Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 14


__ADS_3

Seisi perusahaan saat ini sedang ribut membicarakan penampilan baru pemilik perusahaan.. Bagaimana tidak, jika pagi ini tuan mereka datang dengan penampilan baru. Rambut yang dahulunya selalu terlihat keren kini telah berubah bentuk, menjadi rambut blateng(belah tengah). Rambut Anzel, sengaja Mey ubah, agar tidak ada wanita uang mencoba mendekat kepada sang suami.. Anzel yang berjalan ke dalam ruangan nya, hanya bisa menundukkan kepalanya, karna merasa malu dengan diri nya sendiri, dengan penampilan baru nya..


Sedangkan Roy yang sedari tadi, berjalan di belakang tuan nya terus saja menahan tawa nya, melihat penampilan baru tuan nya..


"Tertawalah Roy, aku tahu sedari tadi kau terus saja menahan tawamu." Ucap Anzel saat sudah berada di dalam ruangan nya..


Dan benar saja, Roy tanpa takut nya langsung tertawa dengan sangat keras nya.. "Huaaahahahahahahhahahahah".. Tawa Roy pecah.


Anzel yang melihat Roy tertawa, langung mengepal kan kedua tangan nya menahan marah.. Namun Roy, tetap saja tertawa, tidak peduli dengan wajah tuan nya yang saat ini sedang menahan amarah..


"Sudah puas kau tertawa Roy..????" Tanya Anzel,.


"Maaf, maaf tuan.. Tapi tuan begitu lucu hari ini. Aku tidak menyangka jika tuan akan berpenampilan seperti ini,." Ucap Roy.


"Kau tahu Roy, aku seperti nya malu datang sendiri ke perusahaan ku, karna penampilan ku ini. Maksud ku karna model rambut ku ini."


"Kenapa harus malu tuan.. Menurut ku ini sangat keren tuan.. Dari jauh, siapa pun yang melihat tuan pasti akan langsung mengenal kalau tuan adalah ceo perusahaan ini."Jelas Roy membuat Anzel melempar pulpel ke arah Roy..


"Jadi maksud mu, penampilan ku lain dari pada yang lain."

__ADS_1


"Betul tuan. Tuan begitu unik pagi ini sangat lain dari pada yang lain. Tuan bagaikan manusia langkah. Hahahahahah." Ucap Roy sambil tertawa..


"Roy,......" Teriak Anzel.. "Apa kau ingin gaji mu bulan depan ku potong. Haaaa....?"


"Maaf tuan, maaf." Ucap Roy, sambil menghentikan tawanya..


"Apa hari ini ada jadwal meeting..?" Tanya Anzel.


"Iya tuan, hari ini tuan ada pertemuan dengan tuan Dewa,."


"Dewa..?" Gumam Anzel.. "Ohhh tidak, kalau Dewa melihat penampilan ku seperti ini, bisa turun wibawaku di depan nya, tidak, tidak, aku harus mengubahnya, mumpung Mey tidak ada disini." Batin Anzel..


"Roy jam berapa pertemuan itu.?" Tanya Anzel.


"Aku masih punya waktu.. Roy, tolong carikan aku sisir. Aku harus mengubah model rambutku ini sebelum Dewa datang.."


"Baik tuan." Ucap Roy sambil keluar dari ruangan Anzel..


Bukan nya mencari sisir, Roy justru mengambil handpone nya yang berada di saku nya dan langsung menghubungi seseorang..

__ADS_1


"Baik nyonya. Ingat yah nyonya jangan lupa bonus ku." Ucap Roy setelah memutuskan panggilan nya..


Setelah melakukan panggilan Roy kembali berjalan masuk ke dalam ruangan tuan nya dengan membawa sebuah sisir, sisir milik Indah yang sempat ia minta setelah menelpon tadi..


"Tuan ini.........." Ucapan Roy terputus kala Anzel meneriaki nya...


"Royyyyyyyyyyyyyyyyy........" Teriak Anzel..


"Ada apa tuan..????"


"Apa kau yang menelpon istri ku dan bilang, jika aku akan mengubah model rambutku..???"


"Hhhmm itu, anu tuan, eemmmmmmm."


"Kau bekerja untuk ku atau untuk istriku, haaa...???" bentak Anzel..


"Untuk keduanya tuan, lumayan dapat doubel gaji." Ucap Roy dengan polosnya..


"Huuuffffff, berbicara dengan mu membuat ku menjadi semakin stres saja Roy.. Aku heran kenapa kau bisa menjadi asisten ku." Pasrah Anzel..

__ADS_1


"Karna aku baik tuan." Ucap Roy sambil tersenyum..


Belum juga Anzel berucap, pintu ruangan sudah terbuka, dan Anzel langsung terdiam saat melihat Dewa yang telah membuka pintu ruangan nya..


__ADS_2