
Sudah dua bulan belakang ini, Fahmi mendekati Aurel. Ia mengambil kesempatan kala mengetahui yang sebenarnya jika Aurel sedang lupa ingatan. Dan yang paling Fahmi senangi, Aurel melupakan tentang Dewa yang menjadi suami nya dan Aurel pun lupa tentang dirinya yang pernah di ceraikan oleh Fahmi.. Dan Fahmi pun mengambil kesempatan dalam kesempitan ini untuk kembali bisa menjalin kasih bersama Aurel..
Akhir pekan, itu artinya hari ini Aurel sedang tidak bekerja.. Dan tadi malam ia sudah bertukar pesan dengan Fahmi. Mereka berencana membawa Junior ke mall untuk bermain sepuasnya di sana.
Dan benar saja pukul 10pagi, Fahmi sudah berada di rumah Aurel untuk menjemputnya.. Ibu Aurel hanya bisa diam ketika melihat Fahmi..Ibu Aurel tidak ingin memberi tahu Aurel yang sebenarnya tentang Fahmi, karna ibu Aurel pun tahu selama ini tentang Aurel.. Hanya saja ia tetap diam..
"Apa kau sudah siap.?" Tanya Fahmi saat melihat Aurel sudah sangat rapi..Di pandangnya Aurel dari ujung kaki hingga kepala.. "Kenapa dulu aku sangat bodoh menyiayiakan perempuan yang sangat sempurnah seperti dirimu Aurel.."Batin Fahmi yang penuh dengan penyesalan.
"Sudah, hanya saja Junior tidak ikut. Ia memilih untuk pergi bersama Mey dan Anzel ke taman."
"Tidak mengapa, justru itu lebih bagus." Ucap Fahmi spontan.
"Maksudmu.?"
"Maksudku, sebenarnya sangat bagus jika Junior ikut bersama kita, hanya saja kenapa harus pergi bersama mereka.." Elaknya.
"Jangan pikirkan Junior lagi, karna jika sudah bersama Anzel maka ia akan lupa dengan ku.. Kau tahu kan Junior sangat suka memeras Anzel."
Fahmi hanya tersenyum..
"Bagaimana jika Junior tahu jika ayahnya sangat kaya raya. Aku yakin Junior akan bisa cepat akrab kepada Dewa." Batin Fahmi.
•••••••••
Karna sudah sangat merasa lelah berjalan menemani Aurel membeli ini dan itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam cafe..
"Aurel, kenapa kau tidak ingin di belikan apapun dariku.?" Tanya Fahmi.
"Maaf, tapi aku tidak terbiasa memakai uang orang untuk keperluan ku."
"Tapi kau memakai kartu Anzel untuk berbelanja, kenapa tidak kau pake saja kartu ku tadi.."
"Fahmi seberapa dekat kita dulu, sampai aku harus memakai kartu mu.? aku tidak ingin di bilang cewek matre jika aku berjalan dengan mu dan memakai fasilitasmu.. Dan untuk Anzel jelas saja berbeda karna dia adalah sahabat ku yang sudah kuanggap seperti saudaraku."
"Apa kau betul betul tidak ingat tentang diriku.?" Tanya Fahmi.
__ADS_1
"Aku hanya ingat kau teman kampusku. Itu saja."
"Aurel,. Aku sangat mencintai mu. Dan dulu saat sebelum kau hilang ingatan hubungan kita sangat harmonis.. Kita bahkan saling menyanyangi satu sama lainnya." Ucap Fahmi sambil menggenggam erat tangan Aurel yang berada di atas meja..
Ingin sekali Aurel menjambak rambut lelaki yg berada di hadapan nya saat ini.. Hanya saja ia tahan untuk saat ini..
"Apa benar seperti itu.? Tapi kenapa aku tidak merasakan nya.?"
"Itu benar sayang, dulu bahkan kau sangat mencintaiku."
"Benarkah..?" Tanya Aurel kembali..
"Ya sayang.. Bagaimana jika kita memulainya dari awal lagi. Aku janji akan membuat mu kembali mengingat tentang hubungan kita.."
"Baiklah, bantu aku mengingat semua yang telah hilang." Ucap Aurel dan berhasil membuat hati Fahmi bersorak. "Yessssssss."
...🍀🍀🍀...
Semenjak kejadian hari itu. Hari di mana Dewa memeluk tubuhnya. Aurel menjadi takut jika harus kembali bertemu dengan Dewa.. Padahal tanpa Aurel tahu semenjak saat itu Dewa terus saja mengikuti Aurel.. Dan saat ini saat Aurel pergi ke kantor hari ini., Dewa memutuskan untuk bertemu dengan mertuanya terlebih dahulu dan ingin meminta maaf secara langsung..
"Ibu". Lirih Dewa.. Namum ibu tak bergeming sama sekali.
"Bu, maaf atas kesalahan yang telah ku perbuat." Ucap Dewa sambil meraih tangan mertuanya dan hendak menciumi tangan ibu Aurel, namun dengan segerah ibu menepis tangan nya.
"Untuk apa lagi kau datang kesini. Bukan kah sudah cukup kau membuat Aurel menderita."
"Ibu, maaf.. Aku akui aku salah bu. Saat itu aku telah berlaku kasar kepada istriku, maafkan aku bu.." Ucap Dewa yang bersimpuh di hadapan mertuanya.
"Ibu sangat kecewa padamu Dewa. Dulu saat kau belum menikah tanpa sepengetahuan Aurel kau datang ke rumah ibu. Kau meminta Izin kepadaku dengan sangat baik dan sopan untuk meminta Izin agar mempersunting anak ku.. Dan kau juga berjanji akan menyanyangi nya. Tapi kau kelewatan Dewa, kau melanggar semua janji mu itu."
"Maaf bu.." Hanya kata ini lah yang terus terucap dari bibi Dewa. Ia sadar, ia sangat salah besar telah berbuat kasar kepada istrinya.
"Jika kau tidak mencintai putriku, seharuskan kau memulangkan nya dengan baik ke hadapan ku. Seperti saat dulu kau memintanya dengan baik menjadi istrimu.. Tapi kau justru malah membuat luka kepada Aurel.."
"Maafkan Dewa bu." Lirih nya kembali, sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Luka fisik pada tubuh Aurel mungkin sudah hilang tak berbekas, tapi luka batin yang kau berikan mungkin tidak akan mampun memudar walau kau terus saja berucap maaf.. Pulang lah Dewa, ibu tidak ingin kau berada di sini." Ucap nya lalu mulai melangkah
"Bu, kumohon maafkan aku bu.. Bu tolong, apapun akan ku lakukan asal ibu mau memaafkan ku bu., tapi tolong jangan memintahku untuk mejahui Aurel bu. Karna aku sangat mencintainya.." Ucap Dewa, lalu berdiri dan memengang tangan kiri mertuanya..
Plaaaaaakkkkkkk.. "Tangan kanan ibu Aurel berhasil menampar pipi mulus Dewa.
"Kau masih berani bilang cinta, haaaaaa..???? Setelah apa yang kau lakukan kepada putriku tiga tahun lalu. Aku bahkan yang telah mengandungnya dan merawatnya hingga ia menjadi istrimu, tak pernah ku pukuli,, jangan kan untuk memukul, membentaknya pun tak pernah.. Dan kau,, yang baru saja mengenal putri ku dan menjadi sauminya selama beberapa bulan. Dengan muda nya kau memukuli anak ku tanpa mau mendengar penjelasan nya terlebih dahulu. Kau membuat anak ku menjadi menderita selama ini, selama lebih 3tahun anak ku selalu saja menangis ditiap malam nya. Selama tiga tahu ini, ia mencoba bangkit dari traumanya tapi kau dengan mudah nya datang dan berucap cinta.. Cihhhhhhh hilang kan kata kata itu dari pikiran mu.."Bentak Ibu Aurel dengan sangat emosinya.. Mengingat kejadian setiap malamnya..Tanpa Aurel sadari ternyata ibu tahu jika Aurel tidak hilang ingatan..
Dewa hanya mampu menangis dan di hadapan mertuanya.. Mendengar ucapan ibu jika aurel menderita selama ini, membuat dada Dewa menjadi sangat sesak.. Ia tak menyangkan akan membuat trauma yang begitu dalam untuk istrinya.
"Hapus air mata mu itu. Karna itu tidak akan membuatku luluh kepada dirimu."
Junior yang sedang tidur, terpaksa harus bangun kala mendengar ucapan oma nya yang begitu mengagetkan dirinya.
"Oma ada apa.?" Ucap Junior yang menghampiri Oma dan Dewa.. Belum juga oma menjawab Junior kembali berucap.
"Uncle, Kenapa uncle menangis.? Siapa yang membuat uncle bersedih seperti ini.?" Ucap Junior lalu menyeka air mata Dewa.
"Junior,." paggil oma.. "Ayo masuk sayang." Ucap nya kembali..
"Tapi oma, uncle ini sedang menangis. Dan jika mommy menangis mommy pasti minta di peluk dari junior agar mommy tidak bersedih lagi. Jadi tunggu sebentar oma, junior ingin memeluk uncle dulu."
Junior memeluk tubuh Dewa. Yang kebetulan saat ini posisi dengan sendang duduk menekuk ke dua lututnya.."Uncle jangan menangis lagi,, kata mommy pria tidak boleh menangis. Itu sebabnya Junior tidak pernah mengasih,"
Ucapan Junior membuat Dewa sedikit nyaman, ia menatap wajah Junior dan tersejum kecil di hadapan Junior.. Junior yang melihatnya pun ikut tersenyum sambil menyeka air mata di pipi Dewa..
"Uncle sangat tampan jika tersenyum,."
"Terima kasih Jagoan." Lirih Dewa dan kembali memeluk Junior..
Dari arah dekat rumah ibu Aurel, seseorang sedang menyeka air matanya kala melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
Please jangan minta tambahan UP lagi,. karna ini 2part ku gabung menjadi 1..
Salam syg untuk kalian semua🥰🥰🥰😘😘😘
__ADS_1