
"Ibu." Panggil Junior kepada seorang wanita yang sedang membelakanginya.
Mey, membalikan badanya kala mendengar suara Junior memanggil nama nya.. "Hay jagoan, apa sudah puas main nya." Ucap Mey,. Namum setelah berucap tiba tiba wajah Mey memucat kala melihat siapa yang sedang bersama Junior saat ini..
Memang selama ini Junior memanggil Mey, dengan sebutan ibu.. Karna sedari kecil Mey selalu terus berada di sampingnya.
Dengan reflekx Mey melepas genggaman Junior di tangan Dewa, dan menarik tubuh Junior ke arah belakang tubuhnya.. "Dee-ewa". Ucap Mey terbata.
"Mey,." Balas Dewa..
"Kau apakan anak ku.?" Tanya Mey.
"Mey, maaf. Tadi aku hanya membantunya saja."
"Bu, uncle ini baik dia membantu ku, dan menemaniku bejalan kesini menemui ibu."Timpal Junior.
"Junior diam." Bentak Mey, yang berhasil membuat Junior terdiam karna takut nya.
"Mey.." Lirih Dewa.
"Mey tolong katakan di mana istriku.?"
"Hahahahahha, istri kau bilang.? Suami macam apa yang tega memukuli istrinya sampai pendarahan hebat. Suami macam apa yang tega memerintahkan orang agar tidak membatu orang yang dalam kesakitan.? Apa itu masih bisa di sebut dengan suami, haaaaa..." Bentak Mey.
"Mey, aku akui aku salah. Tapi kumohon, kumohon beri aku kesempatan untuk bertemu Aurel.. Kau tahu selama ini aku terus saja berusaha mencari nya.."
"Jangan harap, setelah apa yang kau lakukan pada sahabat ku, aku akan mempertemukan mu.. Jauhkan pikiran bodoh mu itu. Kau ingat dulu? Saat kau ketahuan tentang taruhan itu.? Aurel dengan lapang dada nya menerima penjelasan mu. Dan kau, hanya karna sebuah foto kau tega menyiksa sahabat ku."
__ADS_1
"Aku akui aku salah Mey,." Ucap Dewa sambil menjambak rambutnya, dan menitihkan air matanya.. "Jadi tolong, izin kan aku untuk bertemu dengan Aurel dan meminta maaf padanya."
"Hapus air mata mu itu. Itu tidak akan berguna untuk membuat ku merubah keputusan ku. Dan jagan harap juga Aurel akan memaafkan perlakuan mu yang dulu." Uca Mey lalu berjalan membelakangi Dewa..
"Untung kau amnesia Rel, kalau tidak lo pasti bakalan ngerasa sakit saat mengingat kejadian itu." Batin Mey,.
Dewa yang menyadari Mey telah melangkah meninggalkan nya, akhinya berusaha mengejar Mey, namun sayang langkah nya terhenti kala Jasmin memanggil nama nya.
"Uncle." Teriak Jasmin.. "Uncle, jangan tinggalkan Jasimi."
...๐๐๐...
Hari ini Dewa memutuskan untuk berangkat ke kantor uncle Adam.. Dewa sangat penasaran akan ucapan uncle Adam saat kemarin,. Saat Dewa berjalan menuju ke ruangan Adam, semua mata memandanganya, dan tiba tiba saja mata Dewa tertuju pada satu wanita yang ia kenal betul siapa itu.. "Aurel." Ucap Dewa..
Namun Aurel yang tak menyadari sama sekali kehadiran Dewa di situ.. Dia terus saja berjalan memasuki pintu lift..
"Aaacchhhhh. Kenapa juga harus pake ketutup sih." Teriak Dewa sambil terus memencet tombol lift..
"Aku yakin dia Aurel.. Aku sangat yakin itu." Gumam Dewa..
Sesaat pintu lift terbuka, dengan buru buru Dewa memasuki lift dan menekan tombol di mana ruangan uncle Adam berada..
"Uncel." Ucap Adam saat membuka pintu ruangan Adam..
"Kau sudah datang."
"Uncle, apa betul dia Aurel istriku.?" Tanya Adam.
__ADS_1
"Ouh jadi kau sudah melihat nya.? Apa dia mengenali mu.?" Tanya Adam kembali.
"Ya aku melihat nya,. Tapi sepertinya dia tidak melihat ku uncle.."
"Apa kau yakin itu dia tidak melihat mu.?"
"Maksud uncle.?"
"Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan."
Kedua nya pun duduk saling berhadapan.
"Lima bulan yang lalu, Aurel melamar pekerjaan di perusahaan ku ini.. Saat pertama kali uncle melihatnya, uncle berusaha menegur nya dan berbicara kepadanya. Hanya saja..... Ucap Adam terputus kala Dewa menerusi ucapan nya.
"Hanya saja apa uncle.? Jangan membuat ky menjadi semakin penasaran."
"Hanya saja,, ia lupa dengan uncle."
"Maksud uncle."
"Sepertinya Aurel amnesia.. Uncle berusaha mengajaknya berbicara, dan sengaja menyebut nama mu, namun tetap ia tidak mengenalimu sama sekali. Dan uncle menyuruh seseorang untuk mengikutinya dan benar saja, ia telah hilang ingatan. Dan lebih parahnya lagi, ia hanya melupakan tentang dirimu.. Yang ia ingat hanya sampai sebatas masa kuliah nya dulu." Jelas Adam.
"Seketika Dewa kembali merasa bersalah kepada dirinya.. Karna dirinya lah Aurel harus kehilanagn bayinya, dan karna dirinya lah Aurel menjadi amnesia."
Sebenarnya Autor lagi liburan di Tana Toraja, Terpaksa harus Up karna takut kena santet online dari kalian ๐ญ๐ญ.. Sooo, jadi yang bilang masih kurang Up, ku dattte telinga ta itu๐คญ๐คญ...
Demi kalian mie yg ku masak di atas portable harus tumpah๐ญ. krn sambil mengetik sambil memasak.๐ ๐ ๐ ..
__ADS_1
Salam sayang, dari autor untuk kalian semua๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐