
Setelah sambungan telpon Fadisah terputus, kini Mey berjalan menuju kamarnya, ingin mengganti pakaian nya dan bersiap siap mendatangi alamat yang Fadisah sebutkan tadi..
Setelah beberapa menit, Mey yang sudah rapi, kini mengendarai mobilnya menuju tempat yang Fadisah sebut kan.. Kurang dari satu jam, akhirnya mobil yang Mey kendarai telah tiba di alamat tersebut.. "Siapa rumah ini.?" Gumam Mey, dan membunyikan klakson mobilnya agar di buka kan pintu pagar..
Saat penjaga membuka, Mey langung menancap gas, dan masuk ke dalam.. "Besar juga rumah ini." Gumam Mey, dan langsung memarkir mobilnya.
May berjalan, langkah Mey terhenti kala Fadisah memanggil nya. "Kau sudah datang rupa nya." Ucap Fadisah.
"Katakan, apa yang ingin kau katakan tadi pas di telpon."
"Hahahah, santai saja Mey. Ayo silahkan masuk dulu. Tidak enak berbicara di luar sini. Matahari sangat terik aku tidak ingin matahari merusak mood mu Mey." Jelas Fadisah, lalu berjalan masuk ke dalam rumah, dan di susul oleh Mey di belakang nya..
"Katakan.!" Pinta Mey saat sudah duduk di sofa yang berada di ruang tamu..
"Sabar. Tunggu dulu, pelayan ku akan membawakan mu minuman."
Beberapa saat kemudian, pelayan Fadisah pun membawa dua gelas minuman, dan di letakkan di hadapan Mey dan hadapan Fadisah.. Saat pelayan telah pergi Fadisah pun menyuruh Mey untuk minum minuman yang ada di hadapan Mey..
"Minum lah dulu." Pinta Fadisah.
"Hahahah, kau pikir aku bodoh bibit. Aku tahu, pasti minuman itu telah kau kotori,." Ucap Mey, lalu membuka tas nya dan mengeluarkan botol minum. "Aku sudah mewanti wanti ini. Aku bukan gadis yang berada di dalam novel, yang akan meminum minuman dari musuhnya, apalagi itu dari bibit pelakor seperti dirimu." Ejek Mey, membuat Fadisah mengepal kan kedua tangan nya..
__ADS_1
"Ternyata dia tidak sebodoh yang ku pikirkan." Batin Fadisah..
"Kenapa kau terdiam. Apa ucapan ku benar, sehingga membuat mu untuk berpikir agar mengubah trik mu itu.?" Tanya Mey.
"Hahahah, bisa saja kau Mey. Aku diam karna aku sedang berpikir mau memulai dari mana pembicaraan kita tentang Anzel."
"Bod*oh. Kau tinggal cerira saja, tentang Anzel."
"Apa kau yakin Anzel mencintai mu.?" Tanya Fadisah.
"Tentu."
"Hahahah, Anzel juga pernah berucap itu padaku. Tapi dia tetap meninggalkan ku dulu."
"Apa kau pikir kau baik Mey, apa kau pikir kau layak untuk Anzel.?"
"Aku tidak bilang diriku baik, tapi setidaknya Anzel bisa menilai ku. Dan yang kulihat saat ini Anzel sudah nyaman berada di dekat ku."
"Hahahah aku rasa nyaman nya Anzel itu hanya sesaat. Kenapa.? Karna dia juga seperti itu padaku.. Tapi Anzel meninggalkan ku karna satu alasan. Kau tahu apa alasan nya.? Karna aku saat itu tidak mau mengandung anak Anzel,."
"Hahahah, berarti kau wanita bod*oh, yang tidak mau mengandung, padahal banyak wanita di luar sana yang mau mempuyai bayi."
__ADS_1
"Apa kau yakin bosa mengandung anak Anzel.?" Tanya Fadisah membuat Mey terdiam.. "Bukan kah kalian sudah menikah lebih dari tiga bulan.? Tapi sampai sekarang kau belum juga mengandung kan.? Hahahah, apa kau yakin Anzel akan tetap di sisi mu jika kau tidak bisa memberikan nya keturunan.?"
Mey lagi lagi terdiam dengan ucapan Fadisah..
"Kau tahu Mey, saat aku pacaran dengan Anzel, hampir tiap hari aku melalukan nya dengan Anzel. Kami selalu menikmati permainan kami yang begitu panas. Dan aku yakin kau pun pasti menikmati nya, karna Anzel adalah pemain yang sangat handal." Jelas Fadisah sambil tersenyum.
"Kau ingin buktinya.? Aku punya beberapa foto saat kami sedang berada di tempat tidur."
sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..ðŸ¤ðŸ¤
..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...
Autor tunggu yah..😉
Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
..."POLISI AROGAN SUAMIKU"...
Siapkan tisu jika ingin membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comen yah😉😉