Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
70


__ADS_3

Aurel masih berada di rumah Yoona.. Ia belum bisa beranjak pulang karna Yoona masih terus saja menahan nya,. Sampai sampai Aurel merasa pusing mendengar ini itu dari sang adik ipar..


"Ayolah Aurel, yah yah yah.. Kau harus bida dan berani membuka hatimu. Karna kalau kau seperti ini. Bisa bisa hubungan rumah tangga kalian semakin hancur."


"Baik Yoona. Akan ku coba.."


"Ouh yah Rek, ponsel mu dari tadi terus saja berdering. Kenapa tidak di jawab.?" Tanya Yoona, yang mulai merasa risih dengan bunyi suara hp Aurel


"Ouh ini. Hanya telpon dari seorang.......


Belum selesai Aurel menjawab,. Ponsel nya sudah berada di tangan Yoona, entah bagaimana Yoona bisa mengambil nya. Mungkin dia punya skill tinggak dewa😅.


"Yoona kembalikan ponsel ku.."


"Aurel kau berbohong.. Ini bukan dari teman mu tapi dari kak Dewa.. Kenapa tidak kau jawab. Bukan nya kau bilang ingin membuka hati mu..? Maka mulai lah dari hal yang kecil, seperti menjawab atau membalas pesan dari kak Dewa."


"Maaf, hanya saja aku tidak tahu harus berkata apa.."


"Ini ambil hp mu. Telpon nya sudah terputus,. Sekarang telpon balik kak Dewa. Tanya kenapa di menelpon sebanyak itu. Karna pasti ada hal yang penting yang ia ingin katakan." Ucap Yoona sambil mengembalikan ponsel Aurel..


Mau tak mau , akhirnya Aurel meraih hp nya dan mencoba menghubungi Dewa. Baru telpon pertama Dewa di seberang sana langsung menjawab..

__ADS_1


"Halo sayang.." Jawab Dewa saat sambungan nya terhubung, namum Aurel tak menjawab..


"Ouh ya, maaf sayang tadi aku menghubungi mu hanya ingin bilang, mungkin hari ini aku tidak bisa pulang, karna ada pekerjaan di luar kota yang harus di selesaikan." Jelas Dewa.


Yoona terus saja memelototi Aurel agar menjawab ucapan Dewa.


"Ouh iya.." Jawab Aurel singkat


"Ouh ya sayang. Katakan pada Junior aku sayang menyayanginya, dan katakan juga pada mommy Junior yang masih bayi itu.. Aku sangat sangat menyayanginya.." Goda Dewa di seberang sana..


"Dewa........


"Hhhhmm" Jawab Aurel singkat dan memutus panggilan nya..


Yoona yang si ratu kepo langsung memberi pertanyaan ke Aurel.. "Ada apa,.? Kenapa kak Dewa menghubungimu sebanyak itu..?"


"Itu, Dewa hanya mau bilang kalau mungkin dia tidak akan pulang, karna ada pekerjaan di luar kota. "


"Aku dengar tadi kak Dewa bilang bayi.? Bayi siapa haaaa...?" Tanya Yoona penasaran. "Atau kalian sudah membuat bayi,..??"


"Apaan sih kamu Yoon. Jangan mengada ada deh.."

__ADS_1


"Hahahah, kok muka mu langsung merah. Aku hanya bahas bayi lo, bukan bahas yang lain.. Ouh ya Rel, apa kamu ngak takut Dewa bekerja di luar kota..?"


"Takut....? Takut untuk apa coba..?"


"Kamu ngak takut kalau Dewa tergoda oleh wanita di luar sana.. Secara yah, kak udah lebih tiga tahun lo kalian ngak sama.. Kan tuh yah, kebanyakan cowok mana ada yang bisa tahan ngak begituan.."


"Ngak, aku percaya Dewa,. Sangat mempercayai nya.."


"Masuk dah kamu perangkap. Kalau kamu percaya, harusnya kamu memberi kesempatan karna aku yakin Dewa tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.. Lagian juga hanya kamu satu satu nya wanita yang ia cintai semenjak kuliah. Jadi tunggu apa lagi, sebelum Dewa kecantol sama wanita di luar sana. Lebih baik kamu buka hati untuk Dewa.."


"Yoona, aku janji aku akan membuka hatiku. Jadi stop berbicara lagi tentang Dewa.."


"Janji...?" Tanya Yoona kembali.


"Ya aku janji. Ouh Yoon, aku harus balik,."


"Kamu tinggal di sini aja, kan kak Dewa juga tinggal di luar kota."


"No. Aku akan menunggunya di rumah.."


"Ciee cieee yang sudah mau buka hatinya.. Fihting..."

__ADS_1


__ADS_2