
"Hahahahahahahhahahahahha".. Tawa Dewa.
Seketika ruangan Anzel berubah menjadi ruangan konser penuh dengan tawa Dewa.. Dewa tertawa terbahak bahak melihat penampilan Anzel yang ada di hadapan nya.. Penampilan yang begitu sangat unik menurut Dewa. Anzel yang melihat Dewa menertawai nya, hanya bisa diam sambil duduk di atas sofa.. Dengan kedua tangan yang di lipat di depan dadanya..
"Kau sungguh unik. Kau manusia yang sangat langkah.." Ucap Dewa lalu duduk tepat di hadapan Anzel.
"Sudah puas menertawai ku. Hhhmm...?" Ucap Anzel dengan wajah cemberut..
"Belum.. Aku belum puas.." Ucap Dewa lalu meraih ponsel nya yang berada di saku."
"Hey. Kau mau melakukan apa dengan ponsel itu..??" Tanya Anzel saat melihat Dewa, yang mengarahkan posel di hadapan nya.. "Tunggu, jangan bilang kau ingin memotret ku.?" Tanya Anzel kembali, namun Dewa hanya tersenyum, setelah itu terdengar tawa dari suara ponsel Dewa..
"Hahahahahh, kau kah itu Anzel..?" Tawa Aurel, sambil bertanya..
"Aurel.." Ucap Anzel.. "Jadi kau melakukan video call, Dewa..???"
"Iya, agar aku bisa membagi tawaku kepada istriku.. Kan sayang, jika penampilan mu yang seperti ini terlewatkan." Ucap Dewa, lalu Anzel meraih ponsel Dewa..
"Ini semua karna sahabat mu Rel, lihat apa yang dia lakukan padaku.?" Ucap Anzel dengan wajah cemberut..
__ADS_1
"Hey, dia juga sahabat mu Anzel.. Upppsss aku lupa, ternyata dia istrimu." Ucap Aurel, yang masih setia dengan tawanya..
"Udah puas tertawanya..???" Tanya Anzel. Lalu Aurel menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.. "Aku heran yah Rel, lihat sahabat kita yang satu itu.. Dia udah kaya bunglon, sebentar bentar berubah, aku jadi heran lihat nya." Curhat Anzel seketika..
"Itu karna di suka sama kamu Anzel.." Jawab Aurel..
"Suka..?? Suka dari mana coba.? Kalau dia suka tidak mungkin dia melakukan hal ini padaku.? Tidak mungkin dia ingin melihat ku berpenampilan seperti ini." Keluh Anzel..
"Anzel penampilan mu keren, aku suka.. Dan ouh yaah, Mey melakukan itu padamu karna dia suka sama kamu, hanya saja ia masih malu untuk mengakui nya.. Buktinya, dia mengubah tampilan rambut mu, pasti hanya satu tujuan nya..?"
"Apa tujuannya coba..???"
Anzel terseyum lalu memengang rambutnya.. "Baiklah, kalau itu alasan nya, maka aku akan dengan bangga memakai model rambut seperti ini. Biar perempuan di luar sana tertarik dengan model rambut ku." Ucap Anzel, dan Roy yang sedari tadi terdiam, langsung membulatkan matanya,. Tidak percaya jika Ternyata tuan nya ingin berpenampilan seperti itu..
Beberapa saat kemudian, sambungan video call pun telah selesai. Kini Dewa dan Anzel tangah sibuk membahas sesuatu.. Bahkan Roy, yang sedari tadi diam mendengar , langsung di buat kaget saat Anzel memberi perintah agar Roy, segerah keluar dari ruangan nya..
"Jadi bagaimana..? Apa kau sudah berhasil menjebol gawang nya.?" Tanya Dewa pada Anzel..
"Jangan kan menjebol, mencium bibirnya pun tidak pernah ku lakukan.." Ucap Anzel..
__ADS_1
"Hahahaha, Anzel Anzel, sungguh malang nasib mu ini.." Ucap Dewa..
"Iya, dan itu semua karna kamu.. Andai hari itu kau tidak mengembalikan uangku, mungkin aku sudah menjebol gawang miliknya."
"Ouh, iya iya.. Maaf soal itu. Habis nya Mey memaksa. Kau tau sendiri kan sifat istrimu itu. Dan karna aku mengembalikan uang mu, aku sampai harus tidur di luar.."
"Hahahah kaya nya nasib kita sama. Sama sama memiliki istri yang unik." Ucap Anzel sambil tertawa..
"Anzel." Panggil Dewa.
"Hmmm. Ada apa.?"
"Aku punya ide, agar kau bisa menjebol gawang miliknya."
"Ide apa itu..?"
"Sini, biar ku bisik kan padamu." Ucap Dewa lalu Anzel mendekat ke arah Dewa.
NEXT.
__ADS_1