
Setelah keluar dari ruangan tuan nya, Roy langsung meraih ponselnya, dan melaporkan semua kejadian kepada nyonya nya. Tentang Anzel yang akan setia memakai gaya rambut blateng nya.. Mey yang terus saja mendengar ucapan Roy, hanya bisa terdiam. Tidak bisa berkata kata lagi..
"Nyonya, apa nyonya masih sadar..?" Tanya Roy saat sambungan masih terhubung..
"Kau kira aku pingsang Roy." Jawab Mey dengan sebuah pertanyaan..
"Ouh maaf nyonya, kukira tadi nyonya pingsang, karna sedari tadi aku ngomong nyonya ngak menyaut sama sekali." Jelas Roy..
"Aku hanya mendengar dan menyimak dengan baik.. Yah sudah Roy, makasih atas info yang kau berikan hari ini." Ucap Mey lalu memutuskan panggilang nya..
Mey terus saja berfikir, kenapa Anzel masih setia dan justru bangga mau memakai model rambut seperti itu. Yang jelas jelas sangat lucu dan sangat kuno.. Lama terdiam akhirnya Mey meraih ponsel nya kembali, dan mengirim pesan kepada Anzel..
"Yang semangat kerja nya, jangan lupa makan siang yah, dan ingat pesan ku tadi pagi, jangan dekat dengan perempuan lain di luar sana.. Awas jika sampai itu terjadi." Isi pesan Mey kepada Anzel sang suami..
πππππππ
"Aku punya ide, agar kau bisa menjebol gawang miliknya."
"Ide apa itu..?"
__ADS_1
"Sini, biar ku bisik kan padamu." Ucap Dewa lalu Anzel mendekat ke arah Dewa.
"Tidak, tidak. Jangan gila, aku tidak setuju dengan ide gila mu itu." Ucap Anzel sambil menggelengkan kepalanya..
"Kenapa..?? Bukan kah ini ide yang sangat bagus..?" Ucap Dewa.
"Menurutmu sangat bagus, tapi menurut ku tidak.."
"Hey Anzel ayo lah, aku yakin cara ini pasti akan berhasil." Ucap Dewa,
"Tidak." Tegas Anzel, lalu meraih poselnya karna mendengar bunyi notif pesan..
Anzel tersenyum membaca pesan yang Mey, kirimkan padanya.. Sehingga membuat jiwa kepo Dewa on seketika..
"Mey.." Jawab Anzel singkat.
"Itu pesan dari Mey, dan kamu tersenyum membaca nya, itu artinya, kamu udah ada rasa sama Mey.."
"Rasa pasti ada lah Dewa, secara Mey itu sahabat ku, apa kamu lupa..?' Ucap Anzel, lalu Dewa meriah ponsel milik Anzel.. "Dewa apa apaan sih ?" Tanya Anzel..
__ADS_1
Dewa yang membaca pesan milik Anzel, langsung tersenyum, dan mengembalikan kembali ponsel Anzel..
"Fix, Mey menyukai mu, dan kau pun menyukai Mey, tapi kalian berdua dalam mode yang masih sama sama malu. Kalian masih bersembuyi di balik persahabatan. Padahal jelas sudah ada cinta antara kalian berdua.. Tapi kalian masih belum mau mengakui nya." Jelas Dewa membuat Anzel terdiam sejenak lalu berucap..
"Ya, aku akui, aku menyukai Mey sejak lama. Sejak ia sudah mulai menjadi sahabat ku. Hanya saja, aku tidak ingin mengatakan nya saat itu. Aku takut jika aku bilang sejujurnya pada Mey saat itu, maka ia tidak ingin lagi menjadi sahabat ku." Jelas Anzel.
"Jadi, sampai kapan kau akan menyembunyikan perasaan mu..???" Tanya Dewa dengan serius..
"Ntah lah Dewa. Mungkin sampai aku tahu tentang bagaimana perasaan Mey padaku.. Karna aku takut jika Mey, tidak mencintai ku sebagai laki laki, tapi hanya mencintai ku sebagai sahabat nya." Lirih Anzel..
"Ayo kita buktikan. Sekarang kita lakukan rencana, yang seperti tadi ku katakan padamu. Kita bisa tau, apakah Mey memang mencitai mu atau hanya menganggap mu sebagai sahabat nya saja." Jelas Dewa..
"Apa kau yakin ini tidak beresiko..??" Tanya Anzel..
"Aku yang akan tanggung jawab." Ucap Dewa lantang..
Kan autor khilaf lagi hari ini π€π€π€. Kira kira rencana apa yg akan Dewa siapkan untuk Mey, agar Anzel bisa menjebol gawang..???
Hahahahha, pikir sendiri deh kalian,.
__ADS_1
Dan pikir juga, apakah Anzel berhasil atau tidak..???π€π€
Jangan lupa like dan komen yah syg syg nya Autorπ₯°π₯°π₯°