
Setelah menelpon Aurel, dan membicarakan hal tentang menjebol gawang, kini Mey paham akam maksud perkataan Anzel tadi.. Mey yang sudah mengerti langsung mengganti pakaian nya dengan lingerie yang sangat transparan.. Mey yang melihat pantulan dirinya di cermin hanya bisa menggelengkan kepalanya karna melihat dirinya yang menurutnya bukan dirinya lagi.. "Astaga baju apa ini..? Kenapa Aurel memberikan baju ini dulu sebagai kado pernikahan." Ucap Mey, lalu memutar mutar badan nya melihat ke arah cermin kembali..
"Kok aku kaya cewe cabe cabean yang ingin mencari mangsa yah..???" Ucap Mey sendiri sambil tertawa.. "Ehhh kok aku justru tertawa yah.?" Ucap nya kembali..
Anzel yang sedari tadi sudah selesai dengan ritual mandinya, hanya bisa berdiri diam memandang Mey yang terus saja bercermin sambil berbicara sendiri.. Anzel bahkan ikut menggelengkan kepala nya dan ikut tertawa kecil melihat tingkah Mey yang ada di hadapan nya.. "Sangat lucu." Batin Anzel,.
"Hhhmmmmm." Anzel berhadem, membuat Mey tersadar, dan langsung menoleh ke arah Anzel.. Dan betapa kagetnya Mey saat melihat Anzel yang kini tepat di hadapan nya hanya menggunankan handuk melingkar di pinggangnya, sehingga membuat dada sixpack Anzel terlihat begitu sempurnah di mata Mey..
"Sempurnah." Ucap Mey pelan namun masih dapat di dengar oleh Anzel.. Anzel tersenyum dan membalas ucapan Mey..
"Kau juga sempurnah." Ucap Anzel lalu berjalan ke arah Mey,..
Mey yang mendengar ucapan Anzel, langsung kaget, dan melihat dirinya,. Mey tersadar kalau ternyata dia sedang memakai pakaian yang kurang bahan. Dan refleks Mey menutup kedua gunung kembar miliknya.. Anzel yang melihat itu, langsung mendekat dan menarik kedua lengan Mey..
"Aku sudah melihat nya, jangan di tutup lagi." Ucap Anzel, dan membuat Mey menunduk karena malu.
"Apa kau yakin, kau siap..?? Tanya Anzel, dan membuat Mey menganggukkan kepalanya..
Lagi lagi Anzel tersenyum melihat istrinya yang kini berada di hadapan nya. Anzel baru tahu kali ini jika Mey ternyata bisa juga merasa malu, karna selama menjadi sahabatnya, Mey tidak pernah merasa malu sedikit pun..
__ADS_1
"Kau yakin..???" Tanya Anzel kembali., Lalu Mey menoleh ke arah Anzel..
"Apa kau tidak ingin.??" Tanya Mey., Lalu Anzel tersenyum, dan mendekat ke arah Mey.
Cupppp.. Satu ciuman singkat mendarat di bibir Mey, membuat tangan Mey refleks menyetuh bibirnya..
"Manis." Ucap Anzel..
πππππππ
Aurel yang sudah mendapat kabar dari Mey tentang penjelasan menjebol gawang, langsung paham dengan semuanya.. Akhirnya Aurel membuaka pintu kamar, dan melihat sang suami yang masih betah berada di depan pintu kamar dengan penampilan yang acak acakan..
"Sayang." Ucap Dewa saat pintu kamar terbuka..
"Sayang tolong jangan marah yah.??" Bujuk Dewa..
"Kalau aku marah, aku tidak akan mungkin membuka pintu kamar ini..."
"Jadi kau tidak marah sayang..??? Terima kasih. Umachhhh.." Ucap Dewa merasa senang, lalu mencium kening sang istri..
__ADS_1
"Bersihkan dirimu sekarang." Pinta Aurel..
"Baiklah sayang, aku akan membersihkan diriku. Setelah itu, aku ingin menengok adik bayi, aku ingin melihat sedang apa adik bayi di dalam sana." Goda Dewa sambil tersenyum membuat Aurel menggelengkan kepalanya..
Autor khilaf langsung UP 2 eps.. Baik kan autor iniπ π π ..
Autor tebak, pasti banyak yg komen kecewa krn jebol gawang belum terlaksana, dan menengok adik bayi pun belum terjadi jg..π π π
Otak kotor kalian, berhenti berproses malam ini..
Jangan lupa like dan komen yah, kesanyangan autor semuaπ₯°π₯°π₯°π₯°..
Dan jangan lupa mampir ke karya ku yang lainnya..
...POLISI AROGAN SUAMI KU (kisah cinta orang tua Dewa)...
...MENIKAHI PRIA KEJAM....
Siapkan tisu jika ingin membaca nya..
__ADS_1
Selamat bermalam jum'at..
autor syg kalian semuaπ₯°π₯°