Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
S2 41


__ADS_3

Saat ini Mey masih belum sadarkan diri, dia sedang berada di sebuah rumah, dengan keadaan tangan dan kaki nya yang sedang di ikat, bahkan mulut Mey pun kini sedang di lakban..


Beberapa saat, Sam masuk ke dalam kamar di mana tempat Mey di sekap.. Sam berjongkok menunduk lalu membuka lakban yang berada di mulut Mey.. "Siapa yang melakukan ini.?" Tanya Sam pada anggota nya yang berada di sana.. "Sudah ku katakan, jangan sakiti dia, karna dia milikku." Bentak Sam.


"Maafkan kami tuan." Ucap salah satu anggota Sam.


"Sekarang kalian keluar dari sini. Dan ingat jangan sampai ada orang yang tahu tentang ini semua." Pinta Sam.


"Baik tuan." Ucap anggota Sam lalu keluar dari kamar.


Mey yang mendengar ada suara suara, kini mengerjapkan matanya secara perlahan..


"Kau sudah sadar.?" Tanya Sam.


"Kau..?? Apa yang kau lakukan padaku.? Dan di mana aku ini.?" Tanya Mey sambil melihat keadaan di sekeliling.


"Hahah Mey tenang saja jangan panik. Aku tidak berbuat macam macam padamu. Kau tahu kan kalau aku mencintai mu, jadi tidak mungkin aku melukai mu." Jelas Sam.


"Lepaskan aku." Teriak Mey


"Teriak lah sepuasnya, karna tidak ada yang akan bisa menolong mu di sini." Ucap Sam lalu mencoba mendekat ke arah wajah Mey.

__ADS_1


"Bukkk." Mey menghantap hidung Sam dengan kepalanya sehingga membuat hidung Sam mengeluarkan darah segar.


"Auuuuuhhhhh." Ringis Sam, sambil mengusap hidung nya.


"Jangan berani berani mencoba mendekatkan wajah mu dengan ku. Jangan sesekali mencoba mencium ku. Karna jika sampai itu terjadi maka kau akan ku hancurkan."


"Hahahahah,." Sam tertawa. "Itu lah yang membuat ku suka padamu Mey, kau lain dari pada yang lain. Kau punya pesona tersendiri." Puji Sam..


"Hahahha." Mey pun ikut tertawa. "Jika kau tidak melepaskan ku, lihat saja apa yang akan terjadi padamu Sam." Ancam Mey.


"Aku akan menunggu apa yang akan terjadi." Tantang Sam.


"Dasar bibit pebinor." Ucap Mey .


Saat Mey hanya sendiri di kamar, Mey memandang sekeliling, melihat situasi bisakah ia meloloskan diri nya dari kamar ini dengan keadaan yang seperti ini..


"Ponsel. Dimana ponsel ku." Ucap Mey


"Ahh seperti nya ponselku tertinggal di rumah bibit pelakor. Semoga Anzel sedang mencari ku sekarang, dan melacak ponsel ku." Ucap Mey.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Kini Dewa telah berada sedari tadi di perusahaan Anzel. Mereka berdua sedang berbincang mengenai Mey, yang tiba tiba keluar dari rumah tanpa pamit, dan ponsel nya pun saat ini sudah tidak aktif lagi..


Anzel begitu sangat khawatir karna mengingat ini pertama kalinya terjadi pada dirinya..


"Tunggulah sesaat lagi. Aku sudah menelpon dad Ezra, dia akan memberika anggota terbaik nya untuk mencari istrimu." Ucap Dewa.


"Tapi ini sudah setengah jam Dewa dan belum ada kabar sama sekali, dari anggotanya daddy mu."


"Tunggu saja, ini memang tidak semuda mencari baju yang ada di toko." Ucap Dewa, dan ponsel Dewa pun berdering.


"Halo dad." Sapa Dewa saat menjawab panggilan nya.


"Ponsel Mey dan mobilnya beada di rumah Fadisah, namun Mey tidak berada di sana."


"Terus Mey sedang berada di mana sekarang.?" Tanya Dewa, lalu Anzel yang mendengar langsung meraih ponsel Dewa.


"Om, di mana istriku.? " Tanya Anzel dengan panik.


"Saat ini aggotaku sedang mencarinya, tunggu saja kabar selanjut nya." Ucap dad Ezra.


"Om, katakan pada anggota om, siapa pun yang menemukan istriku, akan ku beri bayaran yang banyak."

__ADS_1


"Hahah, tidak usah pikirkan itu. Karna itu sudah menjadi tugas mereka.. Kau cukup berdoa saja, semoga Mey bisa di temukan secepat nya."


__ADS_2