Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
45


__ADS_3

Keesokan harinya Mey, memutuskan untuk membawa bayi Aurel ke rumah sakit untuk bertemu dengan sang mommy. Aurel di rawat di ruangan vip, jadi tidak masalah bagi nya untuk membawa Bayi, terlebih lagi sudah mendapatkan izin dari dokter.


Mey, menggendong bayi Aurel, lalu di baringkan nya tepat di samping Aurel. Ibu Aurel yang melihat sang cucu langsung meneteskan air mata bahagia nya. Ia tidak menyangka jika cucu nya bisa bertahan hingga kini. Dan sekarang bahkan cucunya pun sudah mempunyai tubuh yang berisi, tidak seperti pertama kali dia melihatnya..


"Sayang, apa kau tidak ingin bangun dan melihat putra mu.? Dia sangat tampan dan sangat lucu,. Apa kau yakin sayang, akan tertidur terus seperti ini." Ucap ibu Aurel sambil menggenggam jemari Aurel. Dan tetap tak ada respon.


"Aurel kalau lo ngak sadar sadar siapa yang bakalan rawat anak lo, siapa yang bakalan jadi ibu untuk anak lo? Lo ngak mau kan anak lo ngak dapat kasi sayang dari ibunya.? Makanya lo cepat sadar." Ucap Mey kembali.


"Ahhhhhccchh, percuma gue ngomok sama orang mati kaya lo Rel." Bentak Mey,. " Gue nyerah rawat lo, mulai sekarang gue ngak mau jadi sahabat lo lagi, dan mulai saat ini dan selama nya tetap saja lo tidur dengan mimpi bulshit mu itu."


"Mey,". Tegur ibu Aurel.


"Biar saja bu, biar dia tahu kalau semua orang sudah lelah menghadapinya."


Karna ucapan Mey, yang sangat keras sehingga membuat baby yang tertidur lelap akhinya menangis,. Saat ibu Aurel inggin meggendong nya, Mey langsung menghalang tangan ibu aurel.

__ADS_1


"Bu, sudah cukup. Biarkan bayi nya terus saja menangis. Biar Aurel tahu kalau bayinya butuh seorang ibu yang bisa menggendongnya, yang bisa merawatnya,. Bukan ibu yang hanya terus saja tidur dengan nyenyak tanpa memedulikan anaknya sama sekali.." Ucap Mey,.


Aurel yang mendengar tangisan bayinya semakin kencang membuat Aurel menitihkan air matanya.


"Sampai kapan lo hanya menangis dalam tidur lo Rel.? Lo harus sadar ada anak lo di sini yang butuh lo. Emang dengan lo nagis, anak lo bisa diam? Anak lo bisa bahagia,? Lo jahat, lo egois.." Ucap Mey.


Aurel terus saja menitihkan air matanya, sungguh ia sekuat tenaga berusaha membuka matanya, berusaha sekuat mungkin menggerakkan tangan dan bibirnya kala tangisan anak nya semakin kencang saja.. Di gerakkan tangan nya secara perlahan, Mey yang melihat jemari Aurel bergerak langsung tersenyum sambil menitihkan air mata, begitu pun dengan ibu nya.


"Ayo Rel lo harus berjuang, anak lo butuh mommy nya." Ucap Mey, lalu mengambil bayi Aurel..


Saat ibu sibuk membuat kan susu untuk cucunya dan Mey sibuk menggendong Baby. Tiba tiba saja suara parau yang sangat lemah terdengar.


"Sayang, kemarin tanpa sengaja aku mendengar mu berbincang dengan Yoona, dan aku juga yakin kalau wajah cucunya teman mu itu sangat mirip dengan wajah Dewa saat ia bayi dulu." Ucap Dad Ezra.


"Sayang, apa maksud mu.?"

__ADS_1


"Kau pasti mengerti maksud ku sayang, atau jangan jangan dia anak nya Dewa.?"


"Ma-ana bisa seperti itu.? Bukan kah kau dengar sendiri dari tetangga nya ibu Aurel."


"Ya, aku memang mendengarnya sendiri, tapi kenapa firasatku mengatakan kau menyembunyikan sesuatu sayang,. Ayolah kita sudah sangat lama bersama dan saling mengenal satu sama lainya, aku tahu sayang saat ini kau sedang menyembunyikan sesuatu."


Kedua tangan mom Ji memengang wajah suaminya, di tatap nya dengan tatapan lembut.." Sayang aku akui aku menyembuyikan sesuatu, tapi belum saat nya aku ceritakan semua. Jika waktunya sudah tiba semua akan ku ceritakan."


"Apa ini menyangkut Dewa.?" Tanya Dad Ezra.


Lalu mom Ji membenamkan kepalanya kedalam pelukan sang suami.


Mom Ji menganggukkan kepalanya.. "Aku hanya ingin yang terbaik untuk anak dan menantu ku. Biarkan lah takdir yang membawa mereka ke jalan nya masih masing,. Jika memang mereka jodoh, sejauh apa pun itu pasti mereka akan bertemu lagi., Dan jika mereka saling mencintai, aku yakin mereka akan saling merindukan satu sama lainnya, seperti dulu, seperti waktu kau dan aku mendapatkan masalah."


Tuh kan Autor khilaf lagi😔.. Kalian sih doanya yang enggak" 🤣..

__ADS_1


Jangan lupa like comen dan vote yah🥰.. Biar autor tambah semangat Up nya..


Dan please jangan berdoa tentang khilaf lagi.🤭🤭🥰🥰😘😘😘


__ADS_2