Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
42


__ADS_3

Saat ini mom Ji sedang berada di rumah sakit, berdiri tepat di depan ruangan sang cucu berada. Mom Ji menyeka air mata melihat cucunya, tangis kebahagian dan kesedihan bersatu tak terbendung lagi.. Bahagia mengetahui sang cucu saat ini sedang baik baik saja. Tapi bersedih karna melihat sang cucu hingga saat ini belum bisa bertemu dengan ibu nya..


"Sus bagaimana keadaan cucu ku.?" Tanya mom Ji, kepada suster yang baru saja keluar dari ruangan nicu..


"Sus, cucu saya yang ada di brangkar ujung." Tunjuk mom Ji ke arah cucunya.


"ouh ia bu. Alhamdulillah cucu ibu sudah baik baik saja.. Mungkin besok sudah bisa keluar." Terang suster..


Mom Ji merasa sangat bahagia mendengar kabar jika cucu nya sedang baik baik saja, dan besok sudah bisa di bawa pulang. Dan sekarang mom Ji kembali berpikir siapa yang akan menjaga nya, sedangkan Aurel menantunya saat ini belum sadarkan diri. Dan akhirnya mom Ji memutuskan untuk menghubungi Anzel, meminta izin agar mom Ji bisa membawa sang cucu untuk di rawat, sampai cucunya siap untuk naik pesawat.


Lagi lagi, Anzel luluh dengan perkataan mom Ji. Karna mom Ji berjanji tidak akan memberitahukan pada siapa pun tentang cucunya ke Dewa dan suaminya.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Malam hari nya, saat semua sudah terlelap dengan tidur panjang nya. Mom ji masih setia membuka mata. Berpikir alasan apa yang tepat untuk di katakan kepada sang suami, agar bisa menerima bayi Dewa di rumah ini tanpa tau yang sebenarnya.


"Sayang, kenapa belum tidur juga.?" Tanya Dad Ezra yang berhasil membuat mom Ji tersadar dari lamunan nya.


"Tidurlah kembali sayang, aku belum bisa tidur."

__ADS_1


"Apa ada yang kau pikirkan.?, coba ceritakan padaku."


"Jika aku memberitahumu apa kau tidak akan marah sayang.?"


"Pernah kah aku marah kepadamu sayang." Tanya Dad Ezra kembali.


"Tidak."


"Lalu katakan lah."


"Sayang, boleh kah aku menolong cucu nya teman ku.?"


"Maksud mu sayang.?"


"Sayang, perbuatan mu sangat baik, aku mengizinkan mu, tapi hanya saja kau tidak boleh terlalu capek nanti nya."


"Terima kasih sayang,." Ucap Mom ji lalu memeluk tubuh sang suami,. "Kau memang suami yang terbaik."


Kesesokan hari nya, sesuai janji nya dengan dokter hari ini baby Aurel sudah bisa di bawa pulang,. Mom Ji yang sudah menggendong sang cucu merasa sangat bahagia tanpa terasa menetesakn air matanya.. Dad Ezra yang melihat itu menjadi bertanya tanya dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Kamar Dewa pun sudah di sulap sedemikian rupa nya untuk cucunya tercinta.. Dan yang tidak mau terlalu pusing hanya diam saja tidak ingin bertanya lebih, karna melihat istrinya yang begitu sangat bahagia.. Selang beberapa saat Dewa pun datang dengan keadaan yang seperti biasa,, keadaan yang sangat kacau karna belum berhasil mendapat kabar tentang Aurel..


"Mom". Lirih Dewa saat masuk ke dalam kamar nya.. Kaget melihat ada bayi yang sedang tidur di atas ranjang miliknya.


"Sayang, kau sudah pulang?. Bagaimana, apa ada kabar tentang Aurel.?"


"Belum mom." Ucap Dewa lesuh.


"Mom, siapa bayi ini.? Kenapa dia di sini mom.?"


"Ouh itu, dia cucu nya teman mommy, dan mungkin untuk beberapa bulan ini dia akan tinggal bersama dengan kita, karna saat ini ibu nya sedang sakit." Jelas mom. "Bisa kan kau membantu mommy menjaga nya.?"


Dewa yang melihat bayi itu, entah kenapa hatinya menjadi menghangat, rasa lelah yang ia rasa tadi tiba tiba hilang sudah, kala Dewa menaiki ranjang dan menggenggam tangan mungil bayi tersebut.


"Mom, siapa nama nya.?" Tanya Dewa.


"Dia belum punya nama sayang. teman Mommy hanya memanggil nya bayi saja, apa kau punya saran nama yang bagus.?"


"Akan ku pikirkan mom."

__ADS_1


Saat lebih dalam Dewa memandang bayi yang tengah tertidur lelap di ranjang nya, entah mengapa hatinya Dewa merasa nyaman, dan tanpa sadar Dewa pun berbaring di sisi bayi nya dan tertidur pulas. Mom Ji yang melihat keduanya hanya bisa menahan tangisnya.


"Maafkan mommy nak, yang harus merahasiakan ini semua nya." Batin mom Ji.


__ADS_2