Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 28


__ADS_3

Setelah melakukan makan malam. Kini Mey dan Anzel sedang bersantai duduk di ruang kelurga sambil memonton acara di tv.. Anzel tersenyum meihat Mey yang sedari tadi fokus menonton.. Anzel sampai menggeleng kepala melihat tingkah istri nya yang seperti anak remaja..


"Apa aku boleh tidur di sini.?" Tanya Anzel sambil menepuk paha Mey secara pelan..


Mey yang mendegar ucapan Anzel dan tepukan di pahanyan langsung menoleh dan tersenyum.. "Tidak perlu meminta izin,. Kalau mau silahkan." Jawab Mey.. Lalu Anzel membaringkan tubuhnya, dengan paha Mey yang menjadi bantalan nya..


"Mey." Panggil Anzel.


"Iya Zel. Ada apa..?"


"Jika besok besok aku kehilangan perusahaan apa kau masih ingin bersamaku.?" Tanya Anzel..


Mey seketika menundu menatap wajah Anzel. Lalu tangan Mey memengang wajah Anzel, membelai dengan lembut pipi Anzel.. "Apa yang sedang terjadi.?" Tanya Mey..


dan jujur hati Anzel dan hati Mey saat ini sedang tidak baik baik saja.. Jantung mereka berpacu dengan sangat cepat, melebihi larinya seekor kudaπŸ˜….. Ini pertama kalinya Anzel mendapat perlakuan lembut dari sang sahabat sekaligus sang istri. Jujur Anzel benar benar sangat terharu dengan tingkah Mey, yang seperti ini..


"Tidak ada.. Aku hanya bertanya saja." Jawab Anzel.

__ADS_1


"Apa kau benar benar mencintaiku.?" Tanya Mey. Lalu Anzel menganggukkan kepalanya..."Jika kau mencintaiku seharunya kau berbagi dengan ku. Jika kau sedang ada masalah cerita lah. Aku siap mendengar semuanya. Jadi kanaku tempat untuk meluapkan semua keluh kesa mu.." Ucap Mey.


"Percaya padaku. Tidak ada yang terjadi. Pertanyaan itu hanya spontan saja keluar dari mulutku." Jelas Anzel.


Lalu Mey tersenyum menatap wajah Anzel. Dan seketika.. Cuppppp, Mey mengecup singkat bibi Anzel.. Anzel tersenyum dengan tingakah Mwy yang menurutnya begitu sangat lucu dan menggemaskan..


"Apa tamu itu sudah pergi.?" Tanya Anzel.


"Iya." Jawab Mey, sambil tersenyum malu.


Anzel seketika bangun dan langsung berdiri menggendong Mey ala bridal style.. Mey langsung tersenyum dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Anzel..


"Ya,." Jawab Mey sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Anzel karna merasa malu..


Di dalam kamar..


"Acchhhh,." Kini Mey sudah mengeluarkan suara aneh yang menurut Anzel itu adalah suara yang paling merdu dan sexi.

__ADS_1


Anzel men*cium lembut bibir Mey.. Lama lama ciuman itu menjadi ciuman panas, membawa gairah yang begitu sangat luar biasa di antara Anzel dan Mey.. Dan tangan Anzel pun tak tinggal diam. Tangan nya sibuk bermain di kedua gunung kembar milik Mey.. Membuat Mey menggeliat di bawah tubuh Anzel..


"Hheemmmm." Ucap Mey, saat Anzel melepas ciuman nya dan turun lebih lebih dan lebih kebawah lagi..


"Acchhhhhhhhak." Suara Mey kembali terdengar membuat Anzel samakin bergairah.. Kini Anzel sedang melum*at buah da*da Mey dengan snagat rakusnya, sehingga kembali Mey di buat embgiat di bawa sana..Terlebih lagi saat ini tangan jari Anzel tangah sibuk bermain di bawa sana.. Sehingga Mey benar benar sudah tak mampu lagi untuk menahan suara desahan nya..


"aahhhhh, Anzel aahhhhhh." Ucap Mey sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganta agar tidak terdengar jelas..


Anzel menarik kedua tangan Mey,."Keluarkan suara indah mu sayang. Aku suka mendengarnya." Bisik anzel, lalu menggigit pelan telinga Mey..


"Zel, sepertinya aku akan kedatangan tamu lagi." Ucap Mey, yang merasa ada yang aneh dari dirinya..


"Keluarkan saja sayang, itu bukan tamu. Tapi itu kenikmatan." Ucap Anzel lalu kembali me****** bibir Mey dengan sangat rakusnya..


Stop dlu, nanti di lanjut..πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Tau ngak kalian, autor sampe pikir ini mau di jadikan apa, dan bagaimana..???πŸ˜…πŸ˜… pusing dengan adengan jebol gawang nya..🀭🀭

__ADS_1


semoga kalian suka.. tapi kayanya kalian bakalan kecewa krn kegantung lagiπŸ˜…πŸ˜…βœŒβœŒβœŒ


__ADS_2