
Semua yang ibu Aurel kata kan di patuhi oleh Anzel. Anzel saat ini tengah sibuk mengurus segalah sesuatu untuk Aurel,, rencana nya Aurel akan di bawa berobat ke Singapura,, karna hanya negara itu yang terdekat dan mempunyai fasilitas yang lengkap.. Sebenarnya Anzel berniat membawa Aurel ke Jermam, hanya saja dokter tidak memberi izin mengingat keadaan Aurel yang saat ini belum sadarkan diri dan perjalanan ke Jerman pun sangat Jauh..
Semua persiapan telah siap,. Mey memutuskan untuk ikut mengurus Aurel di sana, sedangkan bayi Aurel yang masih berada di ruangan nicu di berikan perawat khusus oleh Anzel untuk menjaga nya..
"Bu, semuanya telah siap dan jam 9 nanti kita akan berangkat ke singapura." Ucap Anzel saat berada di depan pintu kaca kamar nicu bersama ibi Aurel.
"Anzel, apa tidak masalah meninggalkan baby di sini..?? Dia masih kecil, apa ibu egois memilih jalan ini Zel.." Tanya ibu yang tak kuasa menahan tangisnya melihat cucunya yang masih berada di ruangan nicu.
"Menurutku pilihan ibu sudah tepat,, aku sudah menyiapkan perawat khusus untuk menemani baby dan menjaga nya selama ibu, Mey, dan Aurel berada di sana,.. Dan Anzel juga janji akan terus menengok baby., Jika baby sudah bisa keluar, maka Anzel janji akan membawa nya segerah.."
"Terima kasih nak Anzel, kau sangat baik kepadaku dan Aurel,." Ucap ibu tulus.
"Sama sama bu, aku sudah menganggap ibu sebagai ibu ku sendiri dan Aurel sudah seperti adik ku sendiri."
"Terima kasih nak sekali lagi,. Tolong kau jaga Aurel ada yang ibu ingin urus sebelum kita berangkat."
"Baik bu."
__ADS_1
Ibu Aurel melangkah kan kaki nya keluar dari rumah sakit, dan menyetop taxi bertujuan untuk ke rumah mommy nya Dewa.. Selang beberapa saat kemudian taxi yang ibu Aurel tumpangi telah tiba di depan rumah mommy Dewa. Tanpa menunggu waktu lama lagi, ibu Aurel menuruni taxi dan berjalan masuk ke dalam rumah mommy Dewa.
"Assalamualaikum",. Ucap Ibu saar berada si depan pintu rumah besan nya.
"Waalaikum salam",. Jawab bibi.. "Eh ibu Aurel, silahkan masuk bu,."
"Terima kasih, tolong bi panggilkan mommy nya Dewa,."
"Baik bu."
Beberapa saat kemudiab Mommy Jizzi datang menghampiri besan nya yang sedang duduk di ruang tamu.. Dan saat ibu Aurel melihat besan nya ia langsung berdiri.
"Saya merasa senang ibu bisa datang ke rumah saya.. Ouh yah bagaimana kabar ibu..???"
"Baik, Alhamdulillah." Ucap ibu,. "Maaf ada yang harus saya bicarakan dengan ibu."
" Apa itu bu, sepertinya sangat serius..???"
__ADS_1
"Dulu anda ingat, waktu datang ke rumah ku meminta Aurel menjadi menantu anda dengan sangat baik baik.. Dan hari ini saya sebagai ibu Aurel, meminta kembali anak saya secara baik baik,,. Saya sebagai ibu tidak ingin melihat anak saya di perlakukan seperti itu.."
"Maksud ibu...????" Ucap Mom Ji kaget dengan ucapan besannya..
"Saya ingin mengambil anak saya kembali,. Saya sebagai orang tua tidak tega melihat anak saya di perlakukan seperti itu.. Sejak kecil Aurel ku rawat dengan kasi sayang, jangan kan memukul nya berkata kasar pun tak pernah ku lakukan di hadapan nya.. Dan anak anda Dewa, yang baru saja beberapa bulan menjadi suaminya dengan tega menyiksa anak ku, tanpa mendengar penjelasannya..
"Bu, apa maksud ibu..? Jujur saya tidak mengerti dengan ucapan ibu.? Dan bukan kah Dewa dan Aurel baik baik saja..?? "
"Tanyakan sendiri ke putra anda, apa yang ia telah perbuat kepada Aurel,, saya tahu ibu orang yang baik, pasti ibu akan mengerti dengan posisi saya.. Jadi tolong katakan kepada Dewa, jangan lagi mencari atau menghubungi Aurel." Ucap Ibu lalu berdiri dari duduknya..
"Terima kasih, karna sudah menjadi ibu mertua yang sangat baik untuk Aurel." Ucap nya kembali lalu berjalan keluar dari rumah mommy Jizzi..
Mommy Ji, hanya terpengangah mendengar ucapan ibunya Aurel,.. Jelas saja karna saat ini Mom Ji tidak tahu menahu tentang rumah tangga Dewa, karna sekira nya Dewa dan Aurel hidup sangat bahagia, karna mereka saling mencintai.
"Sayang, apa yang kau lakukan di sini..?" . Tanya Dad Ezra yang baru saja keluar dari ruang kerja nya.
Mom Ji tersadar dan langsung berjalan kearah kamarnya untuk bersiap siap ke rumah Dewa..
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau terburu buru..? Apa yang terjadi..?"
"Sayang, tolong antar aku sekarang juga ke rumah Dewa, ada yang ingin kupastikan di sana."