
Keesokan harinya. Dewa terbangun dari tidurnya. Karna merasa ada yang sedang menoel noel pipinya dengan jemari jemari. Siapa lagi jika bukan Junior.. "Ayolah Dad, cepat bangun. Mommy sudah menunggu kita di bawa untuk sarapan."
"Hhhmmm tadi kau bilang apa sayang.? Coba ulangi sekali lagi."
"Daddy ayo bangun."
"Makasih, karna sudah memanggil Daddy.. Kau memang anak yang sangat pandai.. Kalau begitu Dad mandi dulu. Ouh ya bilang ke mommy kalau dad sangat mencintai nya." Ucap Dewa , dan berlalu ke kamar mandi..
•••••
"Mommy......" Teriak Junior sambil berlari ke arah mom nya.
"Ada apa sayang, kenapa teriak.? Dan awas jangan berlari nanti kau terjatuh."
Junior mengatur nafasnya setelah sampai di dekat mommy nya.. "Itu mom. Daddy bilang dia sangat mencintai mommy.."
"Apa.?" Ucap Aurel.
"Daddy bilang, dia mencintai mommy.."
"Daddy.? Sejak kapan Junior memanggilnya Daddy.? Apa uncle memaksa mu Junior.?"
"Tidak.. Junior sendiri yang ingin memanggilnya seperti itu. Apa mommy lupa jika Junior sangat ingin memiliki Daddy seperti teman teman Junior." Ucap nya sambil menunduk.. " Dan saat Junior tahu bahwa Daddy masih hidup, makanya Junior sangat senang.. Tapi maaf jika membuat Mommy marah.. Junior janji akan memanggilya uncle kembali.."
__ADS_1
"Sayang.. Mom tidak marah. Dia memang Dad mu, dan pantas kau panggil seperti itu." Ucap Aurel sambil memeluk tubuh anaknya.. "Apa Daddy mu sudah bangun.?" Tanya nya kembali saat melepas pelukan nya..
"Sudah mom. Dad sedang mandi."
•••••••••••••••
Di perjalanan pulang tak henti hentinya Dewa menebar senyum.. Akhinya masa masa yang di nantikan pun tiba. Dimana di dalam mobil yang saat ini ia kendarai ada istri dan anak nya tercinta.. Walaupun belum ada kepastian dari istrinya. Tapi itu tidak membuat Dewa patah semangat untuk kembali berjuang demi kedua orang yang sangat ia cintai. Yaitu Aurel dan Junior..
"Dad, apa Daddy juga akan tinggal bersamaku dan Mommy.?"
"Maaf sayang, untuk saat ini belum karna Daddy masih mengurus pekerjaan."
"Iya betul itu sayang, daddy mu sangat sibuk mencari uang.." Timpal Aurel
"Dad untuk apa mencari uang.? Bukan kah mainan yang Daddy berikan padaku sudah banyak. Jadi tidak usah bekerja lagi. Junior janji tidak akan meminta mainan mahal lagi."
"Dad janji setiap hari Daddy akan menemui mu dan jika Dad tidak punya pekerjaan Daddy akan mengajak mu bermain.."
"Kenapa tidak tinggal bersama kami saja Dad, jika ingin menemui ku setiap hari."
"Tidak seperti itu syg.. Masalahnya Daddy bekerja di malam hari, jadi tidak bisa menemani kita." Jelas Aurel..
"Andai saja kau tahu nak,. Daddy sangat ingin tinggal bersama kalian lagi. Hanya saja, Daddy harus mengerti akan pilihan mommy mu untuk saat ini. Dan dad berjanji akan membawa kalian pulang bersama Daddy lagi." Batin Dewa.
__ADS_1
🍂🍂🍂🍂
Setiap harinya. Tak henti hentinya Dewa memberi perhatian pada Aurel.. Secara langsung ataupun lewat pesan.. Namun tak ada sama sekali balasan yang Dewa dapatkan.. Tapi meskipun begitu, Dewa tetap tidak menyerah akan keputusan nya saat ini.. Yaitu berjuang untuk mendapatkan dua orang yang paling ia cintai.. Dan Dewa pun sangat bersyukur karna ibu Aurel saat ini tidak menghalanginya lagi untuk bertemu dengan Junior.. Dan Dewa pun dengan seksama sangat bahagia. Tiap hari Dewa menjenguk Junior, kadang juga Junior menginap di rumah oma nya,. Dan Junior pun juga sudah berkenalan dengan sepupunya Jasmin dan Al..
••••••••
Patah hati. Mungkin ini lah yang Dewa rasakan saat ini.. Kala ia melihat Aurel sedang duduk di sebuah cafe bersama dengan Fahmi. Bahkan Aurel terlihat sangat bahagia. Karna ia ikut tersenyum di sela perbincangan mereka.. Namun Dewa tak ingin mengambil langkah salah lagi. Ia hanya memandang dari arah jauh wajah Aurel. Ia tidak ingin membuat masalah seperti dulu lagi. Dimana cemburunya membuat dirinya hampir kehilangan anak dan bahkan istrinya..
"Apa Aurel bahagia bersama nya.?" Gumam Dewa yang masih bisa di dengar oleh Anzel..
"Maksud tuan.?"
"Apa aku harus merelakan nya Anzel.? Karna sepertinya dia lebih bahagia bersama dengan orang lain dari pada diriku." Ucapnya terlihat tegar, namum hati Dewa sangat perih dengan ucapan nya sendiri..
"Apa tuan akan menyerah sampai di sini saja.? Bukan kah tuan mencintainya.?"
"Aku sangat mencintanya, sangat sangat.. Tapi bukan kah jika kita mencintai seseorang, kita harus bisa melihat orang itu bahagia. Dan jika bersama nya ia bisa bahagia. Maka mungkin aku akan menyerah sampai di sini saja.." Lirih nya sambil menyeka air mata nya..
"Tapi tuan.. Bagaimana dengan Junior..? Dia butuh sosok ayah dan ibu nya secara bersamaan.."
Dewa tak menjawab pertanyaan Anzel.. Ia hanya tersenyum getir melihat Aurel yang terus saja tersenyum bersama dengan Fahmi..
"Pria sejati akan mengakui kesalahan nya dan mencoba memperbaiki nya." Dan menurut autor Dewa pria sejati.. Hanya saja takdir belum berpihak padanya..
__ADS_1
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰..
Jangan lupa like, comen dan vote yah.😘😘