Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 49


__ADS_3

Kini Mey dan Aurel sedang berada di taman belakang, banyak yang Aurel ajarkan kelada Mey soal kehamilan, karna ini adalah kehamilan pertama untuk Mey, jadi Aurel memberikan arahan arah mana yang harus di lakukan dan mana yang tidak. Apalagi usia kandungan Mey masih terbilang muda. Berbeda dengan usia kandungan Aurel saat ini yang sedang memasuki bulan ke 8..


"Rel, bagaimana rasanya bisa menjadi seorang ibu ?" Tanya Mey.


"Aku tidak bisa mengungkap kan nya dengan kata kata. Karna bagiku menjadi seorang ibu adalah keajaiban yang begitu sangat sempurnah.."


"Rel, aku takut, takut jika aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk calon bayiku nantinya."


"Hey, jangan takut. Aku kenal kamu Mey. Kamu orang yang sangat bertanggung jawab.. aku yakin kau bisa menjadi ibu yang terbaik bagi anak anak mu nantinya."


"Tapi jujur Rel, sampai sekarang aku masih benar benar tidak percaya jika aku telah menjadi istrinya Anzel.."


"Kok tidak percaya sih.?"


"Iya Rel, kamu tahu sendiri kan. Anzel itu sangat sempurnah, kaya, ganteng, kurang apa lagi coba. Sedangkan aku, astaga, cuman butiran debu yang terbawa angin pula."


"Itulah cinta Mey, kita tidak tahu kemana hati kita akan jatuh.. Dan hati Anzel jatuh pada hati yanh tepat yaitu kamu Mey."


Mey tersenyum ke arah Aurel.. "Dan kamu juga sangat beruntung, karna hatimu jatuh pada Dewa, yang juga sangat mencintai mu."


"Iya kamu benar banget Mey, aku sangat beruntung. Tapi kamu pun juga sungguh sangat beruntung Mey." Jelas Aurel


"Ouh yah Rel, calon ponakan ku yang kedua ini berjenis kelamin apa.? Cewek apa cowok.?"


"Cowok." Ucap Aurel sambil tersenyum.


"Cowok lagi.?"


"Iya Mey.."

__ADS_1


"Wah kamu dong yang paling cantik nantinya di rumah ini."


"Hahah iya Mey. Sampai saat anak ku menikah, aku yang paling cantik. Tapi jika mereka sudah menikah aku pasti yang paling jelek."


"Siapa bilang, kamu tuh paling cantik di hatinya Dewa."


"Dan paling cantik juga di hatiku bu." Timpal Junior yang baru saja datang."


"Junior." Ucap Mey dan Aurel bersamaan.


"Sini sayang, sama ibu." Panggil Mey dengan tangan nya dan menyuruh Junior agar duduk di pangkuan nya.


"Apa ibu sudah memberiku adik.?" Tanya Junior.


"Sudah dong sayang, ini adik Junior masih di perut ibu." Jelas Mey.


"Makasih bu." Junior mencium pipi kiri dan kanan Mey,, lalu turun dari pangkuan Mey, dan menuju ke ibunya.. "Cuppp" Junior mengecup perut ibunya. "Adek, ayo cepat keluar, tidak lama lagi kita punya adik dari ibu." Ucap Junior, Mey dan Aurel serentak tersenyum.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Seminggi berlalu. Setiap hari, di pagi hari tak henti hentinya Mey muntah.. Membuat Anzel merasa kasihan melihat sang istri..


Tapi Mey tidak pernah mengeluh sama sekali tentang itu. Dia justru sangat menikmati hari harinya seperti ini. Bahkan Mey memaksa Anzel untuk merekam dirinya agar bisa menjadi memory untuk anak nya kelak.


Roy yang tiap harinya menjemput sang majikan ya hanya bisa diam mematung di tempat karna Anzel sama sekali tidak ingin Roy bercerita panjang kali lebar.. Tapu Roy tetal lah Roy, tidak bisa berhenti jika bukan maunya sendiri.


"Tuan. Tuan." Panggil Roy saat Anzel dan Mey sedang duduk di ruang keluarga.


"Ada apa lagi Roy,.? Jangan membuat ku pusing." Bentak Anzel.

__ADS_1


"Jangan seperti itu Zel." Ucap Mey menenangkan Anzel.


"Maaf." Ucap Anzel.


"Ada apa Roy.?" Tanya Mey.


"Itu nyonya, anu.. Hmmm anu nyonya.." Ucap Roy setengah setengah.


"Anu apa.? Bicara yang jelas, biar tuan mu tidak marah."


"Itu nyonya, waktu nyonya di culik, aku kan memberi teka teki pada tuan biar tuan tidak khawatir dan tuan belum menjawab nyonya.."


"Apa teka teki nya Roy.?" Tanya Mey.


"Begini nyonya, kan kalau tuan bisa menjawab maka aku tidak akan di gaji.Tapi jika tidak bisa menjawab maka gajiku akan doubel."


"Iya iya, terus apa teka tekinya Roy.?" Tanya Mey lagi.


"Apa bedanya pengantin baru dan mobil baru.?" Tanya Roy, dan Mey malah tertawa. Membuat Nazle kaget menatap sang istri.


"Kamu tahu jawaban nya sayang.?" Tanya Anzel..


"Iya, itu jawaban nya udah di jawab sama reader kesanyangan nya autor." Ucap MeyπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Hahahhah, makasih yahh reader udah jawab teka teki nya sih Roy mulut tanpa filter🀭🀭🀭.. Jangan lupa like dan komen. Dan semoga kalian sukaπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Dan jangan lupa mampir ke karya baruku. Dengan judul.


..."DEAR HUSBAND"...

__ADS_1


Ditunggu yahπŸ˜‰


__ADS_2