Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
73


__ADS_3

Pagi hari, Aurel sibuk berkutat di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk Junior.. Saat tengah sibuk memasak Junior berlari menghampirinya..


"Mommy.." Panggil Junior yang tepat berdiri di belakang mommy nya..


"Ada apa sayang..?" Ucap Aurel yang tunduk mengsejajarkan tubuhnya dengan Junior..


"Mom, kapan daddy pulang. Junior sudah rindu daddy mom.."


"Ouh sayang, daddy lagi sibuk bekerja.. Nanti kita telpon daddy yah, tapi sebelum itu Junior harus sarapan dulu.."


"Baik mom."


Selang beberapa saat, setelah sarapan Aurel melangkah kan kaki nya, berjalan masuk ke kamar Junior meraih hp nya yang berada di atas nakas, berniat untuk menelpon Dewa.. Namum saat membuka key ponsel nya. Aurel sangat terkejut membaca isi pesan dari Dewa.. Seketika kaki Aurel yang berpijak di lantai menjadi lemas seperti tak bertulang.. Ia terjatuh sambil memengang dada nya yang terasa sangat sesak akibat membaca pesan dari Dewa..


Seketika air mata mengalir menjatuhi pipi mulusnya.. Menangis sejadi jadinya, setelah tahu bahwa Dewa telah menyerah dengan semua ini.. Sakit, hanya itu yang Aurel rasakan. Menyesal, ya Aurel menyesal, karna telah menyepelehkan permohonan maaf yang tulus dari suaminya..


Aurel menangis sejadi jadi nya. Sampai Junior merasa heran dan menghampiri sang mommy.. Junior memeluk erat tubuh mommy nya, memberi kekuatan dari pelukan nya.. "Mommy, apa daddy jahat kepada mommy.?"


"Hikkkkkkssssssss, maafkan mommy sayang.." Ucap Aurel dengan isak tangis nya..


"Mom, apa daddy yang membuat mommy menangis..? Jika ternyata daddy jahat, Junior siap kembali ke rumah oma.." Ucap Junior,.

__ADS_1


Jujur Junior tidak tegah melihat sang mommy yang menangis seperti ini.. Karna dulu saar Junior masih tinggal bersama dengan sang oma, Junior sangat sering melihat sang mommy menangis di tengah malam. Dan Junior berpikir jika mommy nya menangis kali ini, karna daddy nya jahat.


"Tidak sayang. Daddy mu orang yang sangat baik Mommy lah yang salah karna telah menyakiti daddy mu.."


"Hapus air mata mommy, dan jika mommy merasa bersalah minta maaf lah kepada daddy. Junior yakin daddy akan memaafkan mommy." Ucap Junior sambil menyeka air mata mommy nya..


"Terima kasih sayang.." Ucap lalu kembali memeluk Junior..


Saat sudah merasa lebih tenang.. Aurel mencoba menghubungi ponsel suaminya, namun sayang ponsel suaminya berada di luar jangkauan. Tidak kehilangan akal, Aurel mencoba menelpon Azraf sekretaris Dewa. Dan benar saja baru bunyi panggilan pertama Az sudah menjawab panggilan nya..


"Halo nyonya. Ada yang bisa saya bantu.?" Jawab Az di seberang sana..


"Maaf nyonya. Tuan Dewa sedang berada di dalam kamar hotelnya, ia tidak ingin di ganggu. Dan sepertinya keadaan tuan saat ini sedang sangat kacau.." Jelas Az.


"Az kalian di mana.? Dan kapan kalian akan pulang.?"


"Kami berada di kota bandung nyonya.. Maaf nyonya jika saya lancang,. Apa yang terjadi sehingga tuan terlihat kacau seperti itu.."


"Tolong Az, jaga suami ku dengan baik.. Apa pun yang ia lakukan tolong kabari aku Az,. Kumohon."


"Baik nyonya."

__ADS_1


"Ouh yah Az, dan satu lagi tolong katakan pada suami ku suruh dia mengaktifkan ponselnya.."


"Baik nyonya."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Saat setelah panggilan telponya terputus,. Az berlalu dan membuka pintu kamar Dewa.. Ia ingin menyampaikan pesan dari Aurel..


"Tuan tadi nyonya Aurel menelpon." Ucap Az,. Namun tak ada jawaban dari Dewa.


Jujur saat ini Az merasa sangat prihatin melihat Dewa. Yang sedari tadi posisinya belum juga berubah sejak Az masuk pertama kali..


"Tuan, nyonya meminta anda untuk mengaktikan ponsel anda tuan. Nyonya ingin berbicara kepada anda, tuan."


Tetap tidak ada jawaban dari Dewa, yang mana membuat Az merasa geram.


"Ayolah Dewa. Kenapa kau seperti ini. Jika kau masih mencintai Aurel, maka kejar lah cinta mu." Ucap Az, selaku sahabat Dewa sekaligus sekretarisnya.


"Tapi Az, Aurel tidak bahagia dengan ku.. Aku sangat mencintai nya dan ingin Aurel bisa bahagia,. Dan jika kebahagian Aurel tidak bersama ku, maka aku iklas melepasnya.."


"Ayolah Dewa, kau bilang iklas tapi keadaan mu sangat kacau seperti ini, yang benar saja. Sini ponsel mu, biar ku aktifkan.." Ucap Az, lalu meraih hp Dewa dan mengaktifkan nya..

__ADS_1


__ADS_2