
Wajah Mey sudah seperti kepiting rebus, saat pagi pagi ini Anzel telah menodai mata sucinya.. Anzel yang melihat wajah Mey sudah memerah, terus saja tersenyum.. Entah ini hal baru bagi Anzel, tapi Anzel sangat suka melihat Mey seperti ini. Seperti kepiting rebus dan salah tingkah.. "Sungguh cantik." Batin Anzel saat menatap wajah Mey..
"Awas. "Ucap Mey dengan wajah cemberut.
"Awas apa ..???" Tanya Anzel..
"Awas saja kamu lalukan itu lagi, aku ngak akan segan segan untuk memotong itu." Ucap Mey sambil melihat ke senjata Anzel.
Anzel yang melihat tatapan mata membunuh dari Mey, langsung refleks menutup miliknya dengan kedua tangan nya.. "Jangan dong, ini aset untuk kamu, kalau kamu nekat memotongnya, nanti kita tidak bisa itu itu dong." Goda Anzel..
Mey langsung memutar bola matanya.. Berbicara sama Anzel memang tidak akan ada habis nya..
"Makanya jangan lakukan itu lagi. Jangan keluar dari kamar mandi tanpa memakai handuk. Kamu itu kaya bayi yang baru lahir saja." Ucap Mey..
"Heyyy, tapi kamu suka kan, tadi aku lihat kamu merhatiin baik baik punya ku loh.."
"Anzellllllllllll." Teriak Mey, hingga Anzel menutup kupingnya..
"Oke oke, aku diam. Stop teriak." Ucap Anzel..
"Baiklah, sekarang kita kebawa. Aku udah siapin sarapan untuk kamu."
"Serius..??" Tanya Anzel
"Iya."
Kini Anzel dan Mey, berjalan menuruni anak tangga secara bersamaan. Para pelanyan yang melihat nyonya dan tuan nya serentak menundukkan kepalanya.. "Pagi nyonya, pagi tuan." Sapa para pelayan.
"Pagi. " Ucap Mey dan Anzel serentak..
Kini Anzel dan Mey telah tiba di meja makan. Dengan sigap Mey memberikan Anzel sarapan hasil maha karya nya tadi.. Anzel yang melihat bentuk nasi goreng yang ada di hadapan nya langsung tersenyum. Bagaimana tidak, nasi goreng yang ada di hadapan nya saat ini di model sedemikian rupa seperti bekal anak TK yang ingin ke sekolah..
__ADS_1
"Ayo di makan.." Ucap Mey..
"Kamu yang buat ini..?" Tanya Anzel..
"Iya, kenapa.? Lucu kan..?" Ucap Mey sambil tersenyum..
"Iya lucu, aku bagaikan anak TK yang akan di antar oleh ibuku ke sekolah." Ucap Anzel sambil tersenyum.
"Oke, mulai sekarang aku anggap kamu anak TK, yang akan makan sarapan seperti ini tiap paginya. Ayoo makan sekarang "
"Oke baik, aku makan." Ucap Anzel sambil tersenyum, lalu senyumnya yang berlahan manis kini telah berubah saat setelah memakan masakan yang Mey buat untuk nya..
"Ada apa..?" Tanya Mey saat melihat senyum Anzel menghilang..
"Ngak pa'pa kok."
"Enak kan..???" Tanya Mey dengan pede nya..
"Tau ngak.. Aku bela belain bangun pagi hanya untuk buat sarapan ini.. Dan ternyata kamu suka.. Jadi mulai hari ini dan seterus nya aku akan masak untuk kamu." Ucap Mey smabil tersenyum
Uhhukkkkkk. Anzel terbatuk mendengar ucapan Mey.. Bagaimana tidak, jika makanan yang saat ini ia makan bukan sekedar nasi goreng lagi, tapi nasi goreng garam yang garamnya sungguh sangat luar biasa banyaknya.. Makan nasi goreng bagaikan berenang di laut sambil meminum air laut..
"Kenapa..???" Tanya Mey sambil memberikan segelah air ke hadapan Anzel..
"Ngak pa'pa kok.. Ouh yah Mey, kamu ngak usah, dan ngak perlu repot repot untuk masak. Aku menikahi kamu, bukan untuk jadi pembantu, tapi untuk jadi istriku dan nyonya di rumah ini.. Udah ada bibi kok yang masak untuk kita berdua." Alasan Anzel..
"Gawat kalau aku makan masakan Mey tiap hari bisa bisa tensiku naik, dan aku akan mati muda." Batin Anzel.
"Pokoknya aku ngak mau yah, sekarang tugas masak memasak aku yang ambil alih." Ucap Mey lantang..
"Baiklah kalau itu mau mu.. Mungkin memang kau ingin membunuh ku secara perlahan." Lirih Anzel. Membuat Mey menaikkan satu alisnya..
__ADS_1
"Apa maksud mu..? Siapa yang ingin membunuh mu.?" Tanya Mey..
"Coba kamu makan sarapan ku ini.. Dan kamu bisa tebak siapa yang ingin membunuhku secara perlahan." Ucap Anzel.
Mey lalu mencoba mencicipi sarapan yang ia buat tadi. Dan Uhhuuukkkkk, byurrrrrr, Mey memuntahkan makanan yang ada di dalam mulutnya..
"Astaga ini bukan makanan, tapi ini racun." Ucap Mey, setelah meminum air.. "Maaf, maafkan aku Anzel, aku ngak tau kalau hasilnya kaya gini."
"Ngak pa'pa kok.. Jadi sekarang kamu tahu kan siapa yang ingin membunuhku secarap perlahan." Goda Anzel..
"Anzel, tidak.. Aku ngak mungkin mau bunuh kamu. Ngak akan mungkin.." Ucap Mey..
"Yah sudah, kalau gitu aku berangkat kerja dulu.. Ingat jangan ke dapur lagi. Biar bibi yang masak makanan."
"Iya, iya."
"Aku pamit dulu." Ucap Anzel dan mendekat ke arah Mey, berharap Mey akan mencium nya, namun harapan Anzel seketika buyar, ketika Mey mengambil pomade yang ada di sakunya..
"Untuk apa itu..?" Tanya Anzel..
"Ayo tunduk kan kepalamu." Ucap Mey, dan Anzel menurut..
Beberapa saat kemudian..
"Awas, model rambut ini jangan di ubah, kalau sampai di ubah. Aku akan ratakan perusahan." Ucap Mey sambil tersenyum melihat penampilan baru rambut Anzel..
Hahahhahahah nih autor khilaf langsung UP 2 eps
semoga kalian syukaa yah 🥰🥰
jgn lupa like dan komen🤗🤗🤗
__ADS_1