
Hari berganti minggu, minggu pun berganti dengan bulan, dan tak terasa kini sudah 3bulan Anzel dan Mey membina rumah tangga mereka.. Tak henti hentinya Anzel memberikan cinta nya di setiap harinya pada istri nya. Dan Mey, tak henti hentinya pula memberikan perhatian ke sang suami. Mereka saling melengkapi satu sama lain nya. Namun hingga saat ini, belum pernah sekali pun Anzel mendengar ucapan cinta dari Mey. Tapi Anzel tidak mau ambil pusing dengan itu. Karna menurutnya perhatian Mey, sudah cukup mewakili bahwa Mey mencintai dirinya..
Selama beberapa bulan ini Sam dan Fadisah pun telah berusaha untuk bagaimana bisa memisahkan Anzel dan Mey, hanya saja setiap Fadisah ingin mencoba mendekat ke Anzel saat Anzel berada di perusahaan, Roy selalu menghalang Fadisah,. Rencana Fadisah selalu saja gagal karna selalu ada Roy, Roy dan Roy.. Yanga benar benar membuat Fadisah merasa geram dengan keberadaa Roy yang selalu setia di samping Anzel..
"Bagaimana ini.? Semua yang kita rencana kan tidak ada satupun yang berhasil." Tanya Fadisah kepada Sam, saat mereka sedang berada di sebuah cafe.
"Kau terlalu bod*oh Fadisah. Katanya kau hebat, tapi melawan asisten itu saja kau tidak sanggup."
"Bukan aku bod*oh Sam. Hanya saja asisten Anzel itu, benar benar menyebalkan.. Kalau kau tidak percaya coba saja kau berurusan dengan nya. Aku yakin kepala mu pasti akan pusing, jika sudah berhadapan dengan nya, di tambah lagi, asisten itu mempunyai mulut tanpa filter."
"Mulut tanpa filter.? Maksud kamu.?" Tanya Sam penasaran.
"Iya tanpa filter,. Dia mengatai ku bibit pelakor, di depan semua orang. Dan bahkan asisten itu herteriak sangat kencang, mengataiku bibit sehingga membuat semua orang menoleh ke arah ku, dan berbisik tentang diriku."
"Hahahahahahah." Sam tertawa terbahak bahak.. "Panggilan itu sungguh sangat cocok untuk mu." Ucap Sam setelah tertawa..
"Dan kau sangat cocok di panggil bibit pebinor." Ucap Fadisah dengan wajah sinis nya..
"Dan kita sama sama bibit." Ucap Sam..
"Stop berbicara tetang bibit. Sekarang kita harus mengatur strategi lagi, supaya bagaimana Anzel bisa menjadi milik ku dan Mey menjadi milik mu."
"Baiklah.. Sini mendekat, aku akan mengatakan strategi itu." Ucap Sam dan Fadisah pun mendekat ke arah Sam
__ADS_1
Beberapa saat kemudian.. "Bagaimana rencana ku.?" Tanya Sam.
"Luar biasa. Aku harap kali ini bisa berhasil dengan sempurnah. Aku sudah tidak sabar lagi untuk menjadikan Anzel kembali menjadi milik ku " Ucap Fadisah.
πππππππ
"Sayang, aku berangkat kerja dulu. Ingat baik baik dirumah, jangan keluar tanpa izin dari ku." Ucap Anzel.
"Iya Zel, tenang aja.."
"Baiklah aku pergi dulu sayang." Pamit Anzel lalu mengecup pucuk kepala Mey.
Setelah Anzel pergi.. Ponsel Mey pun berdering dan no baru tertera di sana. Mey langsung meraih ponsel nya dan menjawab panggilan tersebut.
"Apa kau masih mengingat diriku.?" Tanya Fadisah di seberang sana.
"Apa kau begitu penting untuk di ingat.?" Jawab Mey dengan pertanyaan.
"Hahahah, kau begitu bar bar menjawab pertanyaan ku."
"Kau....!!!!" Ucap Mey, yang sudah tau siapa yang menelpon nya, karna hanya ada satu orang saja yang memanggilnya wanita bar bar, yaitu Fadisah..
"Kau mengenal ku sekarang.? Ouh yah, aku ingin bertemu dengan mu. Aku ingin bercerita tentang ku dan tentang Anzel. Apa kau ingin mendengar nya.?"
__ADS_1
"Hahah, itu tidak penting bagiku. Simpan saja cerita mu itu." Ucap Mey.
"Kau yakin tidak ingin mendengar nya..? Sayang sekali padahal ini rahasia terbesar suami tersayang mu itu." Ucap Fadisah, dan Mey pun terdiam sesaat ..
"Dimana.?" Tanya Mey.
"Datanglah ke alamat xxx sekarang juga, aku menunggu mu sekarang.." Jawab Fadisah
sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..π€π€
..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...
Autor tunggu yah..π
Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
..."POLISI AROGAN SUAMIKU"...
Siapkan tisu jika ingin membaca.
Jangan lupa like dan comen yahππ
__ADS_1