
Semenjak kejadian pagi itu, Aurel berusaha menghindar dari Dewa.. Bila Aurel berada di dapur dan Dewa menghampirinya dengan cepat Aurel berjalan menghindari Dewa.. Lagi lagi Dewa hanya bisa tersenyum melihat tingkah sang istri yang menurutnya sangat lucu sekali..
Tak terasa seminggu sudah Aurel tinggal serumah berasama dengan Dewa dan Junior.. Tiap harinya, Aurel selalu melakukan sesuatu seperti membuat makanan untuk Dewa.. Selama seminggu tinggal di sini, belum ada kemajuan sama sekali untuk mereka berdua. Tapi itu tidak membuat Dewa menyerah..
Tiap malam seperti biasa, saat Aurel sudah tidur. Lagi lagi Dewa tertidur di depan pintu kamar Junior, dan akan bangun di pagi hari kala Aurel belum bangun dari tidurnya..
Bibi yang melihat itu, mulai merasa kasihan melihat tuan nya, yang selama seminggu ini selalu saja tertidur dengan posisi duduk bersandar di depan pintu kamar sang anak..
"Sayang mungkin nanti aku akan telat pulang, karna ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda.." Ucap Dewa saat mereka bertiga sarapan bersama.
"Hmmmm." Jawab Aurel singkat.
"Junior jangan nakal. Jaga mommy dengan baik. Kalau pekerjaan daddy cepat selesai maka dad akan pulang."
"Baik dad, Junior akan jaga mommy dengan baik."
"Anak pintar." Ucapnya sambil mengusap ujung kepala Junior.. "Baiklah kalau begitu, daddy berangkat dulu.."
"Hati hati dad.."
"Sayang aku berangkat dulu." Ucap Dewa, sambil melihat ke arah Aurel.
Aurel hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Dewa.. Tapi bagi Dewa itu sudah sangat berarti. Setidaknya Aurel sudah bisa tersenyum di hadapan nya..
ππππ
__ADS_1
"Uncle apa salah ku sampai uncle memecat ku...?? Apa ini ada hubungan nya dengan Dewa...???" Tanya Aurel pada uncle Adam.
"Maaf, tapi ini tidak ada hubungan nya dengan Dewa."
"Lalu kenapa uncle memecatku.. Apa salah ku uncle..???"
"Maafkan uncle.. Ini kemauan Yoona,. Kau tahu kan jika uncle tidak menurutinya dia akan marah pada uncle.."
"Tapi uncle......
"Lebih baik kau bertemu dengan Yoona, kau tanya sendiri kenapa dia ingin melihat mu berhenti bekerja.. Ouh yaa tadi Yoona bilang, dia menunggu mu di rumah. Dan jangan lupa bawa Junior."
Sebelum bertamu kerumah Yoona adik iparnya, Aurel terlebih dahulu menjemput Junior agar bisa bertemu dengan sepupu sepunya.. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Aurel telah tiba di rumah adik iparnya.. Junior terlebih dahulu berlarih masuk ke dalam rumah karna sudah merasa rindu dengan sepupunya..
"Mommy ada di luar aunty. Junior masuk ke kamar Al dulu.."
"Iya sayang.."
"Halo kak ipar.." Sapa Yoona saat melihat Aurel berjalan masuk ke dalam rumahnya.. "Silahkan duduk.."
"Yoona tolong jelaskan kenapa kau menyuruh uncle untuk memecatku..?"
"Hahahah ternyata suamiku sangat penurut, baguslah.."
"Apanya yang bagus Yoona, itu artinya aku tidak bekerja lagi.."
__ADS_1
"Bagus lah kalau kau sudah tidak bekerja. Itu artinya kau bisa fokus untuk menjaga Junior dan merawat kaka ku Dewa.."
"Ayolah Yoon, kau tidak boleh seperti ini...."
"Ayolah Aurel kau pun tidak boleh seperti ini, kasihan Junior. Lihat lah dia butuh adik untuk menemaninya sehari hari.. Dan lihat lah juga suami mu. Dia butuh istri yang selalu mendampinginya di tempat tidur.."
Aurel hanya memutar kedua bola matanya.. Berbicara dengan Yoona, sama hal nya berbicara dengan tembok. Yang mana tidak akan ada yang Yoona dengar, dan semua kemauannya harus di turuti..
Yoona menggenggam kedua tangan Aurel..
"Aku tahu kesalahan Dewa sangat sulit untuk di maafkan. Tapi ku mohon cobalah untuk kembali membuka hatimu.. Selama tiga tahun ini Dewa sangat menderita kehilangan dirimu. Dia sudah seperti mayat hidup, setiap hari ia selalu saja menangis menyesali perbuatan nya.. Dia sangat mencintai mu Aurel. Tolong beri kesempatan kepada Dewa lagi, kumohon.."
"Tapi Yoon...
"Ia aku tahu, kau juga menderita akibat perbuatan Dewa.. Tapi sampai kapan kalian berdua seperti ini.. Aku tahu kau masih sangat mencintai Dewa kan..? Maka dari itu coba lah lawan trauma mu dengan cinta mu itu Aurel., Lihat lah diriku yang memberi maaf pada Adam, dan lihatlah Adam sekarang dia betul betul memanjakan ku dan menyanyangi ku., Aku ingin kau juga seperti itu. Karna ku tahu kalian berdua masih saling mencintai.."
"Baiklah akan ku coba.."
"Terima kasih Aurel. Aku menunggu kabar baik dari kalian. Kabar baik tentang adiknya Junior."
"Hey, jangan bicara sampai kesitu.. Aku hanya bilang akan mencoba.."
"Mencoba di ranjang sangat mengasikkan Aurel. Apalagi sudah tiga tahun lebih. Sepertinya kalian berdua akan menjadi pengantin baru lagi.." Goda Yoona, dan berhasil membuat pipi Aurel merona.
"Hey apa yang kau pikirkan Aurel,.? Kenapa pipi mu merona seperti itu..? Ayoooo, kau pasti berpikiran mesum kan...???"
__ADS_1