
"Anzel apa yang kau lakukan.?" Tanya Mey saat melihat Anzel sedang berada di rumah nya..
"Aku hanya meminta izin pada ibu agar menerima ku sebagai menantu nya." Ucap Anzel dengan santai nya..
Mey menarik paksa tangan Anzel dan membawanya ke halaman depan. Dan menghempaskan tangan Anzel saat sudah berada di halaman. "Anzel, jangan bermain main seperti ini. Ini semua tidak lucu Anzel.?"
"Ini semua serius. Tidak ada yang bermain main di sini.."
"Anzel, tapi ini salah. Kita sahabat tidak lebih dari itu. Dan yang paling penting tidak ada cinta antara kita.."
"Karna itulah kita sahabat, dan dengan cara ini aku bisa melindungi mu. Dan soal cinta biarlah itu urusan belakang.. Yang jelas, aku sebagai sahabat mu ingin melindungi mu."
"Tapi ini salah Anzel." Geram Mey lalu menghempaskan kasar nafasnya... "Kau bisa melindungiku seperti caramu melindungi Aurel. Dan tidak harus menikahi ku.." Ucap Mey.
"Tidak.. Cukup Aurel yang menderita karena pria. Aku tidak ingin kau juga menderita seperti Aurel... Dan biarkan aku melindungi kalian berdua dengan cara ku sendiri."
"Anzel."
"Tidak ada penolakan. Kau harus siap untuk menjadi istriku. Dan selalu dalam lindungan ku."
"Aku sudah tak tahu lagi mau berbicara apa kepadamu Zel, karna kau selalu saja mengambil keputusan seenaknya." Ucap Mey, dan meninggalkan Anzel..
"Ouh yah, Aurel sekarang sedang bersama Dewa. Lebih baik kau mencarinya, jangan hanya mengurusiku saja." Ucap Mey kembali. Sambil meneruskan langkahnya ke dalam rumah.
πππππππ
Dewa memelui erat tubuh Aurel dari arah belakang. Merasa bahagia saat mendengat bahwa Aurel mengenal Anzel. Itu artinya Aurel saat ini tidak hilang ingatan dan mengingat semuanya. Namun ada satu kenyataan yang harus Dewa siap terima yaitu, jika Aurel tidak amnesia, itu artinya Aurel mengingat kejadian malam itu..
"Sayang." Ucap Dewa sambil memuluk tubuh Aurel..
Sungguh Aurel saat ini hanya bisa diam. Jujur selama tiga tahun ini Aurel begitu merindukan pelukan dari Dewa suaminya. Rindu akan sifat jahil nya, rindu akan sifat posesifnya.. Namun semua itu Aurel tepis kala mengingat kembali kejadian hari itu. Hari di mana Dewa memperlakukan Aurel layak nya seorang penjahat..
__ADS_1
"Dewa lepaskan." ucap Aurel sambil berusaha melepas pelukan Dewa.
"Sayang, maafkan aku. Maaf atas apa yang telah ku lakukan padamu.. Maaf karna telah memberimu sakit yang begitu dalam..Maafkan kan aku sayang." Lirih Dewa tepat di telinga Aurel..
"Apakah dengan maaf, kau bisa mengembalikan semuanya ke tempatnya.. Apakah dengan maaf kau bisa menghilangkan sakit hatiku ini. Atau apa kah dengan maaf kau bisa menghilangkan trauma ini.." Ucap Aurel yang masih membendung tangisan nya. Ia tidak ingin menangis di hadapan Dewa..
"Maaf, aku tahu aku salah.. Aku tahu maafku tidak akan pernah cukup untuk menghapus kenangan buruk itu.. Tapi ku tolong beri aku kesempatan untuk kembali mengukir kisah kita.." Ucap Dewa sambil membalikkan tubuh Aurel dan saling bersitatap satu sama lainnya..
Plaaaaakkkkkkkkk... Aurel menampar pipi Dewa dengan sangat kerasnya..
"Kesempatan kau bilang.. Jangan pernah bermimpin akan hal itu Dewa."
"Pukul aku sayang, jika itu bisa membuat mu merasa senang.. Pukul aku seperti dulu saat aku memukulmu.. Aku ihklas menerima semua nya.. Karna aku sangat mencintai mu."
Plaakkkkkkkkkkkk.. Aurel kembali menampar Dewa.
"Kau bilang cinta.? Dulu saat kau mebuat masalah ingat apa yang kulakukan saat itu untukmu ? Dengan hati yang terbuka aku menerima mu, menerima semua yang pernah kau lakukan padaku.. Tapi saat aku yang tidak membuat kesalahan, kau malah memukukku tanpa henti, kau bahkan tidak mau mendengar penjelasan ku.. Jika saat itu kau cinta padaku kau pasti mau mendengar penjelasan ku terlebih dahulu. Tanpa harus memperlakukan ku seperti itu.. Jadi buang jauh jauh kata cintamu itu Dewa."
"Maaf.. Aku menyesali semua itu sayang.. Selama tiga tahun ini aku sangat menderita tanpa mu.. Sangat sangat menderita.."
"Stop Sayang jangan berucap seperti itu lagi.." Ucap Dewa sambil memeluk tubuh Aurel..Entak kenapa dada Dewa merasa sangat sesak ketika Aurel berucap kata tadi. "Aku tidak tahu harus melakukan apa jika hal itu terjadi padamu. Aku mencintai mu sayang, sangat sangat mencintai mu.."
"Kumohon jika kau mencintaiku. Tolong lepaskan aku." Lirih Aurel di dalam pelukan Dewa..
"Tidak. Aku tidak akan melepaskan mu.. Kau cinta ku, kau hidupku. Aku tidak tahu dan tak tahu akan seperti apa diriku tanpa dirimu." Ucap Dewa yang terus saja menitihkan air matanya sedari tadi.
"Jika kau mencitaiku, tolong lepaskan aku.." Lirih Aurel sambil melepas pelukan Dewa dan berjalan masuk ke dalam kamar..
Dewa hanya diam di tempat tanpa tahu harus melakukan apa lagi.. Hancur, hanya itu yang Dewa rasakan saat ini.. Hatinya begitu hancur menerima kenyataan jika Γurel meminta dirinya untuk melepasnya.. Melepaskan cintanya, melepaskan orang terkasih.. Penyesalan selalu datang belakangan.. Dan Dewa sangat menyesal tentang apa yang ia lakukan di tiga tahun yang lalu..
Begitu lama ini menanti dan menunggu kekasih hatinya. Tapi yang ia dapat hanya kenyataan pahit.. Kenyataan di mana ia harus melepas orang yang ia cintai..
__ADS_1
"Tidak sayang tidak. Aku tidak ingin melepasmu lagi,, biarkan aku egois kali ini." Batin Dewa, lalu melangkah kan kakinya menuju kamar Aurel..
Dan lagi lagi, hati Dewa kembali merasakan sesak. Ketika mendengar tangis pilu Aurel yang sedang berada di dalam kamar.. "Sayang maafkan aku.." Lirih Dewa dan duduk tepat di depan pintu kamar Aurel..
ππππ
Dikamar.
Aurel menangis sambil memengang dada nya.. Yang terasa sangat sesak. Itulah yang ia rasakan saat ini.. Jujur jika di bilng cinta, mungkin ia. Hanya saja cinta itu telah ditutupi oleh hati yang tersakiti.. Cinta yang dulu nya sangat besar kini semua nya terbendung dengan trauma yang sangat mendalam.. Aurel takut jika harus memulai kembali dengan Dewa. Ia takut tidak bisa menjadi dirinya yang dulu lagi. Jadi dengan cara ini lah yang sangat tepat menurutnya.. Melepas walau rasa ini masih ada..
Hiksssssssss....Hiksssssssss..
"Andai waktu bisa di putar kembali. Aku ingin kita tidak dipertemukan dengan keadaan seperti ini.." Gumam Aurel di isak tangisnya..
"Aku mencintaimu dan mungkin kau pun masih mencintaiku, namun ada dinding antara kita yang tak bisa untuk menyatuhkan cinta itu.."
Karna telah letih menagis, akhirnya Aurel pun tertidur dengan pulasnya.. Dan saat Dewa sudah mendengar tangisan Aurel redah, ia mencoba membuka kamar dengan kunci cadangan nya.. Di lihat nya tubuh Aurel yang sedang berbaring, dan Dewa menghampirinya duduk tepat di sisi Aurel sambil menyibakkan rambut kebelakang telinga yang menutup wajah Aurel,.
Di pandangi nya wajah Aurel yang tertidur dengan pulasnya.."Maafkan aku sayang." Lirih Dewa..
Cupp.. Dewa mengecup kening, hidung, mata dan bibi Aurel dengan sangat lembutnya.. "Aku berjanji akan membuat mu menjadi wanita yang sangat bahagia. Itu janji ku sayang."
Kini Dewa naik ke atas ranjang dan ikut membaringkan tubuhnya tepat di belakang tubuh Aurel., Di peluknya dengan sangat mesra.. Selama satu jam berada di kamar Aurel. Akhirnya Dewa memutuskan untuk keluar, sebelum Aurel sadar dan marah karna melihat dirinya.
"Mimpi yang indah sayang,. Mulai besok aku berjanji akan memperjuangkan cintaku kepadamu."
Saat Dewa sudah keluar dari kamar Aurel. Aurel kembali membuka matanya.. Ya tadi Aurel memang tertidur tapi saat Dewa mulai naik ke atas rajang dan membaringkan tubuhnya tepat di sisi Aurel. Mau tak mau Aurel membuka matanya dan mendengar semua ucapan Dewa, tanpa Dewa tahu.. Menitihkan air mata, hanya itu yang dapat Aurel lakukan saat ini.
"Maafkan aku Dewa, hanya saja hati ini masih begitu sakit, dan belum bisa menerima akan dirimu." Batin Aurel.
Cop jangan ki minta UP dulu lek.. Karna lagi sibuk betulka ini di dunia nyata.π€
__ADS_1
Jangan lupa like coman dan vote yah.. Pengumuman pemenang tgl 14 bulan depan.. Jadi tetap stayπ₯°π₯°..
Salam sayang untuk kalian semuaπ₯°ππ