Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
39


__ADS_3

Mom Ji, Dad Ezra dan Dewa saat ini sedang berada di mobil yang di kendarai oleh supir untuk menuju ke rumah Aurel,. Saat mobil yang mereka tumpangi sudah berada di halaman rumah, ketiga nya pun turun dari mobil..


Dewa berjalan dengan cepat di depan dan di susul oleh Mom Ji dan Dad Ezra di belakang nya..


"Aurel".. Panggil Dewa saat berada di depan pintu rumah, dan sambil mengetok pintu.


"Aurel, kumohon buka pintu nya," Lirih Dewa,


"Dewa pelan pelan saja nak, semua tetangga mendengar mu jika kau teriak dan mengetuk pintu seperti itu." Ucap Dad Ezra.


"Aurel kumohon buka pintunya, aku menyesal Rel,.."


Salah satu tetangga yang mendengar teriakan dari rumah ibu Aurel, langsung berjalan ke rumah ibu Aurel. "Cari Aurel yah bu.? Eh tunggu bukan kah ibu mertua Aurel, dan dia suami Aurel.?" Tanya ibu sambil melihat ke arah Dewa.


"Iya betul, dan kami kesini ingin menemui menantu kami,." Ucap Mom Ji.


"Maaf, apa ibu punya masalah dengan ibunya Aurel .. Karna setahu saya ibu Aurel sudah tidak tinggal di rumah ini sejak sebulan yang lalu,"


"Maksudnya..??" Ucap Dewa.


"Ibu Aurel sudah pindah, semenjak Aurel sakit dan keguguran,."


Dewa merasa lemas, mendengar ucapan tetangga dari ibu Aurel, yang mengatakan Aurel keguguran.. Kaki Dewa kini sudah tak mampu lagi untuk berpijak,. "Dewa,". Ucap dad Ezra sambil memengang tubuh Dewa.

__ADS_1


"Mom, dad. Bayiku, bayiku.." Lirih Dewa yang sudah tak mampu lagi memendung air matanya..


"Dewa kau harus kuat,." Ucap Dad Ezra,.


Sedangkan Mom Ji hanya bisa menangis mendengar ucapan dari ibu tersebut.."Sayang, aku tunggu di mobil." Ucap Mom Ji lalu meninggalkan Dewa dan suaminya.


Jujur mom Ji sangat bersedih mendegar kabar tentang kehilangan sang cucu.. Dan sangat kecewa dengan Dewa, karna akibat Dewa lah, cucu nya sampai tiada.. Di dalam mobil Mom Ji terus saja menyeka air matanya mengingat bagaimana nasib menantu nya sekarang ini.


Mom Ji sangat tahu betul pasti saat ini Aurel sedang tidak baik baik saja. Sama seperti dirinya dulu ketika suaminya berselingkuh, tapi ini beda Dewa tidak berselingkuh hanya saja Dewa tega membunuh anak nya sendiri dan itu lebih kejam.. Dan mom Ji sangat kecewa akan hal itu..


"Sayang, kau kenapa..??" Tanya Dad Ezra kala sudah berada di mobil duduk tepat di samping sang istri, sedangkan Dewa duduk di depan tepat di samping sopir.


Mom Ji hanya terdiam, sambil sesekali menyeka air mata nya..


Kini mereka semua telah tiba di rumah Dewa,. Dewa dan Dad Ezra telah turun dari mobil dan Mom Ji hanya diam saja, tidak ingin meboleh sama sekali ke arah Dewa..


"Sayang, kau tunggu saja di sini, aku akan mengantar Dewa masuk." Ucap Dad Ezra.


Namun sebelum beranjak, Dewa menghampiri sang Mommy dan duduk tepat di samping mommya. Menyandarkan kepalanya di pundak sang mommy..


"Mom, apa kau marah padaku.?, Mom aku tahu aku salah, tapi tolong Mom jangan marah kepadaku, tolong bantu aku mom untuk mencari istriku.. Jangan mendiamiku seperi ini." Ucap Dewa yang masih bersandar di pundak sang Mommy.


"Mommy kecewa dengan mu Dewa,. Mommy tidak menyangka bisa mempunyai anak seperti dirimu. Dan berhentilah mencari Aurel, biarkan Aurel hidup bahagia tanpa mengingat kejadian itu lagi,."

__ADS_1


"Mom,." Lirih Dewa kembali.


"Masuk lah dan beristirahat lah, Mommy akan pulang,."


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sebulan lebih sudah Dewa mencari Aurel namun hasilnya tetap nihil, tak menemukan sama sekali di mana keberadaan Aurel.. Tapi Dewa yakin Mey sahabat Aurel tengah bersama dengan Aurel. Mengingat setiap hari Dewa ke rumah Mey, namun jawaban ibu Mey tetap saja sama, ia tidak tahu ke mana Mey..


Dewa juga sudah menemui Anzel sahabat Aurel. Namun tetap saja hasilnya nihil, Anzel sama sekali tidak ingin bertemu dengan Dewa, dan itu kembaki membuat Dewa yakin anak Aurel yang tengah bersembuyi dengan sahabat nya..


"Aurel, kemana lagi aku harus mencari mu., Kenapa kau sangat pandai bersembuyi dari ku Aurel,? Kau tahu di sini aku sangat merindukan mu." Ucap Dewa yang duduk di lantai bersandar pada sisi ranjang dan memandangi foto Aurel.


Mungki karna lelah, akhinya Dewa tertidur dengan posisi yang masih sama, yaitu duduk di lantai sambil bersandar.


"Sayang, ayo bangun jangan tidur di sini, nanti kau akan sakit". Ucap Aurel sambil membelai pipi sang suami tercinta.


Cup.. Aurel mengecup kening Dewa dengan lembut,. " Aku mencintaimu Dewa."


"Aku juga sangat mencintai mu sayang." Lirik Dewa sambil mengeluarkan air matanya.


"Tuhan jika ini mimpi, ku mohon jangan bangunkan aku dari tidur ku ini.." Batin Dewa,


Sesuai janji Autor Up..

__ADS_1


__ADS_2