Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 21


__ADS_3

"Aku siap memberikan hak ku padamu. Aku siap melayanimu di atas ranjang, aku siap menjadi istrimu seutuh nya. Aku siap sungguh siap." Ucap Mey sambil mulai membuka satu persatu kain yang ada di tubuhnya..


Anzel yang melihat Mey seperti itu di hadapan nya, langsung mendekat ke arah Mey, dan memeluk tubuh Mey dengan penuh kelembutan.. "Maafkan aku." Ucap Anzel dengan lembut..


"Lepas kan aku Anzel.. Biar kan aku membuka semua pakaian ku ini." Ucap Mey, memberontak di dalam pelukan Anzel..


"Tidak, jangan lakukan itu.. Aku tidak ingin....." Ucapan Anzel terputus kala Mey menyela..


"Kau tidak ingin bersama ku..??? Kau hanya ingin bersama perempuan lain di luar sana melakukan hal itu..??" Tanya Mey sambil menangis..


"Tidak, bukan, bukan itu maksud ku......."


"Lalu kenapa kau menikahi ku, kalau kau hanya ingin membuat ku merasakan sakit.. Kau sendiri yang bilang jika ingin menjaga ku.. Tapi begini kah caramu menjaga ku..?? Kau justru membuat ku merasakan sakit hati Anzel.." Jelas Mey, membuat Anzel tersenyum..


Anzel melepas tubuh Mey dari pelukan nya, lalu memegang kedua pipi Mey.. "Hey, jangan berbicara seperti itu. Aku tidak mungkin membuat mu sakit hati, tadi aku hanya....."

__ADS_1


"Hanya bersenang senang dengan perempuan yang memakai pakaian minim." Ucap Mey..


"Tidak.. Makanya kalau aku bicara dengar kan dulu, jangan suka memotong pembicaraan orang." Ucap Anzel, lalu Mey diam


"Coba jelaskan, apa yang kau lakukan disana berasama dengan Dewa, dan bersama dengan dua perempuan yang duduk di pangkuan mu.."


"Itu, hhhhmmm itu hanya karna Dewa ingin membuat aku menjebol gawang.." Ucap Anzel dengan malu.


"Jebol gawang..??? Maksudnya..???" Tanya Mey dengan polosnya..


Lalu Anzel berjalan menuju kamar mandi berniat membersihkan diri.. Mey, yang melihat Anzel berjalan, hanya bisa diam memandang Anzel dari arah belakang.. Seketika pikiran Mey fokus pada kata menjebol gawang.. Dan tanpa kata lagi, Mey meraih ponselnya lalu menelpon Aurel..


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dewa yang kini sedang berada di rumah, sedang berusaha membujuk sang istri agar membuka kan pintu kamar nya...Junior yang melihat sang daddy yang sedang berada di depan pintu hanya bisa menggelengkan kepala, melihat sang daddy yang sudah seperti anak kecil yang merengek meminta permen pada ibunya..

__ADS_1


"Daddy membuat mommy marah lagi..??" Tanya Junior saat sudah berada di dekat daddy nya..


"Junior bantu daddy untuk membujuk mommy mu. Daddy tidak ingin lagi tidur di depan pintu.." Bujuk Dewa.


"Daddy kan sudah tau sendiri kalau mommy marah, pasti akan mengunci pintu. Untung saja daddy tidaj di suruh tidur di depan rumah.. Jadi masih mending depan pintu kamar.."


"Junior kok bicara seperti itu.. Ayolah sayang, bantu daddy yah, nanti daddy belikan apapun yang Junior inginkan." Pinta Dewa..


"No dad.. Mommy bisa membelikan apa pun yang Junior mau,. Jadi selamat menikmati malam ini di depan pintu kamar mommy " Ucap Junior samnil tertawa..


"Junior... Kenapa kau sangat tega dengan daddy mu ini. Ayolah sayang, apa kamu tidak kasihan dengan daddy..? Daddy ingin menjaga adik bayi yang ada di perut mommy, kalau mommy tidur sendirian, siapa yang jaga adik bayi..??"


Junior berpikir sejenak.. "Baiklah, Junior akan membantu daddy." Ucap Junior..


Otor tebak, pasti otak kotor kalian udah kemana mana kan..????πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Jgn lupa like dan komen, πŸ€—πŸ€—


__ADS_2