
Di kantor Dewa dengan penuh semangat mengerjakan semua pekerjaan nya diperusahaan, ia begitu semangat karna ada Junior di samping nya yang terus saja bertanya tentang pekerjaan pekerjaan nya.. Dan dengan penuh semangat Dewa juga menjelaskan semuanya.. Junior begitu antusias meminta penjelasan kepada dang Daddy tentang perusahaan, dan Dewa pun dengan sangat antusiasnya menjelaskan semuanya..
"Dad, jika Junior besar nanti. Junior ingin bekerja seperti Daddy." Pinta Junior.
"Tentu saja sayang.. Semua ini milikmu, dan jika kau besar nanti perusahaan ini akan jatuh ke tangan mu.."
"Betulkah itu dad..?" Tanya Junior dengan senyum.
"Itu betul sayang. Makanya dari sekarang berusahalah belajar lebih giat lagi.."
"Baik dad. Junior janji akan belajar lebih giat lagi, dan akan meneruskan perusahaan daddy dengan sangat baik.." Janjinya..
"Baiklah, kalau begitu kita pulang yang, mungkin mommy sudah menunggu kita di rumah.." Ucap Dewa..
"Baik dad.."
Dewa hanya bekerja sampai jam makan siang, ia memutuskan untuk pulang, karna mengingat sang istri tercintanya kini sedang sakit.. Ia tidak tega harus meninggalkan seorang yang ia cintai merasa sakit seorang diri.. Di dalam perjalanan tak henti hentinya Junior bertanya kepada Daddy nya. Sampai satu pertanyaan membuat Dewa mengerutkan kening nya.
"Dad, kenapa mommy selalu meminum obat secara sembunyi sembuyi..?" Tanya Junior..
"Masa sih...?"
"Iya dad , waktu daddy sedang lembur. Junior melihat mommy meminum obat saat malam hari,. Waktu Junior menegur mommy, mommy malah terlihat gelisah.."
"Nanti akan daddy tanya kan ke mommy.."
"Iya daddy harus tanya obat apa yang mommy minum."
__ADS_1
"Iya sayang.."
πππππππππ
"Sayang.."
"Mommy."
Panggil Dewa dan Junior bersamaan saat sudah berada di dalam rumah..
"Sayang nya mommy." Ucap Aurel sambil melebarkan tangan nya, agar Junior masuk ke pelukan nya.
Bukan nya Junior yang memeluknya, tapi melainkan Dewa, suami tercinta nya..
"Dad.. Pelukan mommy untuk ku bukan untuk daddy." Ucap Junior dengan wajah cemberut dan bertolak pinggang..
"Maafkan daddy sayang.. Hanya saja dad terlalu rindu pada mommy mu." Dewa melepas pelukan nya dan membiarkan Junior masuk kedalam pelukan istrinya..
"Mommy juga rindu sayang.. Ouh ya bagaimana tadi di kantor, apa Junior senang..?"
"Junior sangat senang mom. Besok Junior ingin bekerja bersama dad lagi..
"Apa kamu sudah sehat sayang.?" Tanya Dewa.
"Ya aku sudah sehat.. Sekarang kita makan siang yah. Dari tadi aku menunggu kalian."
Sebelum pulang, Dewa memang menelpon sang istri. Ia bilang ingin makan siang di rumah, dan menyuruh sang bibi menyiapkan makan siang. Tapi bukan Aurel namanya jika ia tidak keras kepala,. Karna merasa sudah baikan, jadi dia memutuskan memasak untu suami dan anaknya..
__ADS_1
"Kau yang masak semua ini sayang.?" Tanya Dewa yang melihat sejumlah menu tertata rapi di meja makan..
"Iya sayang. Tapi bibi membantu ku kok.."
"Sayang, bukan kah sudah ku bilang, kau tidak boleh terlalu capek bekerja, kan ada bibi."
"Sayang, lihat lah istrimu ini. Aku sudah baikan, aku sudah sehat. Jadi tidak perlu terlihat khawatir seperti itu.."
"Baiklah.."Ucap Dewa pasrah karna berdebat dengan istrinya tidak akan ada habisnya.
"Mau kemana..?" Tanya Aurel saat melihat Dewa ingin melangkah..
"Aku ingin mengganti bajuku dulu sayang, aku sangat gerah." Ucapnya
"Baiklah sayang.. Cepat kembali kesini yah, aku dan Junior menunggumu."
"Baik sayang." Teriak Dewa.
ππππππ
Saat setelah selesai membersihkan dirinya. Dewa berjalan menuju lemari, saat hendak menarik bajunya. Tiba tiba sebuah botol putih terjatur dari dalam lemari, sehingga membuat isinya bertumpahan..
Dewa mengambil botol tersebut, dan memungut isinya dan memasukkan nya kembali ke dalam botol.. Tapi sebelum menutup botol, Dewa membaca dan memperhatikan botol tersebut..
"Pil kb." Gumam Dewa.
"Jadi selama ini Aurel meminum pil kb.. Itu artinya ia tidak ingin mengandung anak ku lagi. " Batin Dewa.
__ADS_1
Salam syg untuk kalian semuaπ₯°π₯°..
Terima kasih untuk reader yang telah memberikan koin untuk otor.. π€π€