
Di dalam cafe. Sam temgah duduk sambil mengesap cangkirnya yang berisi kopi.. Anzel yang haru saja tiba, langsung berjalan masuk ke dalam cafe. Sam tersenyum melihat Anzel yang berjalan ke arahnya.. "Welcome" Ucap Sam saat Anzel sudah berdiri di hadapan nya..
"Katakan apa mau mu.?" Tanya Anzel to the poin.
"Santai. Duduk lah dulu, maka aku akan mengatakan apa mau ku." Jelas Sam., Dan Anzek pun langung duduk di kursi..
"Kau ingin proyek yang ada di kota bali kan..?" Tanya Anzel.
"Hahahah, kau sangat pintar Anzel, sangat pintar membaca situasi."
"Hahah, kau saja yang terlalu bodoh Sam." Ucap Anzel.
"Aku tidak ingin proyek itu lagi. Karna target ku sudah berubah.."
"Maksud mu.?" Tanya Anzel sambil menaikkan satu alisnya..
"Aku ingin istrimu. Bukan proyek itu." Jelas Sam membuat Anzel marah dan langsung berdiri dari duduknya.
"Bukkkkkhhh." Satu pukulan mendarat indah di pipi Sam.. "Jaga bicara mu, kalau kau masih seperti ini maka aku akan menghabisi mu." Ancam Anzel.
"Hahahahahah, kau terlalu pede berbicara Anzel."
"Ku bilang, jaga bicaramu." Teriak Anzel geram, lalu, berjalan membelakangi Sam, berniat untuk keluar dari cafe. Namun langkah Anzel terhenti kala Sam berucap..
__ADS_1
"Apa istrimu mencintai mu.?" Tanya Sam, membuat Anzel teriam mematung..
"Kenapa diam..? Ouh aku tahu, pasti istrimu tidak mencintai mu bukan.? Tanya Roy lagi, dan Anzel mengepalkan kedua tangannya..
"Kau tahu tidak, siapa pria yang paling Mey cintai selama ini.? Ucap Sam lagi. Membuat Anzel bemar benar geram..
"Hahahahah, aku kasihan padamu. Mencintai istri yang tidak mencintaimu." Ucap Sam lagi. Dan
"Bukkkkhhhh." Anzel kembali memberi bogeman mentah di wajah Sam.. Sehingga membuat sudut bibir Sam mengeluarkan darah segar..
"Aku adalah pria yang istrimu cintai. Dan hanya aku satu satu nya pria yang ada di hati istrimu Mey.." Jelas Sam membuat Anzel menjadi geram, dan menghantam Sam memba*bi buta..
Roy yang melihat tuan nya seperti itu, langsung menarik tubuh tuan nya hingga terpisah dari Sam..
"Lepas kan aku Roy, biarkan aku membunuhnya." Jelas Anzel..
"Tidak tuan. Jangan, jangan lakukan ini. Lebih baik tuan pulang dan tanyakan semuanya pada nyonya." Jelas Roy, membuat Anzel terdiam dan setuju..
Sam, yang sedang duduk di lantai, langsung mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.. "Lihat saja, aku akan kembali mengambil Mey darimu. Karna Mey masih sangat mencintai ku, dan tidak mencintaimu." Gumam Sam..
ππππππππ
Di rumah. Mey kaget melihat Anzel yang belum cukup dua jam berangkat kerja kini sudah pulang.. Anzel berjalan memasuki rumah, dan menaiki anak tangga menuju kamar, tanpa memperdulikan Mey sama sekali yang sedang duduk di sofa.. Mey merasa heran bertanya tanya, apakah Anzel tidak melihatnya sama sekali. Hingga Mey berjalan mengikuti Anzel.
__ADS_1
Tok,tok,tok.. Mey mengetuk pintu kamar yang di kunci dari dalam oleh Anzel.. "Anzel buka pintunya." Ucap Mey yang berada di depan pintu kamar..
Tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Membuat Mey kalang kabut, kebingungan sendiri di depan pintu.. "Anzel tolong buka pintunya. Apa kau lupa jika suda menikah.?" Teriak Mey..Tetap tidak ada sahutan..
Hingga Mey berinisiatif, untuk mencari kunci cadangan.. Namun saat Mey ingin melangkah, tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Mey lagsung menoleh dan tersenyum melihat Anzel yang membuka pintu.
"Apa kau mencintaiku Mey.?" Tanya Anzel, membuat Mey terdiam.
sambil menunggu UP yuk mampir dulu ke karya ku yang baru, di jamin asli seperti makan permen nano nano yang rasanya kaya gimana gitu..π€π€
..."MY HUSBAND IS MY BROTHER"...
Autor tunggu yah..π
Dan mampir juga ke karyaku yg sudah tamat.
..."MENIKAHI PRIA KEJAM"...
Siapkan tisu jika ingin membaca.
MAKASIH SEMUANYAππ
autor khilaf kali iniπ π π π
__ADS_1