
Roy yang sedari tadi mendengar perbincangan antara tuan Anzel dan tuan Dewa hanya bisa diam.. Dan justru tidak mempakkan wajah panik nya sama sekali.. Entah apa yang Roy pikirkan. Anzel yang melihat Roy, kini mulai merasa geram, melihat sang asisten yang hanya bisa diam tanpa tahu mau berbuat apa..
"Roy, kenapa kau hanya diam.? Coba pikirkan kira kira di kemana Fadisah membawa istriku."
"Maaf tuan tapi sungguh aku tidak bisa berpikir ke situ.. Yang aku pikirkan saat ini justru keadaan bibit pelakor."
"Haaa...??? Ucap Dewa dan Anzel kaget secara bersamaan.
"Apa maksud dari ucapan mu.?" Bentak Dewa.
"Roy, seharus nya kau mengkhawatirkan istriku, bukan bibit yang kau maksud itu." Timpal Anzel.
"Aku yakin istri tuan baik baik saja. Justru aku khawatir dengan keadaan bibit saat ini. Karna ku yakin pasti bibit tidak akan berkembang di tangan nyonya." Jelas Roy membuat Dewa menggelengkan kepalanya.
"Sungguh asisten mu sangat berbanding terbalik dengan asisten ku." Ucap Dewa
"Aku pun juga pusing di buat nya, entah kenapa dia bisa menjadi asisten ku." Pasrah Anzel.
ππππππππππ
Di dalam kamar, Mey terus saja berusaha untuk membuka ikatan tangan nya, namun sungguh sangat susah. Hingga membuat Mey terus saja berteriak membuat penjaga yang berada di luar kamar masuk kedalam.
"Ada apa.?" Bentak penjaga tersebut.
__ADS_1
"Buka ikatan tangan ku, aku ingin buang air besar."
"Hahaha, bilang saja jika kau ingin berniat kabur, iya kan..???" Tanya nya.
"Mana bisa kabur bod*oh jika kalian menjaga ku. Kau pikir aku ini laki laki yang bisa melawan kalian."
"Ahhh, sudah lah aku tidak percaya dengan mu." Ucap pengawal lalu berjalan ingin keluar dari kamar tempat Met berada.
"Auhhhh, tunggu tunggu." Teriak Mey sehingga menghentikan langkah penjawal Sam.
"Apa lagi.?" Tanya nya
"Tolong, aku sudah tidak tahan. Atau, begini saja, tolong panggilkan nyonya kalian, Fadisah suruh dia membantuku." Jelas Mey.
Beberapa saat kemudian..
"Kau kenapa,.? Membuat ku repot saja.?" Tanya Fadisah dengan sebal nya.
"Hey tolong buka ikatan kaki ku. Aku ingin ke kamar mandi,." Pinta Mey, dan Fadisah pun membuka tali di kaki Mey.
"Kau sungguh merepotkan wanita bar bar.. Kenapa dalam ke adan begini justru kau ingin ke kamar mandi."
"Makasih." Ucap Mey sambil berjalan dengan tangan yang masih di ikat.. "Kenapa kau ikut.?"Tanya Mey sambil melirik ke arah Fadisah.
__ADS_1
"Hey, kau tahanan di sini, makanya aku mengikutimu supaya kau tidak kabur."
"Ayo, masuk lah dan nikmati bau nya." Ucap Mey sambil tersenyum..
"Selain bar bar, ternyata kau juga wanita yang jorok. Aku tidak menyangka Anzel bisa menyukai dirimu. Aku yakin kau memakai pelet, iya kan.?"
Mey tidak menggubris ucapan Fadisah, Mey justru menyerahkan kedua tangan nya di hadapan Fadisah. "Buka ikatan nya." Pinta Mey,.
"Hey, kalau aku membuka nya, maka kau akan kabur.?"
"Kalau kau tidak membuka nya, maka aku akan menyuruh mu untuk membersihkan sisa kotoran ku nanti." Ucap Mey.
"Jorok." Ucap Fadisah sambil membuka ikatan tangan Mey.
"Wanita bodoh." Batin Mey, dan saat tanga Mey berhasil lepas dari ikatan tali. Mey langsung menarik lengan Fadisah dan memutar tangan Fadisah seperti sedang memeras cucian basah..
"Auuuhhh, sakit. Lepaskan." Ringis Fadisah.
"Diam." Bentak Mey, lalu mulai mengikat tangan Fadisah..
Maaf yah autor lambat UPπ
Happy eid al_Adha mubarak.
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan bathinππππ