
Tiga hari berlalu,. Selama tiga hari ini Dewa sudah tidak bekerja lagi. Tiga hari ini ia habis kan hanya untuk bersama sang istri.. Di pagi dan siang hari ia terus saja memeluk tubuh istrinya, tidak ingin melepasnya sama sekali. Dan di malam hari, ia sibuk menggarap tubuh sang istri..
"Sayang." Ucap Aurel kala membuka mata nya di pagi hari, dan sudah melihat suaminya sudah terbangun di hadapan nya.. "Aku rindu Junior".
"Baiklah hari ini kita jemput Junior.."
"Hhhmm, tapi aku ngak ikut yah sayang."
"Kenapa...???"
"Sepertinya aku lagi ngak enak badan sayang.." Ucap Aurel, yang membuat Dewa panik.
"Yang mana yang sakit sayang..? Kita ke dokter sekarang yah.?" Ucap Dewa panik.
"Tidak usah ke dokter, aku hanya butuh istirahat, dan butuh Junior.."
"Baiklah sekarang aku jemput Junior yah, kamu di sini baik baik.. Ouh ya sarapan nya udah siap, mau aku suap atau makan sendiri..?"
"Makan sendiri sayang, pergi sana gih jemput Junior."
"Baiklah, cuup.." Dewa mengecup lembut bibi istrinya.. "Aku pergi dulu yah sayang."
"Hhhmmm, hati hati."
ππππ
"Junior." Panggil Dewa saat sudah berada di rumah sang adik..
"Dewa.." Panggil Adam.. "Kau ingin menjemput Junior...?" Tanya nya kembali.
"Ya uncle., Di mana Junior..?"
"Istriku membawa anak anak ke rumah mommy. Mereka semua sarapan di sana. Mungkin sebentar lagi akan pulang."
"Baiklah uncle, aku ke rumah mommy dulu." Ucap Dewa lalu hendak melangkah.
"Hey, mereka akan pulang sebentar lagi. Tunggu di sini saja.. Ada yang ingin ku tanya kan padamu."
"Baiklah.., Ada apa uncle..?" Tanya Dewa.
__ADS_1
"Apa kau sudah berbaikan sama Aurel.?"
"Ya uncle.."
"Syukurlah.. Uncle minta kau jaga dia dengan baik.. Dia wanita baik dan juga wanita yang sangat Dewasa.. Di juga mommy yang sangat baik untuk Junior."
"Ya uncle, aku berjanji akan menjaga nya dan akan membahagiakan nya.."
"Baguslah.."
"Ouh ya uncle, apa Junior nakal selama tinggal di sini.?"
"Anak mu sangat pandai, dan juga dewasa. Sepertinya dia mengikuti kepintaran mu dan kedewasaan mommy nya.."
"Yaa, Junior memang anak yang sangat luar biasa." Ucap Dewa sambil tersenyum..
"Daddy........" Teriak Junior dari arah pintu..
"Sayang." Ucap Dewa sambil melebarkan tangan nya agar Junior masuk ke dalam pelukan nya.. "Daddy rindu sayang."
"Junior juga Dad., Ouh yah di mana mommy...?"
"Mommy menunggu mu di rumah sayang.."
Dewa menaikkan alisnya mendengar ucapan Jasmin.. "Ada apa sayang.?" Tanya Dewa.
"Uncle, Jasmin tidak ingin Junior tinggal di rumahku kalau dia masih mengalahkan kaka Al." Ucap nya sambil cemberut..
"Maksudnya...??" Tanya Dewa.
"Dia memang seperti itu.. Jasmin tidak ingin siapa pun mengalahkan Al. Dan terbukti Junior bisa mengalahkan Al dalam bermain game, bahkan Jasmin meminta ku membelikan rumah untuk Al, sebesar rumah Junior." Jelas Dewa..
Dewa paham akan penjelasan Adam, yanh artinya Jasmin tidak ingin Al mendapat saingan.
"Sudah jangan cemberur sayang, karna uncle datang ke sini untuk menjeput Junior.. Terima kasih karna sudah bermain bersama Junior." Ucap Dewa pada Jasmin..
"Ouh yah di mana mommy kalian..?" Tanya Adam
"Mommy sedang pergi berbelanja dengan oma.."
__ADS_1
"Uncle, sepertinya aku harus pulang dulu. Kasihan Istriku sedang menunggu." Pamit Dewa, namun sebelum pergi Dewa berbisik di telinga Adam. "Sepertinya anak mu Jasmin jatuh cinta pada kaka nya.."
"Tidak mungkin."
"Apanya yang tidak mungkin.? Ahhh, sudah lah aku pulang dulu.."
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
"Ayolah Mey jangan seperti ini..? Minggu depan kita akan bertunangan, dan kita harus mempersiapkan semuanya.." Ucap Anzel.
"Zel, ayolah, apa ini tidak bisa di batalkan...???"
"Mey.. Orang tua kita sudah sepakat dan bahagia dengan kabar ini. Apa kau mau membuat ibu bersedih..?"
"Tapi Anzel.....
"Aku janji, setelah menjadi kau menjadi istriku, aku akan memberikan kebebasan untuk mu. Tapi harus ingat batasan.."
"Bukan begitu Anzel, hanya saja.....
"Kamu malu punya suami seperti aku..?"
"Kenapa harus malu.. Semua wanita di luar sana pasti ingin menjadi istrimu,"
"Terus kenapa kamu tidak.?"
"Yaa, karna kita sahabat. Aku ngak mau ngerusak hubungan kita yang lama menjadi hubungan yang baru.."
"Kau takut jika persahabatan kita rusak, karna kita menikah...???" Tanya Anzel, dan Mey menganggukkan kepala nya.
"Hey bukan nya bagus jika kita menikah, itu artinya persahabatan kita semakin erat.."
"Iaaa, tapi....
"Sudah lah jangan banyak bicara, sekarang kita ke rumah Aurel. Aku merindukan Junior."
Salam syg untuk kalian semua.π₯°π₯°
Yang mau kenal lebih dekat dengan otor ketuk pintu gc yah
__ADS_1
Otor khilaf tunggu kalian di groupππ€π€