
Saat semua tamu undagan telah pulang, kini tinggal lah Dewa dengan istri tercinta dan anak anaknya. Ada juga Yoona dan Adam beserta anak anaknya, Roy beserta istri dan juga anak nya, dan Azraf seorang diri.. Kini semuanya nampak sedang duduk di taman belakang rumah sambil menikmati teh hangat dan berbincang bincang seperti biasa. Anak anak mereka sibuk bermain kesana kemari, membuat semua yang melihat ikut merasa senang, karna anak anak mereka begitu sangat kompak, dan tidak ada yang saling menyakiti. Terlebih lagi ada Al yang sifatnya sangat dewasa mampu menjaga adik adik nya dengan baik. Ada pun Junior sifatnya yang begitu tenang dan pintar di usianya yang masih muda membuat nya bisa mengimbangi semua yang ada di sekitarnya.. Berbeda dengan Jasmin, sifat posesifnya kepada sang kakak membuat nya tidak ingin berjauhan sama sekali dengan Al. Sedangkan baby Putra adik nya Junior hanya bisa duduk diam sambil memengang mainan nya.. Dan satu lagi Reyhan anaknya Roy, terus saja berada di dekat Junior karna sang ayah memberi tahu mulai sekarang Riz harus bisa menjaga Junior dengan baik.
"Hahahahaha." Semuanya orang tertawa saat Roy memulai aksinya mengerjai Azraf.
"Jadi bagaimana Azraf, kapan kau akan menihak??" Tanya Roy.
"Iya Az kapan kau menikah?" Tanya Dewa
"Iya, kapan Az?" Timpal Aurel.
Azraf hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tiba tiba saja gatal..
"Kau tahu Az, tuan Dewa bilang jika kau menikah, maka tuan Dewa akan membiayai semua nya, muali dari A sampai Z. Pokoknya semua biaya tuan Dewa yang tanggung." Ucap Roy.
"Bukkhhh." Satu kue mendarat tepat di dada Roy. "Sejak kapan aku bilang begitu Roy?" Tanya Dewa.
"Sayang jangan seperti itu dong." Ucap Aurel sambil menggenggam tangan suaminya.
"Maaf tuan, mungkin aku sedang bermimpi saat tuan mengatakan itu." Bela Roy sambil senyum memamerkan deretan giginya.
"Ngak usah di pamer, gigimu ngak bagus." Ucap Dewa..
"Hahahahah." Anzel ketawa, entah kenapa dia bisa tertawa.
"Tuan kesurupan?" Tanya Roy.
"Ayah, mulut di kondisikan dong!!" Pinta istri Roy.
__ADS_1
"Itu dengar kata istrimu" Timpal Dewa.
"Tuan Dewa sensi sekali. Maaf apa tuan sedang datang bulan???"
"Huahahahahahahah." Semuanya serentak tertawa, termaksud Azraf.
"Apa kau sedang kerasukan Azraf?" Tanya Roy di sela tawa.
"Enak saja," Elak Azraf.
"Sudah cukup, hentikan." Ucap Anzel.
"Baik tuan maaf." Ucap Roy dan Azraf.
"Aku ingin mengumumkan sesuatu yang penting, yang telah kusepakati antara Dewa." Ucap Anzel.
"Aku dan Dewa telah menjodohkan Distih putriku dengan Junior ." Ucap Anzel.
"Iya, kami sepakat ingin menjodohkan mereka." Timpal Dewa.
"Kau yakin itu kak??" Tanya Yoona, yang jelas sajanl kaget dengan keputusan sang kakak.
"Iya."
Mey dan Aurel hanya diam, karna mememang sudah menyetujui permintaan suami mereka.
"Apa kau tidak takut akan perjodohan?" Tanya Yoona lagi
__ADS_1
"Tidak."
"Tapi kak, mereka masih kecil, dan mereka layak memilih pasangan mereka kelak. Apa kakak tidak takut jika sesuatu terjadi?" Ucap Yoona.
"Tidak, lihat lah kakak. Kakak juga kan di jodohkan. Tidak ada yang terjadi. Bahkan mom dan dad oun juga korban perjodohan, tapi lihat lah mereka sekarang saling mencintai, begitu pun dengan aku." Jelas Dewa sambil menggenggam tangan istrinya.
"Iya juga sih." Ucap Yoona pasrah menerima. Karna memang sebenarnya daddy dan Dewa mereka bahagia dengan perjodohan.
"Tidak bisa." Bantah Roy.
"Apa maksud mu Roy?" Tanya Azraf.
"Aku yang lebih dahulu mendaftar untuk menjodohkan anak ku dengan anak tuan, tapi kenapa anak ku tidak di acc justru anak tuan Dewa yang di acc?"
"Berkas kali acc." Gumam Azraf.
"Ayah." Panggil istri Roy.
"Hahahah, kau sangat lucu Roy." Ucap Dewa
"Maaf yah Roy. Bukan maksud tidak....." Ucap Dewa terputus kala Roy menyela.
"Hahahah, maaf kan saya tuan. Saya hanya bercanda. Jangan di masukkan ke dalam hati." Ucap Roy sambil tertawa. "Selamat yah tuan Dewa dan tuan Anzel, beberapa tahun lagi kalian akan menjadi besan. Aku jadi penasaran dengan kehidupan kalian kelak jika sudah menjadi besan." Jelas Roy,
"Hahahahahahaha." Dan semua serentak tertawa.
..." T A M A T "...
__ADS_1