Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 37


__ADS_3

Kini Mey sedajg sibuk berkutat di dapur, menyiapkan menu makan malam untuk sang suami. Dan tentu nya Mey di bantu oleh bibi.. Setelah semuanya beres, kini Mey melirik jam yang berada di dinding. "Sebentar lagi." Ucap Mey, lalu berjalan menuju kamar nya..


Saat Mey berjalan melangkah menaiki anak tangga, terdengar suara dari arah belakang, membuat Mey berhenti melangkah, dan menoleh.. Ternyata yang memanggil tak lain adalah sang suami Anzel.


"Sayang." Panggil Anzel.


"Kau sudah pulang.?" Tanya Mey sambil mendekat ke arah Anzel,.


"Iya, pekerjaan ku sudah selesai semuanya "


Mey dan Anzel kini berjalan beriringan menuju kamar mereka.. "Apa ada kejadian di perusahaan hari ini.?" Tanya Mey. Membuat Anzel melihat ke arah Mey.


"Seperti nya kau sudah tau sayang." Jawab Anzel. Dan Mey tersenyum. "Aku yakin Roy pasti sudah memberitahu mu semuanya, kan Roy adalah mata mata mu." Jelas Anzel, membuat Mey malu.


"Ouh ya, aku mau membersihkan diri dulu. Apa kau mau membantu ku sayang.?" Tanya Anzel.


"Aku yakin ujung ujungnya pasti ke situ." Jawab Mey.


Platak... Anzel menyentil dahi Mey, dan berucap "Kenapa pikiran mu selalu menuju ke situ sih.? Otak mu benar benar suka traveling."


"Apaan sih Zel, yang buat aku traveling itu kamu. Siapa suruh ngajak aku mandi."


"Yah udah mau ikut apa ngak.?" Tanya Anzel,


"Ngak ah, lagi malas aja. Ntar aku di bilang traveling lagi,."

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar sampai aku selesai, kemudian kita makan bersama."


••••••••••••


"Sayang." Panggil Dewa pada sang istri.


"Iya sayang ada apa.?" Jawab Aurel.


"Tadi Anzel menelpon ku. Katanya ada perempuan dari masa lalu nya yang datang ke perusahaan nya. Apa kau mengenal perempuan itu.?"


"Perempuan dari masa lalu.?" Tanya Aurel.


"Iya sayang."


"Yang aku tahu cuman ada dua perempuan yang dekat sama Anzel, aku dan juga Mey. Kecuali Anzel pacaran sembunyi sembunyi di belakan aku dan Mey."


"Hahahahah."


"Kenapa tertawa sayang."


"Aku ngak akan bisa banyangin gimana nasib nya perempuan itu jika Mey mengetahui nya.."


"Apa Mey semengerikkan itu yah.?" Tanya Dewa.


"Lihat saja sendiri sayang. Mey itu jika sudah menyayangi sesuatu yang jelas itu miliknya, maka ia tidak akan melepaskan nya, walau apa pun yang terjadi. Kecuali,."

__ADS_1


"Kecuali apa.?"


"Kecuali Anzel sendiri yang meminta Mey untuk menjauh. Tapi aku yakin itu tidak mungkin terjadi, secara mereka sama sama saling mencintai, hanya saja saat ini Mey terlalu egois atau malu mungkin mengunggkapkan perasaan nya yang sebenarnya."


"Iya kau benar sayang, sepertinya memang Mey malu mengungkap kan perasaan nya." Ucap Dewa, lalu kemudia memeluk tubuh Aurel. "Aku bersyukur kamu memiliki dua sahabat yang begitu baik, andai mereka tidak ada waktu itu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu dan juga Junior kita. Dan aku juga tidak tahu, akan jadi apa sepertinya diriku."


"Stop sayang, jangan ingat kejadian itu lagi. Cukup kita melihat ke depan, jangan mengingat ke belakang lagi."


"Kau benar sayang. Dan terima kasih karna masih mau memberiku kesempatan. Aku bahagia, benar benar sangat bahagia." Ucap Dewa haru.


"Aku juga bahagia, bisa kembali bersama mu."


sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..🤭🤭


..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...


Autor tunggu yah..😉


Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.


..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...


..."POLISI AROGAN SUAMIKU"...


Siapkan tisu jika ingin membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen yah😉😉


__ADS_2