
Aurel sudah berada di rumah nya.. Sedari tadi ia gelisah menunggu telpon dari Dewa. Namun sampai malam hari Dewa tak kunjung juga menelpon nya.. Aurel memang ingin membuka hatinya dan mencoba melupakan traumanya, hanya saja untuk mencoba menghubungi Dewa terlebih dahulu masih belum sanggup ia lakukan..
Jujur Aurel saat ini sangat merindukan Dewa.. Apalagi selama seminggu ini, Dewa terus saja memberikan perhatian nya.. Belum lagi, setiap malam Dewa selalu saja tidur di depan pintu kamar Junior, dan itu yang membuat hati Aurel kembali luluh..
Benar kata dilan rindu itu berat.. Sama halnya yang Aurel rasakan saat ini. Ia sangat rinduk sosok Dewa. Di mana di setiap malamnya ia akan berucap selamat malam jika ingin tidur, namum malam ini, ucapan sederhana itu tak lagi Aurel dengar dan itu yang membuat Aurel semakin rindu..
Saat Junior telah terlelap dengan mimpi indah nya.. Aurel memutuskan melangkah menuju kamar utama. Ia penasaran ingin melihat isi kamar Dewa di rumah baru ini..
Saat membuka pintu kamar dan mencoba melangkah lebih ke dalam lagi. Air mata Aurel tiba tiba menetes melihat bingkai foto pernikahan mereka yang di pajang di dinding dengan ukuran yang sangat besar..
Aurel berjalan ke arah lemari, mencoba membuka nya.. Dan lagi lagi Aurel merasa terharu, semua pakaian nya masih tersusun rapi.. Aurel hafal betul akan hal itu.. Aurel teharu, menangis tanpa suara dan tersenyum secara bersamaan.. Semua perasaan menjadi satu. Kala Aurel melihat foto di nakas, foto waktu dimana Dewa menyatakan cinta di hadapan nya, di hadapan semua mahasiswa/wi, namum di tolak..
Ternyata Dewa menjaga baik semua barang barang milik Aurel. Terbukti semua barang Aurel tersusun rapi di kamar ini.. Itu membuat Aurel merasa sangat bersalah sekaligus merasa bahagia akan hal itu.. Tanpa menunggu waktu lama lagi. Aurel meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Dewa. Namun sayang ponsel Dewa tidak aktif..
"Haaaaaaaa... Aurel hanya bisa menghela napas panjang.. "Maafkan aku Dewa, maaf. Aku janji kita akan memulainya lagi dari awal." Gumam Aurel..
πππ
Keesokan harinya.
"Tuan, apa anda tidak mencoba menelpon nyanya terlebih dahulu sebelum bekerja.?" Tanya Az sekretaris Dewa.
"Tidak Az.."
"Tapi kenapa tuan..?"
__ADS_1
"Aku harus fokus untuk menyelesaikan pekerjaan ku agar bisa pulang lebih cepat.."
"Baik tuan."
"Az, apa jam berapa kita akan bertemu dengan Anzel.?"
"Sebentar lagi tuan. Mungkin tuan Anzel sudah dalam perjalanan.."
"Ou ya baiklah Az.."
Beberpa saat kemudian Anzel telah tiba di sebuaj hotel, di mana ia akan bertemu dengan Dewa membahas tentang bisnis yang mereka telah sepakati.
"Selamat datang tuan." Sapa Az, pada Anzel.. " Tuan Dewa sudah menunggu anda." Ucap Az, kembali lalu membuka pintu agar Anzel masuk..
"Selamat datang tuan Anzel silahkan duduk." Ucap Dewa yang berdiri menyambut Anzel..
"Tidak."
"Kenapa,.? Harus nya kau membawanya.."
"Aurel belum bisa menerima ku." Jawab Dewa.
"Hahahahah, astaga sampai saat ini Aurel belum menerima mu..?? Waaooo itu artinya cinta Aur sudah hilang terhadap dirimu Dewa.."
"Stop Anzel. Aku tidak ingin membahas itu.. Lebih baik kita bahas tentang pekerjaan."
__ADS_1
"Ayolah Dewa, pekerjaan kita hanya formalitas.. Kita sudah sepakat. Apalagi yang akan di bahas.. Jadi betul, belum ada kemajuan tentang hubungan kalian..?"
"Ya seperti nya begitu. Tapi aku tidak akan menyerah akan hal itu." Jawab Dewa..
"Aku kasih saran. Lebih baik kau melepas Aurel agar Aurel bisa hidup bahagia di luar sana tanla dirimu. Jangan hanya karna kemauan mu kau menahan Aurel agar tetap di sisi mu. Ingat Aurel juga berhak untuk bahagia.."
"Tapi Anzel........
"Lepaskan Aurel. Bukan kah kau mencintainya,?"
"Ya aku sangat mencintai nya..."
"Maka lepaskan dia. Biarkan Aurel bahagia.."
Dewa hanya terdiam mendengar ucapan Anzel.. Melepas sama halnya membuat Dewa kembali hancur tapi jika Aurel bahagia akan hal itu. Maka Dewa akan mencoba ikhlas..
"Akan ku lakukan asal Aurel bisa bahagia,,." Lirih Dewa..
"**Benar kata Dilan rindu itu berat..
"Tapi menurut otor, lebih berat menunggu Upππ..
Jangan lupa like, comen dan Vote yah, syg syg nya otor..
Salam sayang untuk kalian semua..
__ADS_1
Otor khilaf niihh langsung UP 2 eps**