
Lima bulan yang lalu di rumah ibu Aurel terdengar 3sahabat sedang beradu mulut karna sangat susah untuk mendapat izin dari salah satu sahabatnya yaitu Anzel..
"Zel, ayolah sekarang aku bahkan sudah sangat pulih.. Tolong izinkan aku untuk bekerja Zel." Pinta Aurel.
"Sudah ku bilang tidak yah tidak.. Kenapa kau sangat susah sekali untuk menuruti perkataan ku Aurel."
"Baiklah Zel, ada atau tanpa nya izin mu aku akan tetap mencari pekerjaan. Aku tidak ingin anak ku Junior akan terombang ambing masa depan nya karna mommy nya yang tidak memiliki uang untuk menyekolahkan nya."
"Apakah uangku tidak cukup untuk mu sampai kau harus mencari kerja." Ucap Anzel kecewa.
"Bukan seperti itu Anzel, hanya saja tiga tahun ini kau sudah banyak menghabiskan uang untuk ku, ibu dan juga Junior. Aku tidak enak menerima itu terus menerus,. Kau harus mengerti perasaan ku Anzel. Aku tidak ingin menjadi sahabat yang hanya mengandalkan uang sahabatnya saja.."Jelas Aurel.
"Baiklah jika itu mau mu, aku akan mengizinkan nya. Tapi ingat kau harus terus memberiku kabar setiap kau berada di suatu tempat."
"Terima kasih Anzel." Ucap Aurel lalu memeluk Anzel.
"Aku juga ingin mencari kerja seperti Aurel." Timpal Mey..
"Kau bicara apa Mey,.?" Tanya Anzel saat sudah melepas pelukan Aurel..
"Ku bilang aku juga ingin mencari pekerjaan seperti Aurel." Terang nya lagi..
"Kenapa kalian berdua sangat suka membuat tensi ku naik. Haaaaa....????" Geram Anzel. "Apa uang yang kuberikan padamu tidak cukup Mey..?" Ucap nya kembali..
__ADS_1
"Sangat cukup."
"Terus kenapa kau ingin bekerja.?"
"Karna aku juga tidak ingin menjadi sahabat yang hanya mengandalkan sahabatnya.. Aku harus bisa mandiri mencari uang.."
"Itu lah guna ku menjadi sahabat kalian. Kalian harus bisa mengandalkan ku."
"Tapi Anzel, aku juga punya malu jika terus meminta uang padamu. Memang untuk sekarang aku belum terlalu malu sih, tapi bagaimana nanti jika kau sudah menikah dan memiliki istri yang cerewet, kan minimal kau sudah tidak bisa memberiku uang lagi,."
"Yah memang nanti istriku sangat cerewet, tapi dia sangat baik dan bahkan memberimu semua kartu yang ku punya dan bahkan semua uangku pun akan dia berikan padamu."
"Masa sih." Tanya Mey dan Aurel serempak.
"Mey,. Kau akan menjadi istriku. Dan tidak usah pikirkan lagi untuk mencari kerja.."
Aurel tersenyum mendengar ucapan Anzel,. Bagaimana tidak, Akhinya ia tidak perlu repot repot lagi untuk menjodohkan kedua sahabat nya ini.. Tapi berbeda dengan Mey, ia justru tertawa sejadi jadinya..
"Fffffttttttthhhhhh haaahahahahahahhah... Luar biasa kau bercanda Anzel.. Baru kali ini aku mendengar kau berbicara kotor.." Ucap Mey sambil memengang perutnya..
"Aku sedang tidak bercanda. Aku serius Mey.. Nanti malam aku akan ke rumah ibu dan berbicara langsung kepadanya."
Ucapan Anzel seketika membuat tawa Mey terhenti.. Melihat kedalam mata Anzel lebih dalam. Dan benar saja tidak ada raut kebohongan di dalam nya.. Membuat Mey menjadi salah tingkah..
__ADS_1
"Aurel, gue ke dalam dulu yah mau lihat jagoan." Ucap nya meninggalkan kedua sahabatnya
...🍀🍀🍀...
Jujur, jika di bilang sakit.. Pasti sangat sakit.. Mengingat perlakuan Dewa dulu padanya. Yang bahkan hampir membuat Aurel kehilangan bayinya.. Dan tanpa pikir panjang lagi, Aurel segera meraih tasnya dan berniat untuk pulang, persetan dengan lemburnya malam ini.. Yang ingin Aurel lakukan saat ini hanya ingin memeluk tubuh jagoan kecilnya.
Didalam taxi Aurel terus menitihkan air matanya kala mengingat kejadian tadi.. Kejadian yang membuatnya kembali harus mengingat masa lalu yang menurutnya sangat kejam..
"Hikkkkkksssss, kenapa sekarang kau harus muncul di hadapan ku, setelah apa yang kau lakukan dulu yang membuat hidupku begitu terpuruk akan trauma yang kau tinggalkan." guman Aurel..
Saat taxi yang ia tumpangi sudah tiba di depan rumahnya, dengan segerah Aurel berlarih memasuki rumah.. Hanya satu yang Aurel butuh saat ini. Yaitu pelukan sang Jagoan, yang selalu membuatnya tenang dan lupa akan semua masalah dan bahkan bisa membuatnya lupa akan trauma jika memeluk tubuh kecil jagoan nya..
"Mommy ada apa.? Apa mommy habis menangis.?" Tanya Junior saat berada di pelukan mommy nya..
"Mommy sangat merindukan mu sayang." Ucap Aurel sambil memeluk tubuh Junior.
"Aku juga merindukan Mommy. Aku sangat menyayangi mu mom."
Aurel melepas pelukan nya, dan mencium seluruh wajah Junior secara bergantian.. Jangan pernah meninggalkan Mommy sayang, jadilah penyemangan untuk mommy.. Mommy sangat sangat mencintai dan menyayangimu Junior Mauza Dewa, kau jagoan mommy putra kebanggaan mommy..
"Ada yang tanya bagaimana kabar sih Fahmi...???"
"Next autor akan kasi pelajaran ke Fahmi,, tapi sebelum itu Autor mau kasi terbang Fahmi dulu, supaya jika ia jatuh, ia akan merasa sakit yang amat terdalam🤣🤣".. Jemari setan autro muncul seketika untuk membalas dendam.🤭🤭🤭
__ADS_1