
"Kau tau sayang, betapa khawatirnya aku saat tahu kau tidak ada di rumah. Dan saat tahu kalau Sam dan Fadisah menculik mu. Sugguh saat itu aku sangat sangat takut." Jelas Anzel sambil menggenggam kedua tangan Mey,.
"Iya tadinya aku juga sempat takut, tapi kamu tahu sendiri kan Zel, aku bukan wanita yang seperti di novel novel yang jika di culik hanya bisa diam dan menangis saja."
"Yah aku tahu kamu beda sayang. Makanya aku sangat mencintaimu." Ucap Anzel lalu memeluk tubuh Mey..
"Dih, drama lagi." Gumam Roy yang masih setia berdiri di dekat tuan dan nyonya nya.
"Ouh yah sayang, bagaimana cara mu bisa melarikan diri.? Dan mengurung Fadisah seperti itu." Tanya Anzel.
"Aku juga lupa Zel, yang jelas yang ku tahu kalau Fadisah itu wanita yang bod*oh mau saja ku bohongi.." Jawab Mey.
"Iya nyonya dia memang bo*doh. Sudath tau tuan itu milik nyonya, masih saja di ganggu." Uca Roy. Membuat Anzel menggeleng kan kepalanya
"Roy, kau boleh pulang sekarang juga." Pinta Anzel..
"Maaf tuan, sepertinya hari ini saya tidak akan pulang."
"Kenapa.?" Tanya Anzel.
__ADS_1
"Saya ingin menunggu sampai tuan mau menjawab teka teki ku. Jadi jika tuan tidak menjawab maka saya akan selalu berada di mana pun tuan berada, termaksud......" Ucap Roy terpotong, kala Mey menyelah
"Teka teki apa.?" Tanya Mey.
"Itu nyonya, kan tuan sedang sedih memikirkan nyonya tadi. Jadi aku sengaja buat teka teki supaya tuan tidak memikirkan nyonya tadi."
"Lalu apa teka teki nya.?" Tanya Mey kembali
"Apa perbedaan pengantin baru dan mobil baru.?" Itu nyonya teka teki nya.
"Kau tidak bisa menjawab nya Zel.?" Bisik Mey Dan Anzel menganggukkan kepala nya.
"Ouh..." Ucap Mey yang sudah tau maksud Roy membuat teka teki.. "Khhhuuueeekkk, khhuueeekkkk." Tiba tiba Mey mengalami mual..
"Sayang, kau kenapa.?" Tanya Anzel, dan Mey justru berlari menuju kamar mandi."
"Sayang.." Panggil Anzel sambil mengetuk pintu kamar mandi yang berada di dekat dapur..
Beberapa saat kemudian. Mey keluar dari kamar mandi. Roy yang melihat Mey, langsung menampakkan senyum nya, senyum bahagia nya..
__ADS_1
"Apa kau baik baik saja.? Mana sayang, mana yang sakit.?' Tanya Anzel khawatir.
"Aku baik baik saja. Tapi hanya saja aku tiba tiba mual, dan kepala ku serasa sangat sakit sekali." Ucap Mey sambil menyandarkan dirinya ke dalam dada sang suami..
"Tuan, nyonya. Sepertinya ini kabar baik." Ucap Roy.
"Kabar baik apa Roy, saat istriku sedang sakit seperti ini.?"
"Sepertinya tuan, nyonya sedang sakit enak. Bukan sakit tidak enak." Ucap Roy, masih tersenyum, membuat Anzel menghentikan langkah nya..
"Hentikan omong kosong mu itu Roy." Bentak Anzel. "Lama lama aku bisa gila jika kau terus saja seperti ini Roy. Kenapa mulutmu sepertinya tidak punya filter.🙈 "
"Maafkan saya tuan." Ucap Roy sambil menunduk di hadapan Mey dan Anzel.
"Maaf tuan. Tapi memang ucapan saya benar.. Kaya nya nyonya sakit enak. Kalau tuan tidak percaya, bawa nyonya saja ke dokter kandungan."
Anzel dan Mey saling pandang saat mendengar ucapan Roy tentang dokter kandungan.. "Sayang betul kah itu.?" Tanya Anzel.
"Tidak tau." Jawab Mey singkat. Lalu Mey mengingat kapan terkahir kali datang bulan. "Astaga udah lewat bulan." Gumam Mey ..
__ADS_1