
Saat ibu sibuk membuat kan susu untuk cucunya dan Mey sibuk menggendong Baby. Tiba tiba saja suara parau yang sangat lemah terdengar..
"Bu." Panggil Aurel lirih..
Ibu dan Mey serentak kaget, dan saling memandang lalu beralih melihat Aurel yang telah membuka matanya..
"Bu."Lirih Aurel kembali.
Mey dan ibu segerah menghampiri Aurel yang tengah berbaring di brangkar.. Berdiri di samping Aurel.
"Sayang, alhamdulillah kau sudah bangun.? Mana yang sakit nak.?" Ucap ibu yang merasa sangat bahagia melihat kini putrinya telah sadar dari tidur panjang nya.
"Bu Aurel dimana.? Kenapa kepala Aurel sakit bu?" Ucap Aurel dengan sangat lemah..
"Rel, lo ngak boleh banyak gerak dulu. Ingat lo baru sadar." Ucap Mey,.
Aurel yang mendengar Mey berbicara langsung menoleh ke arah Mey,. Aurel menyipitkan matanya, melihat dengan seksama jika saat ini Mey sedang menggendong seorang bayi. "Mey, bayi siapa itu.?" Tanya Aurel.
"Rel ini bayi lo., Lo ngak ingat.?"
"Bayi..? Sejak kapan gue punya bayi Mey, jangan bercanda."
"Aurel lo yang jangan bercanda. Enak saja lo udah tidur panjang lalu mau bilang kalau lo ngak punya bayi. Sadar Rel, sadar. Sekarang bayi yang gue dendong ini adalah bayi lo." Geram Mey..
"Bu apa betul yang Mey katakan.?" Tanya Aurel
Ibu hanya bisa mengangguk sambil menangis, menyadari ada yang salah dengan putrinya.. Lalu dengan segerah berjalan keluar dari kamar inap untuk memanggil dokter agar memeriksa keadaan Aurel. Tak butuh waktu lama, dokter pun kini telah nemerika keadaan Aurel dengan seksama.
"Bagaimana dok, apa yang terjadi kepada putri saya.?" Tanya ibu penasaran..
"Maaf bu, sepertinya anak ibu sedang mengalami amnesia disosiatif.. Dan ini biasanya sebabkan karna ada kejadian yang berhubungan dengan trauma psikologis atau stres. Dan hal ini menyebabkan anak ibu tidak mampu mengingat kejadian kejadian penting." Jelas dokter.
"Tapi dok kenapa dia mengenaliku dan sahabat nya tapi tidak dengan putra nya sendiri.?" Apa ini bisa di sembuhkan dok.?" Tanya ibu, yang merasa khawatir dengan sang cucu.
__ADS_1
"Pada amnesia disosiatif, ingatan sebenarnya masih ada, tapi tersimpan sangat dalam di pikiran dan tidak dapat di ingat akibat mengalami stres dan trauma. Meski begitu, ingatan tersebut akan dapat kembali muncul dengan sendiri nya, atau dipicu dengan sesuatu yang ada di sekitarnya.. Jadi anak ibu bisa sembuh, hanya saja untuk waktu kami tidak bisa menentukannya."Jelas dokter kembali.
"Makasih dok".
πππππ
"Sayang, apa kau betul tidak mengingat putramu.?" Tanya ibu kembali.
"Ibu kapan aku hamil, kenapa langsung bisa memiliki bayi,? Bukan kah aku belum menikah bu.?"
"Ouh yah bu, dimana Fahmi.? Dan di mana Anzel.?" Tanya Aurel kembali.
"Kamu istirahat lah nak.. Jika kamu sudah sembuh ibu akan menceritakan semuanya."
"Mey, boleh aku menggendong bayi itu.?" Pinta Aurel.. "Bu tolong bantu aku untuk duduk bersandar, aku ingin menggendongnya bu."
Ada perasaan yang sangat berbeda ketikan Aurel menggendong bayi tersebut, hati Aurel menghangat dan tiba tiba saja menitihkan air matanya.. "Bu, apa betul dia anakku.?" Tanya Aurel kembali. "Kalau betul dia anaknku, siapa ayahnya.?"
Serentak Mey dan ibu terdiam saling memandang. Tidak tahu jawaban apa yang akan di berikan kepada Aurel.
"Rel, gue lupa tadi gue pesan makanan dan sekarang gue harus keluar. Makanan nya udah tiba di loby. Sory yah gue tinggal sebentar." Alasan Mey juga.
Kini tinggal Aurel dan sang bayi yang berada di kamar inap nya.. Aurel terus saja menyeka air matanya saat sedang berdua. "Maaf, maafkan Mommy sayang". Ucap Aurel dengan isak tangisnya.
...πππ...
Sudah beberapa bulan ini, Dewa sudah seperti orang gila saja yang terus dan terus mencari keberadaan istrinya.. Keadaan Dewa membaik saat seminggu belakangan ini, kala ada bayi yang selalu menemaninya tertidur di malam harinya. Dan saat bayi itu telah kembali ke keluarga nya. Dewa pun kembali menjadi Dewa yang berantakan..
Menangis dan menyesal hanya ini yang Dewa dapat lakukan saat ini. Jika sedang berada di kamar, Dewa selalu memandangi Foto Aurel yang sedang memeluk dirinya sambil tersenyum..
Mungkin jika ada orang yang melihat Dewa saat ini,. Mereka pasti akan merasa kasihan, bagaimana tidak, kini Dewa hanya tinggal nama saja. Bagaikan manusia hidup tapi tanpa arah sama sekali..
"Ku menuggumu berharap kau kembali. Mengisi kekosonga hati. Sepi tanpa dirimu, sepi tanpa cintamu.. Sayang, dimanakah dirimu. Sayang Ingat kah kau akan aku disini. Aku akan setia menunggu hadirmu di sini, sampai tuhan mencabut nyawaku ini". Ucap Dewa sambil menitikan air matanya..
__ADS_1
Memori tentang dirinya yang dulu sangat bahagia hidup bersama Aurel, kini sedang berputar putar di bayangan nya, bagaikan sebuat video.. Menangis, tersenyum semua menjadi satu kala mengingat semuanya..
Cup.. "Jangan menangis lagi, Dewa yang ku kenal tidak selemah ini." Ucap Aurel yang tengah duduk di hadapan Dewa.
"Sayang, tolong jangan tinggalkan aku,. Aku berjanji akan menebus semua kesalahan ku padamu., Maafkan aku sayang." Ucap Dewa sambil menangis sendu. Sedih dan pilu.
Aurel hanya tersenyum mendengar perkataan Dewa..
"Sayang kumohong beri aku satu kesempatan untuk memulai semuanya dari awal lagi., kumohon."
Cup, "Aurel kembali mengecuk kening Dewa.. Tidur lah jika kau rindu padaku,."
"Aurel........"Teriak Dewa memanggil Aurel.
Mom Ji yang mendegar suara putranya langsung dibuat kaget dan sengerah berlari ke kamar Dewa.
"Dewa, kau kenapa sayang." Ucap Mom Ji sambil memeluk tubuh Dewa,.
"Mom, Hikkksssss Hiksssss.. Apa tidak ada lagi maaf untuk ku Mom. Sampai Aurel tidak ingin menunjukkan dirinya di hadapan ku. Apa aku tidak bisa menebus salahku mom."
"Sayang tenang lah.." Ucap Mom Ji sambil menepuk pelan pundak Dewa..
"Mom, aku mencintainya mom.. Sangat sangat mencintai nya.
"Mommy tahu itu sayang.. Istirahat lah, besok kau harus bekerja lebih keras lagi untuk mecari Aurel."
π₯±π₯± 2part ku gabung menjadi satu..
Next bakalah Autor percepat supaya Dewa bisa ketemu dengan Aurel..
Bagaimana kira kira nasib Dewa saat tahu Aurel hilang ingatan tentang dirinya...
Jeng.. jeng.. jeng...... Di tunggu comen like dan vote nya..
__ADS_1
Ayo dong dukungan nya supaya Autor bisa bertahan ngak..................ππ.
"