Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
92


__ADS_3

Pagi menyapa.. Senyum menggembang di wajah Dewa kala melihat sang istri yang masih setia tidur di bawah selimutnya.. Dewa mengecup mesrah kening, pipi kiri kanan, dan bibir istrinya..Dan berucap "Selamat pagi sayang."


Namun Aurel masih tetap setia dengan mata terpejamnya.. Dewa hanya bisa kembali tersenyum, melihat istrinya yang masih tetap tertidur pulas,. Dewa yakin ini adalah pengaruh hormon kehamilan, karna tidak seperti biasanya Aurel bangun sesiang ini..


Dewa, berjalan keluar dari kamarnya, menuju ke kamar Junior..


"Pagi jagoan nya daddy." Sapa Dewa kala membuka pintu kamar Junior..


"Pagi dad.."


"Sudah mandi..?" Tanya Dewa yang kini sudah menggendong Junior..


"Sudah dad.."


"Apa Junior mandi sendiri..?" Tanya Dewa kembali setelah mencium wajah Junior yang begitu harum menurutnya..


"Ia dad.. Junior harus bisa mandi sendiri, karna sebentar lagi Junior akan menjadi seorang kaka. jadi Junior harus bisa mengurus diri,." Jelas Junior, membuat Dewa tersenyum dan mencubit hidung Junior..


"Ternyata anak daddy sudah besar.."


"Tentu daddy.. Junior sudah dewasa karna sebentar lagi akan memiliki adik.. Ouh yah daddy di mana mommy...?"


"Mommy masih tidur.. Mungkin ade bayi, masih mengantuk.."


"Oooo."


"Kenapa, apa Junior ingin sesuatu...?"


"Iya dad, bagaimana kalau kita membuat sarapan untuk mommy dan adek bayi.."


"Wah ide yang bagus.." Ucap Dewa lalu menggendong Junior menuju dapur..


Saat Dewa dan Junior sedang berada di dapur. Mereka berdua saling menatap,.


"Daddy ayo berjuang."


"Junior ayo berjuang."


Ucap mereka secara bersamaan dan kompak.. Kedua nya tertawa,, namun setelah itu mereka berdua pusing tidak tahu akan membuat masakan apa..

__ADS_1


"Bi,.." Panggil Dewa.


"Iya tuan."


"Bi, kira kira masakan yang sehat untuk ibu hamil apa bi...?"


"Nyonya hamil..?" Tanya bi


"Iya bi.. Jadi masakan apa yang pas untuk istriku..?"


"Mungkin sub daging, ditambah wortel, kentang dan kacang merah.. Saya akan memasaknya tuan.."


"Jangan bi.. Saya dan Junior akan memasaknya. Bibi istirahat saja di kamar.."


"Tapi tuan.....


"Bi.."


"Baik tuan." Ucap bibi dan berlalu dari dapur..


••••••••••


"Setuju dad.."


Dewa dengan lihai mengupas kentang dan wortel yang menurutnya itu sangat mudah sekali.. Setelah mengupas, dan memotong wortel dan kentang Dewa memberinya kepada Junior agar di bilas bersih..


"Daddy, setelah ini apa lagi...?"


"Kacang merah, tunggu daddy akan mengambilnya."


Setelah mencari beberpa menit akhirnya Dewa menemukan di mana letak kacang merah, dan memberikan nya pada Junior agar bisa segerah di cuci..


"Daddy setelah ini apa lagi.." Lagi lagi Junior bertanya..


"Ouh ya danging.. Tunggu daddy akan mengambilnya di freezer." Ucap Dewa dan segera mengambil danging..


"Daddy setelah ini apa lagi..?" Tanya Junior kembali..


"Sayang, semua bahan sudah lengkap jadi kita hanya perlu untuk memasak nya saja.."

__ADS_1


"Junior tahu dad.. Tapi mana yang lebih dahulu di masak..?" Tanya Junior..


"Junior ini hanya sebuah sub, dan yang pastinya semua menu dicampur dan masak sampai air mendidih." Terang Dewa sambil meraih panci, dan mulai memasukkan semua bahan ke dalam panci dan memasaknya..


"Daddy apa kau yakin...?" Tanya Junior yang merasa ragu..


"Ya daddy yakin.. Mommy pasti akan menyukai sop daging buatan kita.. Apalagi ini di buat dengan penuh cinta."


•••••••••••••


Aurel terbangun dari tidurnya kala menyadari sudah tak ada lagi Dewa disamping nya.. "Astaga aku bangun kesiangan." Gumam Aurel,. Dan dengan segerah Aurel menuju kamar mandi dan membersihkan diri..


Setelah beberapa saat, Aurel yang sudah rapi, langsung bergegas menuruni anak tangga untuk mencari suami dan anaknya.. Dari tangga Aurel mendengar suara yang begitu ribut dari arah dapur.. Tidak menunggu waktu lama, dengan langkah seribu Aurel menuju dapur..


Dan waoouuu, mata Aurel membulat sempurna melihat keadaan dapur yang begitu sangat tidak indah di pandang.. Kulit kentang dan wortel berserakan di lantai, kacang merah tumpah di mana mana, bahkan tempat bumbu bumbu dapur pun sudah tidak dengan posisi semula..


Aurel menepuk jidat nya kala melihat dua manusia pengacau dapurnya..


"Mommy, jangan marah dan jangan salahkan daddy. Ini semua salah Junior." Ucap Junior.


"Sayang, jangan salahkan Junior. Ini semua salah ku. Aku yang mengajak Junior untuk memasak.."


"Tidak mommy ini salah Junior bukan Daddy."


Dewa dan Junior saling menyalahkan dirinya masing masing.. Junior tidak ingin melihat mommy dan daddy nya bertengkar. Sedangkan Dewa tidak ingin melihat sang istri memarahi sang anak.. "Sunggu mereka sangat kompak." Gumam Aurel. Lalu menghampiri suami dan anaknya..


Aurel memeluk Junior dan meraih tangan suaminya agar ikut memeluk tubuhnya dan Junior..


"Terima kasih. Karna sudah berusaha membuat kan mommy makanan.. Mommy terharu melihat ini semua.. Mommy sangat mencintai kalian.." Ucap Aurel,


"Junior juga mencinta mommy, dan daddy."


"Dan daddy mencintai kalian semua, melebihi cinta kalian ke daddy.."


..."T H E E N D"...


Terima kasih karna sudah setia menunggu otor UP setia harinya🥰🥰 sampai novel ini tamat.😘


Next autor akan lanjut ke season2, melanjutkan kisah cinta Mey dan Anzel💃💃💃.. Jadi tetap stay yah🤗 para reader yang otor cintai dan sayangi 🥰🥰..

__ADS_1


Jgn lupa like, comen yang syg syg😘.


__ADS_2