
Setibanya di rumah sakit. Aurel langsung di bawa ke ruang dokter.. Beberapa saat berada di dalam melakukan pemeriksaan kini Aurel di persihlakan kembali ke kamar inap nya. Mey dan Anzel yang memang sedari tadi berada di rs, dengan setia menemani Aurel dan Dewa..
Saat semuanya sudah berada di dalam ruan inap, Mey membuka suara. "Rel, bagaimana perasaan mu?" Tanya Mey, yang sedari tadi memperhatikan Aurel yang tiba tiba meringis menahan sakit, dan tiba tiba tertawa karna sakitnya sudah hilang.
"Mantap poll." Ucap Aurel sambil menaikkan ibu jari nya.
"Maksud kamu Rel?" Tanya Mey tidak mengerti.
"Rasanya bagaikan makan permen nano nano, manis asem asin rame rasanya." Jelas Aurel membuat Roy tertawa.
"Hahahahahahah." Tawa Roy.
Anzel, Dewa, dan juga Mey serentak menengok melihat Roy yang sedang tertawa.. Bahkan Dewa menatap horor pada Roy yang terus saja tertawa..
"Uppsss." Ucap Roy sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, karna sadar telah di lihat dari semua tuan dan nyonya nya.
"Menurut mu ini lucu?' Tanya Dewa yang sudah mulai geram melihat tingkah Roy.
"Belum tuan. Ini belum terlalu lucu menurutku." Jawab Roy. Dan Dewa berhasil menganga di buat Roy
"Roy, apa yang kau katakan?" Tanya Anzel.
"Maaf kan saya tuan. Ini memang belum terlalu lucu menurutku. Karna puncak nya seru dan lucu itu nanti, saat setelah nyonya akan melahirkan." Jelas Roy.
"Maksud kamu?" Tanya Anzel dan Dewa serentak. Sedangkan Mey dan Aurel hanya diam mendengar perbincangan para lelaki..
__ADS_1
"Tuan Dewa akan mengalaminya nanti. Dan aku yakin tuan Anzel akan menertawai tuan Dewa. Tapi aku yakin tuan Anzel jg akan mengalaminya, dan aku yakin juga, kalau tuan Dewa akan menertawai tuan Anzel." Jelas Roy membuat kedua tuan nya tidak mengerti.
"Hahaha, pasti tuan tidak mengerti?" Tanya Roy.
"Jangan berbelit belit jika menjelaskan sesuatu Roy." Ucap Anzel.
"Maaf tuan."
"Ahhh sudah lah, mending kamu diam saja. Sekali lagi aku dengar kamu berbicara, maka mulut mu akan ku lakban." Ancam Dewa.
"Mey, kok aku takut yah." Ucap Aurel.
"Kok takut sih? Bukan nya ini udah yang kedua kalinya?" Tanya Mey.
"Kamu amnesia yah? Kan yang pertama aku ngak ngerasa sama sekali karna di operasi. Lah ini kan maunya normal."
"Dewa sialan?" Tanya Dewa tidak menerima di bilang sialan.
"Hahahahahah." Roy kembali tertawa.
"Uppss sory Wa. Tapi emang kenyataan kan kamu dulu seperti itu?" Ucap Mey.
"Sayang, tidak boleh mengingat masa lalu lagi." Ucap Anzel..
"Kamu Roy, kenapa ketawa melulu sih? Kuping ku jadi panas akibat mendengar tawamu." Ucap Dewa.
__ADS_1
"Maaf tuan."
"Om, om." Panggil Junior pada Roy.
"Iya tuan muda."
"Om, bisa jemput anak om. Aku ingin berteman dengan nya dan ingin memperkenal kan adik ku nanti, jika sudah lahir." Ucap Junior.
"Baik taun muda. Nanti om akan menjemputnya."
"Tunggu, anak mu usia nya berapa tahun?" Tanya Dewa.
"Usianya seperti tuan muda Junior."
"Wah dia bisa menjadi sahabat Junior nantinya." Timpal Aurel.
"Jangan kan jadi sahabat nyonya. Jadi asisten pun pasti anak ku mau."
Anzel dan Dewa serentak menepuk jidat nya..
Maaf yah Autor lambat up hari ini. Semoga suka.
Jangan lupa like dan komen.
Sambil nunggu UP, yuk mampir ke CS nya adik ku. Di jamin bakalan darting kalau kalian baca,😅😅😅
__ADS_1
Jadi siapkan mental kalian🤣🤣🤣