Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
57


__ADS_3

Mom Ji menyeka air mata nya kala melihat Junior memeluk tubuh Dad nya, yang ia panggil uncle.. Merasa terharu dengan pemandangan yang ia lihat saat ini.. "Semoga secepatnya ku tahu nak jika Junior adalah anak mu." Batin mom Ji.. Yang tadi nya mom Ji berniat ingin menjenguk Junior, terpaksa ia urungkan karna melihat ada Dewa..


"Apa lagi yang kau tunggu, pulang lah dan jangan datang ke sini lagi." Bentak ibu Aurel ke Dewa.. "Junior ayo masuk." Ucapnya lagi lalu menarik tangan Junior.. Tapi sebelum itu Junior membisikkan sesuatu ke Dewa.


"Lebih baik uncle pulang. Jika kita bertemu lagi, Jagoan akan memperkenalkan uncle dengan mommy Jagoan. Dia baik tidak pernah marah seperti oma dan ibu." Bisik nya. Dan membuat Dewa menganggukkan kepalanya setuju..


Di dalam mobil Dewa terus saja memikirkan perkataan mertuanya yang memang benar ada nya.. Dulu ia begitu cemburu sampai tidak ingin mendengar terlebih dahulu penjelasan istrinya.. Dan parah nya lagi, berbuat kasar kepada istrinya. Tapi seketika Dewa berpikir apakah mommy dan ibu Jagoan berbeda.? "Tadi ia bilang jika akan mengenalkan ku ke mommy nya. Bukan kah hari itu aku sudah bertemu dengan ibunya yaitu Mey,.?Atau jangan jangan..?" Batin Dewa lalu melanjukan mobilnya dengan sangat cepat ke kantor Adam..


Tak butuh waktu lama, kini Dewa sudah tiba di kantor uncle Adam. Dan dengan cepat Dewa melangkahkan kaki nya menuju ruangan di mana Aurel sedang bekerja.. "Sayang,." Panggil Dewa yang kebetulan saat ini sedang berhadapan dengan Aurel.


"Sayang,." Ucap nya lagi lalu meraih tangan Aurel..


"Dewa apa yang kau lakukan.?" Lalu menghempaskn tangan Dewa.


"Kumohon ikut dengan ku sebentar saja."


"Tidak. Untuk apa ikut dengan mu, aku sedang bekerja.."


"Ikut dengan ku. Aku tidak ingin di bantah.."Titah Dewa yang lalu menarik tangan Aurel..


"Dewa lepas." Ucap Aurel yag berusaha melepas genggaman Dewa namun sangat sulit. Karna Dewa memengang tanganya begitu erat..


"Dewa lepas, jika tidak kau akan menyesali ini semua." Geram Aurel, namum Dewa tak menggubrisnya sama sekali. Dan tetap berjalan.


"Masuk, ada yang ingin ku katakan." Ucap Dewa membuka kan pintu mobil untuk Aurel.


"Tidak."


"Masuk ada yang ingin ku katakan."


"Tidak, sekarang aku sedang bekerja. Apa kata karyawaan lain jika aku meninggalkan pekerjaan ku."


"Tidak usah memedulikan mereka, karna aku sudah meminta izin dengan uncle." Ucap Dewa lalu menutup pintu mobil setelah memaksa Aurel masuk ke dalam mobilnya.


"Dewa kau ingin membawaku kemana.?"


"Dewa....!!!!!" Teriak Aurel karna ucapan nya tidak di gubris sama sekali.

__ADS_1


"Aku ingin membawa mu ke tempat di mana kau bisa mengingat semua tentang diriku.."


Seketik wajah Aurel berubah menjadi pucat, kala mendengar ucapan Dewa.. Aurel sangat takut jika Dewa membawa nya ke rumah yang dulu tempatnya ia disiksa.. Banyangan itu kembali terputar di pikiran nya.. Dan langsung membuat Aurel menangis..


"Sayang kau kenapa.?" Tanya Dewa yang merasa khawatir lalu menepikan mobilnya.


Aurel tetap tak bergeming, dan masih terus saja menangis.. Dan Dewa yang melihat hal itu justru membuat hatinya terasa sesak. Dan dengan nalurinya sebagai seorang suami, Dewa langsung memeluk erat tubuh Aurel..


"Maafkan aku sayang.." Ucapnya tulus.


"Aku berjanji tidak akan menyakiti dan membuat mu menangis lagi."


"Lepas" ucap Aurel. Yang terus saja memberontak di pelukan Dewa, namun sangat sulit karna Dewa memeluknya dengan erat. Dan Aurel pun menggigit dada Dewa dengan sangat kerasnya. Sehingga Dewa melepas pelukan nya..


Plaaakkkkkkkk.. Aurel kembali menampar pipi Dewa..


"Jangan harap aku memaaafkan mu, atas perlakuan mu hari ini." Ucap Aurel geram lalu berusaha untuk keluar dari mobil, namun sial Dewa sudah mengunci otomatis mobilnya..


"Kau bisa menamparku, memukulku sebanyak yang kau mau.. Asal kau bisa memberiku kesempatan untuk ku agar bisa menebus semua kesalahan yang telah kulakukan padamu." Ucap Dewa.


"Aku akui, aku sangat salah dengan tidak memberimu kesempatan untuk menjelaskan dan......


"Maafkan aku sayang, aku harus melakukan ini agar kau bisa kembali kepadaku." Ucap Dewa lalu kembali melajukan mobilnya...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hingga malam hari, Aurel tak kunjung pulang dari kantornya dan membuat ibunya gelisa akan hal itu. Tidak seperti biasanya. Aurel akan menghubungi ibu nya jika ia akan lembur di kantor tapi kali ini beda, ia tak menghubungi sama sekali ibunya dan ibunya pun sudah berusaha menelpon Aurel, namun ponselnya sudah berada di luar jangkauan..


Hingga kini tepar jam 02dini hari., Aurel pun belum kembali.. Dan ibu pun terpaksa harus menelpon Anzel untuk memberi kabar tentang Aurel. Namun sayang no Anzel pun sedang berada di luar jangkauan.. Dan terpaksa ibu menelpon Mey,. Mey yang mendegar kabar dari ibu, langsung panik. Pikiran nya saati ini pasti Aurel sedang di culik oleh Dewa..


"Bu besok saja kita cari Aurel,. Ini sudah sangat larut bu, lagian kita juga tidak tahu di mana Aurel bu.."


"Tapi Mey, ibu takut jika terjadi sesuatu dengan Aurel.. Ibu takut jika Dewa......


"Ibu jangan berpikiran yang macam macam. Walaupun Dewa yang menculiknya tidak mungkin Dewa berlaku kasar padanya lagi seperti dulu.. Ibu istirahat saja, besok aku akan menemui Dewa di rumah nya."


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’

__ADS_1


Keesokan harinya.


Mey sudah sangat rapi, ia bergegas untuk menemui Dewa di rumah nya. Namum sayang, Dewa tak berada di rumah nya.. Dan setelah memeriksa seluruh keadaan rumah Dewa, Mey pun memutuskan untuk pergi ke rumah mom nya Dewa.


"Mey ada apa nak. Tumben datang ke rumah mommy.." Tanya mom Ji.


"Tante apa Dewa membawa Aurel ke sini.?" Tanya Mey.


"Tidak. Memang apa yang terjadi nak.?"


"Kemarin Aurel berangkat kerja dan sampai hari ini ia belum juga pulang, dan tadi aku mencari di rumahnya Dewa. Tapi tidak menemukan nya, Dewa pun juga tidak ada.. Jadi mungkin saja Dewa yang membawa Aurel."


"Apa kau sudah menghubungi Aurel.?"


"Sudah tante hanya saja nonya sudah tidak aktif lagi.,. Tolong tante telpon Dewa dulu,."


"Tunggu sebentar nak.." Ucap mom Ji lalu mencoba menghubungi Dewa, namum sayang ponsel Dewa pun sudah berada di luar jangkauan.


"Tidak aktif.." Ucal ibu.


"Itu artinya Dewa memang saat ini sedang bersama dengan Aurel.." Ucap Mey.. " Baiklah tante kalau begitu Mey pulang dulu..


"Siapa sayang.?" Tanya Dad Ezra..


"Mey sahabat Aurel. Ia datang kesini karna ingin mencari Aurel.."


"Ouh."


"Sayang, pasti Dewa yang membawa Aurel. Tapi kira kira kemana Dewa membawa nya sayang..?"


"Entahlah, biarkan saja Dewa membawa Aurel pergi supaya mereka bisa kembali bersama."


"Apa kau tahu di mama Dewa membawa Aurel.?"


"Tidak. Hanya saja Dewa kemarin bilang jika ingin hidup berdua saja dengan Aurel tanpa di ganggu oleh siapa pun."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


"Pagi sayang,." Ucap Dewa sambil duduk di samping Aurel.


"Apa kau masih betah dengan diam mu.? Padahal aku sudah membuatkan mu sarapan.. Apa kau tidak ingin mencobanya.?" Tanya Dewa kembali..


__ADS_2