Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
72


__ADS_3

Semenjak pulang dari pertemuan dengan Anzel.. Dewa terus saja termenung di kamar hotel nya.. Merenungi nasib pernikahannya.. Pernikahan yang ingin ia pertahan kan dengan seseorang yang sangat ia cintai. Namum sangat sulit baginya untuk bertahan dengan keadaan yang seperti ini.. Di mana sang istri tercinta jika melihat dirinya, akan mengingat kejadian masa kelam itu, kejadian yang sangat memiluhkan hati..


"MmmmmHhhhhhaaaaaaaaaaa.." Dewa menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.. Ia telah mengambil keputusan. Keputusan yang begitu berat untuk nya.. Namun harus ia lakukan demi kebahagian istrinya tercinta..


Dewa meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada istrinya.


"Untuk Aurelia Inggrid, istriku tercinta.. Maaf, maaf maaf.. Maafkan aku yang terlalu begitu egois. Maafkan aku yang hanya memaksa kehendak ku tanpa mementingkan perasaan mu. Maaf aku, yang tak mampu bertemu langsung dengan mu, untuk mengunggapkan ini semua. Maaf karna hanya bisa mengirimu pesan. Maaf atas ketidak dewasaan nya diriku ini. Aku mencintai mu sayang, sungguh sangat mencintai mu.. Aku ingin kau hidup bahagia, dan aku tahu kebahagian mu tidak bersama dengan diriku.. Maaf karna telah menahan mu untuk di sisi ku.. Maafkan aku.. Aku rela melepasmu demi kebahagian mu.. Jujur aku sakit, sakit untuk melepasmu. Hanya saja aku tidak ingin kau juga merasa sakit jika terus berada di sisi ku.. Aku mencintai mu dengan caraku sendiri. Aku melepasmu untuk kebahagianmu. Semoga kau bisa bahagia tanpa diriku.. Dan semoga kau bisa mendapat pria yang jauh lebih baik dari diriku. Aku mencintai mu sayang, sungguh sangat sangat mencintaimu.. kebahagian mu, adalah kebahagian ku juga. Dan sedihmu adalah sedihku.. Aku berjanji akan terus menjaga hatiku, walau tak lagi bersama mu. Aku mencintai mu sayang.."


Dewa hanya bisa terduduk di lantai, sambil menundukkan kepalanya di atas lututnya.. Menangis hanya itu yang Dewa lakukan saat ini.. Menangis karna telah melepaskan cinta nya. Cinta pertamanya, cinta yang sangat susah ia raih namum harus ia lepas. Pundak Dewa terus saja bergetar karna menangis, jujur sebenarnya ia belum sanggup. Hanya saja untuk kali ini ia tidak ingin menjadi seorang yang egois. Biarlah ia yang mengalah demi kebahagian istrinya.. Karna Dewa tahu, sampai kapan pun mungkin Aurel tidak bisa memaafkan nya atas tindakan nya dahulu..


"Aku mencintai mu Aurel, maafkan aku." Gumam Dewa, diselah isak tangis nya..


🍂🍂🍂

__ADS_1


Pagi hari.


Sekretaris Az, yang sudah rapi langung bergegas ke kamar tuan nya.. Ingin membangunkan nya karna mengingat akan ada rapat lagi sebelum pulang..


Tok.tok.tok.. Az, mengetuk pintu.


"Tuan, waktunya sarapan dan sebentar lagi kita akan melakukan rapat dengan perusahaan xx." Ucap Az, namun tak ada jawaban sama sekali.. "Tidak seperti biasanya." gumam Az


Karna berapa kali tidak mendapat jawaban, Az mencoba menelpon no ponsel tuan nya, namum sedang berada di luar jangkauan.. Karna merasa sangat khawatir, terpaksa Az lari ke bagian resepsionis untuk meminta kunci reserep nya..


"Tuan.." Sapa Az..


"Aku mencintainya Az, sangat mencintai nya.. Tapi aku harus rela melepasnya Az. Hikksssssssssss." Lirih Dewa.

__ADS_1


Az yang sudah tahu maksud betul maksud tuan nya..


"Tuan ayo bersihkan diri anda.." Ucap Az, dan membantu Dewa untuk berdiri..


"Tolong tinggalkan aku sendiri Az.."


"Tapi tuan........


"Kumohon


Ahhhhhhh stop di larang mewek. Karna otor ngak sediain kalian tisu loh😂..


Tuh kan otor khilaf lagi.. Akhirnya up deh..Huuufffttttt, sekian untuk hari ini.

__ADS_1


Jangan lupa like comen dan vote.. Ingat pengumuman pemenang akan otor umumkan bulan depan.. Jadi tetap stay yah..


Salam syg untuk kaliam semua🥰🥰


__ADS_2