Wanita Taruhan CEO

Wanita Taruhan CEO
53


__ADS_3

"Sepertinya Aurel amnesia.. Uncle berusaha mengajaknya berbicara, dan sengaja menyebut nama mu, namun tetap ia tidak mengenalimu sama sekali. Dan uncle menyuruh seseorang untuk mengikutinya dan benar saja, ia telah hilang ingatan. Dan lebih parahnya lagi, ia hanya melupakan tentang dirimu.. Yang ia ingat hanya sampai sebatas masa kuliah nya dulu." Jelas Adam.


"Seketika Dewa kembali merasa bersalah kepada dirinya.. Karna dirinya lah Aurel harus kehilangan bayinya, dan karna dirinya lah Aurel menjadi amnesia."


Dan di gedung yang sama, hanya berbeda tempat.. Atau lebih tepat nya di kamar mandi. Aurel menyala kan krang air. Dan menangis sejadi jadinya. Kala mengingat tadi pertemuan nya yang tak di duga.. Sebenarnya tadi, saat di loby mata Aurel sempat melihat keberadan Dewa, namun dengan cepat Aurel melangkah kan kaki nya agar Dewa tidak dapat melihat diri. Dan tanpa Aurel tahu, ternyata Dewa pun melihat diri nya..


"Hikkkksssssss, kenapa aku harus melihat mu sekarang, padahal aku sudah ingin melupakan mu.. Hiksssssss kenapa?Kenapa.?" Batin Aurel sambil menangis..


tok.tok.tok.' Suara ketukan pintu kamar mandi.'


"Hey, apa ada orang didalam.?" Tanya seseorang dari luar..


"Hhhmm ia, tunggu sebentar lagi." Jawab Aurel, sambil mematikan kerang air dan membersihkan wajah nya yang kacau akibat tangisan nya..


"Aurel kamu kenapa ?" Tanya Indah, teman kantor Aurel, yang kaget melihat mata Aurel yang merah dan bengkak, ciri khas orang habis menangis.


"Ngak papa kok." Jawab Aurel acuh lalu berjalan ke luar dari kamar mandi menuju ke ruangan nya..


Sedangkan Dewa, yang hanya melihat Aurel dari cctv, langsung terlihat panik, kala melihat Aurel yang keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang sembab..


"Mau kemana.." Tanya Adam saat melihat Dewa sudah berdiri dari duduknya."


'Uncle, aku harus ke ruangan Aurel, aku harus menemuinya." Ucap Adam.


"Jangan,."

__ADS_1


"Tapi kenapa uncle.?"


"Ini jam kerja, jangan ke ruangan nya. Biar uncle yang memanggil Aurel ke ruangan uncle, jadi tunggulah di sana.."


"Baik uncle, terima kasih." Ucap Dewa lalu berjalan keluar dari ruangan cctv dan menuju ruangan Adam.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Saat ini Mey, sedang berada di rumah Aurel. Ya hampir tiap hari Mey memang berada di sini di rumah ibu Aurel untuk membantu menjaga Junior, jika Aurel sedang bekerja, tak jarang juga Mey harus menginap jika seperti saat ini, ibu bilang Aurel akan pulang telat karna lembur di kantornya..


"Bu,." Ucap Mey.


"Ada apa nak.?"


"Bu, kemarin aku bertemu dengan Dewa di taman, saat menemani Junior bermain."


"Ia bu mereka bertemu. Bahkan Dewa dan Junior saling bergandengan tangan.. Hanya saja seperti nya Dewa salah mengira, Dewa pasti mengira jika Junior anak ku, terlebih saat Junior memanggilku ibu di hadapan nya."


"Ini yang ibu takutkan.. Ibu takut jika Dewa mengetahui semua nya.." Lirih ibu.


"Bu, apa sebaiknya kita harus berkata jujur ke Aurel, tentang kejadian yang sebenarnya.. Apalagi mengingat 3tahun ini. Tidak hanya Aurel, Dewa pun juga sangat menderita karna tidak dapat bertemu langsung dengan Aurel."


"Tidak usah katakan yang sebenarnya.. Kita lihat sendiri saja, kalau memang mereka berjodoh, selama apa pun mereka berpisah, pasti akan di pertemukan kembali.."


"Tapi, apa ibu sudah memaafkan Dewa.? Bagaimana jika Dewa datang kerumah ini bu.?"

__ADS_1


Ibu hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Mey, kala Junior datang menghampiri mereka berdua.


"Ibu, dimana uncle Anzel.?" Tanya Junior.


"Kenapa mencari uncle, jika ibu sudah ada di sini hemmmmm." Ucap Mey,.


"Junior ingin minta di beliin mainan baru dari uncle."


"Good job, anak pintar.. Kuras sampai habis uang uncle Anzel." Ucap Mey, sambil tersenyum


"Junior." Ucap Oma.


"Ya, oma."


"Ingat jangan meminta yang macam macam, nanti mommy mu marah."


"Ibu tidak masalah Junior meminta mainan. Siapa suruh Anzel dia bekerja terus.. Ouh yah Junior ingat perkataan ibu, kau harus meminta banyak mainan kalau perlu suruh uncle membeli mobil agar mommy mu tidak naik taxi lagi jika kekantor.. Okey,..."


"Okey ibu."


"Mey, kau pasti sudah jatuh cinta kepada Anzel kan.?" Tanya ibu Aurel.


"Tidak bu."


"Jangan bohong, ibu mengenal mu sudah lama. Dan ibu tahu itu, kalau kau menyukai Anzel.."

__ADS_1


Lanjut lagi ahhhhhhhhh πŸ₯±..


Dan perjuangan Dewa pun di mulai dari sekarang..


__ADS_2