Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
54


__ADS_3

Stengah jam telah berlalu, namun Aurel masih tetap duduk di kursinya sambil mere*mas kedua tangannya. Ia takut karna tadi Indah berucap jika pimpinan ingin bertemu dengan nya.. Itu artinya uncle Adam ingin bertemu dengan nya..


"Bagaimana jika Dewa ada di sana, apa yang harus kulakukan." Batin Aurel..


"Aurel, kenapa kau masih di sini.?"


"Hhmmm itu bu, anu....!" Jawab Aurel gugup.. Gugup sekaligus takut. Takut jika bertemu dengan Dewa..


"Cepat pergi ke ruangan ceo, ada hal yang penting yang ingin ia tanyakan." Ucap bu Fitri,.


"Baik bu." Lalu Aurel berjalan memasuki lift untuk menuju ke ruangan uncle Adam.


Saat di dalam lift, Aurel masih terus saja mere*mas kedua tangan nya.. Ia betul betul sangat gugup saat ini.. "Aurel, jangan seperti ini. Ingat 3tahun ini kau sudah sangat pandai melalui nya. Jangan karna hanya hari ini semuanya akan gagal." Batin Aurel..


"Aku yakin aku bisa." Huuuuffhhhh.. Ucap Aurel sambil menghela nafas panjang..


Di depan ruangan uncle Adam, sekretaris yang berada di situ pun langsung mempersihlakan Aurel untuk masuk, dan dengan langkah yang agak gemetar Aurel melangkah kan kaki nya masuk ke ruangan uncle Adam..

__ADS_1


"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu.?" Ucap Aurel..


Dewa yang mendengar dan tahu betul akan suara itu, langsung menoleh dan berjalan ke arah Aurel, mata mereka saling bertatapan, saling mengunci pandangan satu sama lainnya.. Terlihat jelas di mata Dewa yang sangat merindukan istrinya, begitu pun sebaliknya di mata Aurel. Tanpa pikir panjang Dewa langsung berhambur memeluk tubuh Aurel..


"Sayang,." Ucap Dewa sambil menitihkan air matanya,, akhinya selama 3tahun ini, ia bisa merasakan kembali memeluk tubuh sang istri tercinta.. Sesaat Aurel terdiam, jujur Aurel juga sangat merindukan suara itu. Suara yang selalu memanggilnya sayang, dan Aurel pun rindu akan pelukan itu. Pelukan dari orang yang ia cintai.. Tapi seketika Aurel sadar kala mengingat hal lain..


"Tuan, apa yang tuan lakukan. Tolong lepaskan saya tuan." Ucap Aurel, yang terus saja menggeliat di dalam pelukan Dewa..


"Sayang, maafkan aku.. Maaf atas kesalahan yang telah ku perbuat., Tolong biarkan aku memeluk mu lebih lama lagi." Ucap Dewa yang masih setia memeluk tubuh Aurel.


Tapi berbeda dengan Aurel. Ia terus saja memberontak di dalam pelukan Dewa. Dan saat ia berhasil melepaskan diri.. Plaaaakkk.. Aurel menampar keras pipi Dewa.


"Sayang, apa kau lupa dengan diriku.? Aku Dewa, aku suami mu. Kau pasti ingat itu sayang.?" Terang Dewa.


"Hahahahh, jangan berpura pura tuan. Candaan anda sungguh sangat tidak masuk akal, karna suami ku sudah mati tiga tahun yang lalu."


"Tidak sayang, aku suamimu dan kau istriku.. Maafkan aku sayang, yang telah membuat mu seperti ini.. Maaf karna telah menyakitimu, tolong maafkan aku." Ucap Dewa yang langsung memeluk tubuh Aurel kembali.

__ADS_1


"Tuan Dewa yang terhormat.." Ucap Aurel, dan sontak membuat Dewa kaget, bukan kah Aurel lupa ingatan lalu kenapa tadi dia bilang nama Dewa. itu artinya.?


"Kau ingat sayang,." Ucap Dewa sambil mengurai pelukan nya dan manangkup kedua tangan nya di pipi Aurel, mereka sama sama saling memandang..


"Ya, aku ingat. Kau Dewa kan anak terpopuler di kampus dulu.. Kau sengajakan mengaku sebagai suamiku, karna aku menolak cinta mu.. Dasar payah.."


"Ia aku ingat dulu kau menolak ku,. tapi sekarang kau sudah menjadi istriku Aurel.. Lihat ini." Ucap Dewa sambil memperlihat kan jemarinya yang memakai cincin kawin.. " Kau lihat sayang, ini cincin kawin kita, bahkan nama mu terukir indah di cincin ini.."


"Tapi hanya kau yang mempunyainya dan saya tidak. Jadi bisa saja kau hanya bercanda. Kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Aurel lalu melangkan membelakangi Dewa.


"Aurel". Panggil Dewa dan berhasil membuat Aurel menghentikan langkahnya.. Lalu Dewa maju dan memeluk tubuh Aurel dari arah belakang..


"Maaf aku atas sikap bodohku yang telah melukai mu dan melukai anak kita.. Aku salah Aurel, aku akui itu. Tapi tolong, beri aku kesempatan untuk menebus semuanya, aku mencintamu Aurel, dan aku berjanji akan menebus semua kesalahan ku dengan terus mencintai mu tanpa batas, hingga sampai aku tak lagi bernafas,. Jadi tolong maafkan aku Aurel."


Jelas saja ucapan Dewa membuat air mata Aurel menetes. Hanya saja Dewa tidak tahu karna tidak melihatnya.


"Maaf jika tidak ada lagi yang mau anda ucapkan saya permisi dulu.." Ucap Aurel lalu berjalan meninggalkan Dewa sendiri..

__ADS_1


Jujur, jika di bilang sakit.. Pasti sangat sakit.. Mengingat perlakuan Dewa dulu padanya. Yang bahkan hampir membuat Aurel kehilangan bayinya.. Dan tanpa pikir panjang lagi, Aurel segera meraih tasnya dan berniat untuk pulang, persetena dengan lemburnya malam ini.. Yang ingin Aurel laukan saat ini hanya ingin memeluk tubuh jagoan kecilnya.


__ADS_2