulang.?" Tanya Aurel kembali.
"Setelah pekerjaan ku selesai."
"Apa kau bisa pulang sekarang.?" Tanya Aurel kembali.
"Seperti nya tidak bisa."
"Sayang sekali, padahal ada hal yang ingin ku katakan kepadamu secara langsung."
"Apa itu, kau bisa memberi tahu ku sekarang.?"
"Aku menunggu mu.. Aku ingin meminta penjelasan untuk pesan yang kau kirim."
"Itu maaf, aku hanya.........
"Kau memulainya dengan baik, jika ingin mengakhirinya maka akhiri dengan cara yang baik. Jangan mengirim pesan seperti ini.. Aku menunggu mu malam ini di rumah."
__ADS_1
"Tapi......
"Aku menunggu mu sampai kau kembali.. Dan jangan lupa sarapan," Ucap Aurel lalu mengakhiri telpon nya..
Dewa kembali merasa kan sakit.. Di saat ia mencoba untuk melepas Aurel dan mencoba tidak ingin bertemu dengan nya. Namun Aurel meminta untuk bertemu.. "Kenapa cinta ini begitu rumit." Lirih Dewa..
Sedangkan Aurel, ia hanya bisa memengang dada nya, yang merasa sesak dan sakit. Karna tadi di telpon tak ada satupun kata sayang yang Dewa ucap kan sama sekali.. "Apa kau betul serius dengan pesan mu itu." Gumam Aurel..
"Mommy sudah telpon daddy..?" Tanya Junior.
"Iya sayang."
"Jadi mom sudah minta maaf sama Daddy..?"
"Belum, mommy ingin meminta maaf secara langsung sayang."
"Nanti malam. Kenapa sayang...??"
"Mom, kalau begitu Junior ke rumah kaka Al, Junior ingin menginap di sana.."
"Ouh tumben sayang, kenapa.?"
"Junior dan kaka Al sudah janjian ingin bermain game terbaru mom."
"Oh baiklah nanti mommy antar"
"Tidak usah mom, nanti uncle yang akan datang menjemputku.."
__ADS_1
"Baiklah sayang."
🍂🍂🍂🍂
Malam harinya Aurel sudah menyiapkan makan malam untuk menyambut kepulangan Dewa dan ingin makan malam bersama dengan Dewa.. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, tapi sampai saat ini Dewa belum juga tiba.. Hingga akhirnya Aurel memutuskan untuk mencoba menghubungi Dewa..
"Dimana..???" Tanya Aurel saat sambungan nya telah terhubung..
"Masih di Bandung.."
"Tidak pulang..?" Padahal aku sudah memasak untuk mu. Aku menunggu, kita akan makan bersama.."
"Tidak usah menunggu ku, makan lah terlebih dahulu.."
"Baiklah kalau kau tidak pulang,. Maka jangan harap kau bisa melihat ku lagi. Dan jangan harap kau bisa bertemu dengan Junior. Ini terakhir kali nya kau mendengar suaraku jika kau tidak pulang.."
"Tapi Aurel,........
"Aku tidak ingin di bantah, jika kau tidak pulang maka aku hanya tinggal nama saja.." Ancam Aurel..
"Baiklah.." Jawab Dewa pasrah.
Mau tak mau Dewa terpaksa harus ke rumah bertemu dengan Aurel.. Sebenarnya ia sudah tiba sedari sore, hanya saja Dewa pulang ke apartemen. Karna tidak ingin bertemu dengan Aurel.. Bukan tidak ingin bertemu secara sungguhan, Dewa hanya mencoba menghindar untuk memberi kebahagiaan ke Aurel..
"Selamat bermalam minggu"
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰
__ADS_1