
Dengan hati yang merasa lebih tenang, kini Anzel mengendarai mobil nya menuju perusahaan nya kembali. Anzel merasa lebih lega dengan ucapan Dewa barusan, bahwa cinta tidak perlu di ungkapkan, cukup dengan pembuktian tindakan nya..
Sepanjang perjalanan, Anzel terus saja tersenyum, mengingat kembali masa di mana Mey yang selalu posesid kepadanya. "Ini kah alasan mu, mengapa aku tidak boleh berdekatan dengan perempuan lain.? Karna kau telah jatuh cinta padaku." Gumam Dewa sambil tersentum.
Beberapa saat kemudian, kini mobil yang Anzel kendarai telah tiba di perusahaan, sebelum nya Anzel telah menelpon Roy,. Roy yang melihat mobil tuan nya langsung segerah menghampiri.
"Selamat siang tuan.." Sapa Roy, sambil membungkukkan badanya memberi hormat..
"Apa jadwal ku hari ini.?" Tanya Anzel sambil berjalan, dan di susul oleh Roy di belakang nya.
"Hari ini tuan tidak ada rapat penting. Hanya saja, ada seseorang yang ingin bertemu tuan."
"Seseorang.???" Tanya Anzel sambil terus berjalan.
"Iya tuan. Dia sudah menunggu tuan dari tadi."
"Di mana dia menunggu ku.?" Tanya Anzel kembali.
"Di ruangan tuan." Jawab Roy dengan cepat.
Anzel menghentikan langkah nya. Lalu menoleh ke arah Roy,. "Apakah dia Sam.?" Tanya Anzel.
"Bukan tuan. Dia seorang wanita. Dari tadi saya bilang jika tuan sedang tidak ada tapi dia tetap saja bersikeras untuk ingin bertemu dengan tuan.." Jelas Roy.
__ADS_1
"Perempuan..? Siapa dia.?" Gumam Anzel namun masih dapat di dengar oleh Roy.
"Mana saya tahu tuan, saya saya baru pertama kali melihat nya." Ucap Roy dengan spontan, membuat Anzel menggelengkan kepalanya, karna berurusan dengan Roy pasti ujung unjung nya akan membuat kepala Anzel pusing.
Beberapa saat kemudian, kini Anzel telah sampai pas di depan pintu ruangan. Roy yang melihat tuan nya telah tiba, kini membuka pintu ruangan.. "Silahkan tuan." Ucap Roy sopan.
Tamu Anzel seketika menoleh ke arah pintu yang terdengar bunyi tadi. Anzel yang berjalan masuk ke dalam ruangan nya seketika menghentikan langkahnya kala melihat siapa tamu yang kini berada di ruangan nya..
"Anzel." Sapa perempuan tersebut yang bernama Fadisah.
"Disah. Kau kah itu..?" Tanya Anzel yang masih diam menatap Fadisah..
Fadisah berjalan mendekat ke arah Anzel lalu memeluk tubuh Anzel. "Aku rindu padamu Anzel." Ucap Fadisah.
Anzel terdiam, tidak tau ingin mengatakan apa lagi. Masalah dengan Sam belum juga selesai, kenapa tiba tiba Fadisah kini hadir di hadapan nya.
"Ada apa Fadisah.? Maksud ku, kau dari mana.? Kenapa kau baru muncul di hadapan ku.?" Tanya Anzel.
"Maafkan aku Anzel. Aku benar benar minta maaf." Pinta Fadisah.
"Sejak kapan kau di sini.? Maksud ku sejak kapan kau ada di kota ini.?" Tanya Anzel yang masih bingung dengan dirinya sendiri.
"Akan ku jelaskan semuanya nanti.."Ucap Fadisah, lalu masih tetap setia memeluk Anzel.
__ADS_1
"Ceklek." Bunyi suara pintu terbuka, dan ternyata Roy lah yang masuk kedalam ruangan. Dan betapa kagetnya Roy saat melihat gadis yang menunggu tuan nya tadi sedang memeluk tuan nya.. "Gawat, aku harus melaporkan ini pada nyonya." Batin Roy.
"Maaf tuan. Kalau saya mengganggu." Ucap Roy lalu pamit dari dalam ruangan.
"Anzel, aku benar benar merindukan mu..Sangat sangat rindu."
"Sih kepo Roy, mengganggu saja yah๐ ๐ ๐ ." Ucap Autor.
sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..๐คญ๐คญ
..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...
Autor tunggu yah..๐
Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
..."POLISI AROGAN SUAMIKU"...
Siapkan tisu jika ingin membaca.
MAKASIH SEMUANYA๐๐
__ADS_1
berdoalah agar otor khilaf lagi๐ ๐ ๐ .
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YAH๐๐ค๐ค